Cinta Joanna

Cinta Joanna
Diingatkan Ayat


__ADS_3

Boy dan Kevin saling tatap saat mamanya mengatakan jika mereka sama saja. Mereka seperti saling melempar tanya dengan isyarat mata masing-masing hingga Kevin pun membuka suaranya.


"Sama gimana ma, orang Kevin lebih ganteng dan lebih rame gini" kata Kevin narsis membuat Boy kesal.


"Ganteng juga gue" Boy pun ikutan narsis. "Kalo gue gak ganteng gak mungkin Joanna cinta mati sama gue" jumawanya pada adiknya.


"Cih cinta mati, iya bener cintanya bentar lagi mati buat lu karna lu masih aja sama si wanita ular itu" jawab Kevin membuat Boy semakin kesal. Baru saja Boy akan membuka suara, suara intrupsi dari papanya membuat mereka terdiam.


"Stoppp.!!! Diam kalian semua, dasar pria gak peka!" kata papa Danu yang mulai kesal dengan kedua anak laki-lakinya.


"Biasanya sih ini turunan pa" jawab Boy yang di benarkan oleh Kevin.


Mereka berempat berdebat dengan asumsinya masing-masing hingga Kevin melihat Joanna turun dari lantai atas. Kevin mengkode Boy jika istrinya turun, Boy yang tanggap pun menoleh ke belakang.


"Ahh Joa, kenapa turun?" tanya Boy sembari mendekati istrinya.


"Aku haus mau minum" jawabnya sambil berjalan ke dapur dan mengambil susu kotak favoritnya di kulkas. Karena mama Vina selalu menyediakannya jika sewaktu-waktu Joanna pulang kerumah utama.


"Maaf ya, tadinya aku ke bawah mau ambil minum. Tapi malah ke asyikan ngobrol sama mereka" kata Boy yang terus membuntuti Joanna.


"Oii Aleeee.. Napa itu rambut kek rambutnya mak lampir hahahhaha" kata Kevin sambil ketawa lebar dan terbahak "Itu juga mata lu kenape? Jelek tau gak sih lu kalo kaya gitu" lanjut Kevin sambil masih terus terbahak.


"Keviiiiinnnn.......!!!!!!" teriak Boy, papa serta mamanya bebarengan. Joanna ? Jangan tanyakan, dia langsung melempar kotak susunya yang sudah kosong ke arah Kevin dengan mata yang mulai berkaca-kaca lagi. Ia segera berlari ke atas untuk kembali ke kamarnya.


"Bikin masalah lu ahh" kesal Boy pada Kevin yang segera pergi berlari menyusul Joanna ke atas. Dia melihat Joanna duduk di karpet menyender pada ranjang dengan kaki yang di tekuk dan menangis.


Boy pun memposisikan duduk di dekatnya dan mengelus kepala istrinya.

__ADS_1


"Kenapa nangis hmm?" tanya Boy dengan lembut dan baru kali ini Joanna mendengar Boy berkata lembut.


"Apa peduli kamu" jawab Joanna ketus dan membuat Boy menghela napasnya kasar.


"Sabar Boy, sabar... Dia masih di kuasai emosi aja" kata Boy dalam hati. "Kamu kenal Kevin udah lama kan? Kamu tahu dong pastinya kalau Kevin cuma bercanda. Mungkin dia gak mau lihat kamu sedih, jadi dia berniat bercandain kamu" kata Boy dengan lembut. Joanna hanya menoleh sekilas lalu berdiri ingin beranjak pergi. Tapi dengan cepat Boy menarik tangannya hingga ia terjatuh tepat di pangkuan Boy dan tanpa sengaja mengenai si junior yang selalu Boy banggakan bibit unggulnya.


"Awwwwwssshhhhh" desis Boy menahan sakit. Joanna yang menjadarinya akan beranjak dari pangkuan Boy, tapi Boy malah melingkarkan kedua tangannya ke perut Joanna. "Masa depanku Joa sshhh" kata Boy sambil meringis dan membenamkan wajahnya di pundak Joanna dengan posisi ia mendekap Joanna dari samping.


"Salah kamu sendiri kenapa main tarik aja" ketus Joanna karena merasa di salahkan atas insiden itu.


"Iya, iya aku yang salah wes. Tapi ini sakit banget Joa, ntar kalo aku gak bisa nyetak anak yang imut-imut, lucu, ganteng-ganteng dan cantik-cantik gimana coba? Bibit unggul ini Joa" keluh Boy pada istrinya.


"Urusanmu dan... mpppppphhh" belum sampai Joanna menyelesaikan kata-katanya mulutnya sudah di bekap oleh Boy dengan mulutnya. Setelsh dirasa Joanna kehabisan napas, Boy melepaskannya.


