
Mama Vina dan Kevin menoleh ke sumber suara. Ternyata Felli dan Richard yang datang di hari libur ini. Ada perubahan raut tak suka di wajah Kevin yang tak ia sadari telah di lihat mamanya.
"Pacar kamu Rich?" tanya mama Vina pada Richard.
"Maunya sih gitu tan, tapi ya Felli udah ada hati yang lain" jawab Richard sambil melirik Kevin.
"Apa lu lihat-lihat" ketus Kevin saat melihat Richard melirik ke arahnya.
"Woottsss santai bosss..... Main gak nih, mumpung aku lagi seneng ini hehehehe"
"Kuy.." jawab Kevin singkat.
"Felli, yuk ikut tante ke dapur. Bantu tante bikin camilan mau?" ajak mama Vina pada Felli.
"Boleh tante" jawab Felli malu-malu. "Camer nih gaess, gak boleh malu-maluin lah gue hihihihi" batin Felli sambi senyum-senyum gak jelas.
"Felli dirumah sering masak?" tanya mama Vina sambil membuka lemari dapur mencari bahan untuk camilan.
"Kebetulan aku suka masak tan, jadi kalau makan sih lebih suka masak sendiri" jawab Felli sopan.
"Oh ya? Sama dong kaya tante"
"Kita mau bikin apa nih tan?" tanya Felli antusias.
"Kita bikin cheese cake sama cilok isi ayam sama cireng aja deh. Kamu doyan kan?"
"Felli apa aja doyan sih tan, tapi kalo suruh milih di antara makana 3 tadi sih Felli pilih cilok sama cirengnya hehhehhe" jawab Felli dengan senyum mengembang.
"Wahh sama kaya Kevin sama mantu tante dong. Sukanya cilok sama cireng"
Mereka pun membuat camilan di selingi dengan canda tawa dan obrolan ringan. Sampai mereka di kagetkan dengan suara seseorang yang baru saja turun dan keluar dari kamarnya.
"Ciiee mama, udah akrab aja nih sama calon mantu" suara Joanna mengagetkan keduanya.
"Apaan sih lu Jo ihh..." protes Felli yang di bikin malu oleh Joanna. Mama yang mendengar cuitan Joanna pun nampak memandang Joanna dengan penuh tanya.
__ADS_1
"Ini loh ma, Felli tuh sebenernya mmmppp" belum sempat Joanna menyelesaikan kata-katanya, mulutnya udah di bekap oleh Felli.
"Kamu pacar Kevin?" tanya mama Vina pada Felli hingga Felli melepas bekapan tangannya di mulut Joanna dan bingung akan menjawab apa pada mama Vina.
"Ehh anu tan, bukan. Felli bukan pacarnya Kevin" jawab Felli sambil nunduk.
"Iya ma, belum jadi maksudnya. Orang Kevin gak peka kalau Felli cinta mati sama dia"
"Gak usah dengerin Joanna tan" pinta Felli pada mama Vina.
"Nah ini nih biangnya gak peka" kata mama Vina saat Boy masuk ke dapur untuk mengambil minum di kulkas.
"Apaan sih ma, bawa-bawa Boy segala" protes Boy pada mamanya.
"Adik kamu tuh Boy, di demenin ini Felli malah gak peka.
"Ya kan cinta gak bisa di paksakan ma" jawab Boy santai namun mampu membuat hati Joanna dan Felli bertalu-talu seperti tertusuk pisau tajam. Joanna pun lekas beranjak dari dapur, ada rasa sakit yang menyeruak dalam hatinya.
"Awwww..." teriak kecil Felli saat tangannya terkena pisau saat mengiris daun bawang.
"Santai aja lagi, gak usah terlalu di pikirin. Apalagi kamu sama Kevin belum terikat apa-apa kan" kata Boy sambil pergi dari dapur.
"Gapapa tan, cuma luka kecil aja kok" jawab Felli masih sambil tersenyum.
