
Kevin terlihat menghela nafas dalam, ia mengingat perdebatannya dengan Felisha beberapa hari yang lalu yang justru tidak mendapatkan titik temu.
Flashback On
Saat ini mereka sedang berada di rumah Fellisha, lebih tepatnya rumah yang ditinggalkan orang tuanya untuk Felli. Sejenak mereka terlihat mesra, namun semua berubah menjadi sebuah perdebatan antara mereka.
"Sayang, aku ingin segera menikah. Biar aku tenang saat aku ninggalin kamu dirumah. Gak kaya gini, kamu cuma sama pembantu aja. Security pun jauh di depan." ucap Kevin sambil memeluk Felli.
"Ayok nikah kalau gitu hihihi" kata Felli dengan cekikikan.
"Aku serius sayang. Dan mama minta kalau nanti kita nikah, kita tetep tinggal di rumah mama."
"Wahh yang benar?" tanya Felli antusias yang di jawab anggukan oleh Kevin. "Wahh senangnya... Bisa terus bareng Joanna sama mama tiap hari" ucap Felli lagi dengan mata yang berbinar.
"Ya udah kalau gitu kita ngomong ke papa mama biar di bantu mama nyari wo juga, lalu kita minta restu ke papa mama kamu sayang" kata Kevin yang membuat senyum di bibir Felli pudar seketika. Melihat itu, Kevin pun kembali bertanya. "Kenapa? Kamu mau nyari wo sendiri? Kalau kamu mau nyari...."
"Bukan, aku malah seneng kalau mama Vina yang ngurus semuanya. Aku ngerasa dapet apa yang gak pernah aku dapet dari orang tua aku. Masalah restu, mau kita minta ataupun gak pasti sama saja. Karena mau aku gimanapun mereka gak akan peduli"
"Ya tapi kan kita harus bilang ke mereka yang" ucap Kevin lagi.
"Aku gak mau, mereka itu udah bahagia dengan keluarga barunya, udah bahagia dengan anak-anaknya yang sekarang. Aku bukan apa-apa buat mereka." ucap Felli dengan nada yang sedikit tinggi. Mereka pun berdebat mempertahankan ego masing-masing hingga Felli beranjak pergi ke kamar dan mengunci pintunya dari dalam.
flashbak off
"Pa, ma, aku sama Felli memutuskan untuk segera menikah. Tapi Fellinya gak mau aku ajak nemuin orang tuanya" kata Kevin pada orang tuanya.
"Felli, kenapa nak?" tanya papa Danu pada calon menantunya itu.
"Felli rasa tak perlu pa, toh mereka juga bakalan gak peduli" jawab Felli lirih.
__ADS_1
"Fell, sebenci apapun kamu sama mereka, mereka tetap orang tua kamu nak. Jadi mau mereka peduli atau gak, setidaknya kamu sudah membagi kabar bahagia kamu dan memint restu dari mereka. Walaupun nantinya mereka gak akan datang, kami tak masalah. Karena bagi kami, kebahagiaan kamu dan Kevin lebih penting daripada ketidakpedulian mereka" kata papa Danu mencoba memberi pengertian.
"Bener sayang, meskipun orang tua kamu tak peduli yang penting kamu sama Kevin udah datang ke mereka untuk menyampaikan kabar bahagia atas pernikahan kalian. Ingat sayang, disini semua menyayangi kamu. Ada mama, papa, kak Boy dan Joanna, dan juga calon suami kamu sangat sayang sama kamu. Jadi buatlah kasih sayang kami buat menghadapi mereka nak" sambung mama Vina yang membuat Felli menitikkan air matanya dan berhambur ke pelukan calon mama mertuanya itu.
"Makasih ma, makasih buat kasih sayang yang gak pernah Felli dapetin dari mama Felli. Makasih atas nasihat mama dan papa. Felli akan datangi mereka ma, Felli akan menyampaikan kabar pernikahan Felli dan Kevin ke mereka" kata Felli sambils terisak.
"Iya sayang, itu harus. Dan lebih cepat lebih baik, karena mama berencana besok akan menghubungi wo yang mama pakai saat pernikahan Boy dan Joanna. Mama sama papa tadi udah bicara empat mata dan memutuskan jika pernikahan kalian akan kita gelar bulan depan." ucap mama Vina. Dan di saat mereka meneruskan obrolan tentang keberangkatan Kevin dan Felli, tiba-tiba Joanna beranjak dari sofa dan berjalan ke arah dapur. Membuat mereka semua terheran dan terbengong dengan tingkahnya.