"Hah hah hah kamu apa-apaan sih, main sosor aja. Udah kaya soang aja" gerutu Joanna saat Boy sudah melepaskan ciumannya


"Iya, iya aku tahu. Kan habis cerai dari aku, kamu bakalan nikah sama pacar kamu itu" kata Joanna dengan menguatkan hatinya. Boy memundurkan kepalanya dan menangkup pipi Joanna serta menolehkan wajah istrinya ke arahnya.


"Cemburu ya?" goda Boy pada istrinya.


"Gak, ngapain juga cemburu" jawab Joanna dengan ketus.


"Ihh kelihatan loh kalo kamu lagi cemburu" kata Boy masih menggoda Joanna.


"Jadi orang gak usah kegantengan deh, ngapain juga aku cemburu sama cewek kaya dia. Lagian nih ya Boy boboboy, ntar nih ya kalau kita cerai aku bisa nyusulin kak Nathan ke paris trus nikah sama dia lah hahahhaha" kata Joanna santai sambil tertawa tanpa merasa kata-katanya sudah membuat kobaran api di hati Boy.


"Ngomong apa kamu? Nikah sama Nathan? Jangan mimpi.!!! Itu gak akan pernah terjadi!" kata Boy kesal.

__ADS_1


"Kenapa enggak? Kita bakalan cerai, aku free dong" kata Joanna dengan cengengesan.


"Sepertinya aku ngerti gimana caranya biar kamu tetep stay di sisiku" kata Boy dengan senyum smirknya dan mengangkat Joanna ke gendongannya.


"Aaaaaaa Boyyyy...." pekik Joanna karena kaget tiba-tiba Boy mengangkatnya. Boy melempar Joanna ke atas ranjang, dengan menampilkan senyum smirknya lagi dia melepas kaosnya hingga nampak otot lenganya yang kokoh, dadanya yang lebar, pinggang kuatnya yang terpampang nyata dan otot perutnya dengan roti sobek yang berjajar. Joanna yang melihatnya pun kesulitan menelan ludahnya.


"Milikmu Jo, gak usah lihatin kaya gitu. Hapus itu air liurmu" goda Boy sambil merangkak ke atas ranjang. Joanna pun reflek mengusap bibirnya yang sebenarnya tidak mengeluarkan air liur.


"Bo Bo Boy... Kamu mau ngapain?" tanya Joanna sambil memundurkan badannya. Dengan cepat Boy menarik kakinya hingga Boy bisa mengungkungnya.


"Aku mau bikin kamu tetep di sampingku" bisik Boy di telinga Joanna hingga membuat Joanna bergidik ngeri dan jangan lupakan irama jantungnya yang udah kaya roller coaster. Melihat Joanna diam dan malah memejamkan matanya, Boy tersenyum dan mengecup kening Joanna.


Cup Boy mengecup kening Joanna, lalu kedua matanya, lalu turun ke hidung mancung dan mungil milik Joanna dan turun ke bibir Joanna. Memagutnya lama dan dengan penuh perasaan. Dirasa cukup pun ia melepas ciumannya dan merebahkan dirinya di dekat Joanna dengan masih memeluknya.


"Jangan pernah berpikir untuk pergi, ajarkan aku untuk mencintaimu. Aku berjanji akan perlahan meninggalkannya" kata Boy pelan.


"Jangan memaksa jika tak bisa, bukankah kamu yang bilang sendiri jika cinta tak bisa di paksakan?" jawab telak Joanna hingga membuat Boy terdiam. Boy mengarahkan tubuh Joanna ke hadapannya dan memasukkan Joanna ke dekapannya.


"I'm promise Joa, aku akan berusaha untuk hanya dan akan mencintaimu. Aku di sadarkan dengan ayat ini Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah. Jadi aku mau, kamu yang pertama dan terakhir dalam pernikahanku. Maaf Joa jika selama ini aku menyakitimu. Aku akan meninggalkan Sarah untuk kebaikan kita" kata Boy.


Joanna tak mampu menjawabnya, ia malah tergugu dan terisak dalam dekapan suaminya.


"Oppa...." panggil lirih Joanna.


"Hmmm.... Kenapa? Apa kamu tak percaya padaku?" tanya Boy pada istrinya yang masih menangis. Joanna hanya menggeleng untuk menjawab pertanyaan dari Boy. "Mari kita bersua dalam doa, aku selalu melihat kamu berdoa sebelum tidur" ajak Boy pada Joanna. Boy memakai bajunya kembali dan mulai memimpin doa sebelum tidur. Setelah mereka berdoa, mereka merebahkan tubuhnya dengan saling memeluk mencoba sama-sama menyalurkan rasa.


"Oppa..." panggil Joanna lagi pada suaminya yang di jawab dengan deheman oleh Boy. "Yakobus 1:8 oppa"

__ADS_1


Deeeeggg......!!!!


__ADS_2