"Ya udah kita ke ruang keluarga aja yuk, ini biar di lanjut bi Mar. Tinggal bikin cilok aja kan ini" ajak mama Vina pada Felli.
"Nanggung tan, tinggal dikit aja kok. Felli selesein aja deh. Tante bawa cireng sama cheese cakenya ke dalam aja tan. Felli gapapa kok disini sendiri" kata Felli yang ingin menyelesaikan pekerjaannya.
Mama Vina pun akhirnya menuruti apa kata Felli. Ia masuk ke dalam dan membawa camilan yang sudah selesai di buat.
"Kamu disini dulu ya, aku mau keluar nemuin Sam" kata Boy saat sudah menghampiri Joanna di dekat kolam. Tapi yang di dapat bukan jawaban, namun hanya diam dalam lamunan yang di dapat Boy. "Joa, heii" panggil Boy sambil memegang pundak Joanna hingga membuat Joanna kaget.
"Ehh Boy, sejak kapan disini" tanya Joanna mencoba untuk tersenyum.
"Aku mau ketemu Sam, kamu disini dulu. Nanti aku jemput" kata Boy lagi karena tadi saat dia pamit Joanna tak menanggapinya.
__ADS_1
"Nanti aku bisa pulang sendiri kan, atau gak bisa minta anter Kevin atau bareng Richard" kata Joanna tanpa melihat ke arah Boy.
"No.... Kamu harus tunggu aku pulang" tolak Boy akan ide istrinya itu.
Sepeninggal Boy, Joanna masuk ke dalam dan bergabung dengan mama Vina, Kevin, dan Richard. Joanna merasa ada yang kurang di sekitarnya itu.
"Ma, Felli mana?" tanya Joanna pada mama Vina.
"Felli masih di dapur sayang" jawab mama Vina. Baru saja Joanna akan beranjak menyusul Felli ke dapur, tapi Felli sudah muncul dengan membawa cilok bikinannya. Felli meletakkan ciloknya di meja dekat Kevin dan Richar bermain ps.
"Ahh udahan gue Vin. Pengen makan gue" kata Richard sambil beranjak dan duduk di dekat Felli.
"Ambilin dong Fell ciloknya" pinta Richard dengan nada sedikit manja. Berniat menggoda Kevin.
"Kalah gercep nih wooyy" kata Joanna sambil mencomot cireng di depannya.
"Ambilin gue sekalian Fell" pinta Kevin juga yang di angguki oleh Felli.
"Bisa minta baik-baik kan Vin" mama Vina mengingatkan anak bungsunya itu.
"Rich, habis ini bisa antar aku pulang kan?" tanya Felli pada Richard yang sedang asyik mengunyah ciloknya.
"Kok buru-buru pulang sih nak, padahal kan mama pengen deket sama calon mantu mama loh" kata mama Vina membuat Kevin tersedak dan batuk-batuk. Dengan sigap Felli pun berlari ke dapur mengambilkan air putih untuk Kevin.
"Heh Empin, masih gak peka lu sama perasaan Felii?Lunggu dia pergi terus lu baru akan sadar gitu?" cerocos Joanna yang kesal akan sikap Kevin.
"Kalau lu gak mau, gue mau kok sama Felli" celetuk Richard yang membuat Kevin menatapnya tajam.
Felli pun kembali dan menyodorkan air putih untuk Kevin. "Thanks" kata Kevin singkat. Felli kembali duduk di posisinya semula.
Mereka pun ngobrol kesana kemari dan bercanda banyak hal. Hingga papa Danu pun terlihat keluar dari kamar setelah beristirahat sepulang dari kondangan.
"Asyik banget sih, apa yang di obrolon nih. Boleh dong papa gabung" kata Danu menyela obrolan mereka.
"Sini pa, ini loh kita bakal dapet mantu lagi loh pa" kata mama Vina dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Oh ya, Kevin udah move on nih dari Raisa?" tanya papa Danu yang seketika membuat hening ruangan itu.
"Paaaa......."