"Ngab, bini lu tuh. Malah bengong lu, cepet susulin sana" ucap Kevin menyadarkan Boy dari bengongnya. "Ck gak yang laki gak yang perempuan sama-sama membagongkan" ucap Kevin lagi hingga membuat semua tertawa.
Saat sampai dapur, Joanna membuka kulkas. Ia mengambil sepiring chesse cake yang masih ada lalu membawanya ke meja makan dan menikmati cake tersebut.
"Sayang, kamu lapar?" tanya Boy yang dijawab anggukan oleh Joanna karena mulutnya masih penuh dengan makanan. "Kamu lapar lagi?" tanya Boy kembali.
"Iya, kan yang makan bukan aku doang. Ada anak kamu di dalam perut aku. Dua tuyul malahan" jawab Joanna sambil terus menikmati cakenya.
"Cih, anak aku itu yang. Enak aja nyebut mereka tuyul" kesal Boy pada Joanna karena menyebut kedua anaknya tuyul.
"Ya ampun yang, itu juga udah habis chesse cake sepiring yang" kata Boy sambil menunjuk piring di depan Joanna dengan dagunya.
"Aku kepingin bakso yang, bakso itu yang ada macam-macam isinya itu loh yang ada deket kantor kamu" kata Joanna.
"Emang masih buka jam segini? Kalau masih buka ayo kita lets go" ajak Boy pada istrinya. Mereka berdua pun akhirnya berjalan keluar dengan Joanna yang lagi-lagi meminta gendong Boy.
"Nah apa lagi ini?" celetuk Kevin saat melihat Joanna yang sedang di gendong Boy. Papa Danu, mama Vina, dan Felli pun menoleh ke arah Joanna dan Boy hingga mereka mengeluarkan tawa karena mereka berpikir pasti Joanna nyidam makanan lagi.
"Kalian mau kemana?" tanya papa Danu.
"Mau beli bakso yang di dekat kantor Boy pa, ini dua tuyul dan emanknya tuyul lagi kepingin bakso pa" jawab Boy yang membuat mereka semua yang ada di sana terkekeh.
__ADS_1
Pletaaakkk Joanna menyentil kepala belakang Boy cukup keras. "Aduuhh gak sopan kamu sama suami. Aku turunin nih" ucap Boy kesal karena ulah Joanna.
"Maaaa, paaaaaa, Boy nakal nih" teriak Joanna di dekat telinga Boy.
"Woyy budek kupingku Ale Ale Jeruk, ya udah gak usah beli bakso aja kalau gitu" ucap Boy dengan menurunkan Joanna dari gendongannya. Lalu ia berdiri sambil bersedekap dada kesal akan tingkah istrinya. Namun Joanna bukannya marah malah melenggang keluar dan mencari Anton untuk mengantarkannya. Mereka pun melongo melihat Joanna yang terkesan cuek dengan Boy.
"Hahahahhaa kasian deh lu" kata papa Danu mencibir putra sulungnya itu.
"Bang Boy, sing sabar yak hehehehehe" ucap Felli terkekeh seakan mengejek.
"Hahahhahaha rasain tuh, makanya jangan berani-berani lawan bumil. Siap-siap aja deh kamu nanti bobok di luar hahahahha" ucap mama Vina dengan nada menjengkelkan.
"Karma tuh lu kak, dulu lu cuek kan ke dia, sekarang giliran lu di cuekin. Pasti minta anter oppa Aan tuh dia hahahahha" kata Kevin mengolok kakaknya.
"Oppa Aan siapa Vin?" tanya mama Vina yang mewakili penasaran suami dan calon menantunya.
"Tanya aja tuh sama si Kak Boy hihihi" jawab Kevin dengan cekikikan. Mama Vina pun memandang ke arah Boy seakan meminta jawaban.
"Anton ma, kata Joanna dia kaya guk guk siapa tuh" jawab Boy malas.
"Seo In Guk bang Boy" ucap Felli membenarkan ucapan Boy.
"Nah itu guk guk itu" kata Boy kembali.
"Ngawur kamu, anak pak Ali itu Boy. Tapi memang sih mama lihat si Anton itu emang ganteng kaya aktor korea sih. Kalay nganterin Joanna pasti di kira suaminya hahahhaha, ya kan pa, Vin, Fell?" ucap mama Vina yang ternyata malah membakar cemburu Boy.
"Astagaaaa.... Dia pasti beneran minta anter Anton" kata Boy berlari ke depan saat mendengar bunyi mesin mobil yang berjalan. Dan ternyata benar, istrinya benar-benar pergi di antar Anton. Dia pun bergegas berlari ke dalam untuk berpamitan pada papa mamanya.
"Benar-benar pasangan yang membagongkan ckckckck"
__ADS_1
BERSAMBUNG......