
Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Joanna semakin sering di hantui mama Vina. Sang calon mertua sering mengajaknya untuk bertemu dan membujuk Joanna untuk tinggal bersama mengingat Joanna sudah tak punya siapa-siapa. Bahkan keluarga dari papi maupun maminya pun Joanna tak pernah tahu karena sejak kecil papi dan maminya tak pernah sekalipun mengajak Joanna menemui keluarganya.
"Sam, tolong panggilkan Joanna untuk segera kesini" titah Boy pada Sam.
"Maaf tuan, Joanna siapa ya tuan?" tanya Sam karena tak tahu siapa itu Joanna.
"Haaahhh... Joanna Alexandra, staf divisi keuangan" jelas Boy.
"Baik tuan"
Sam pun langsung menghubungi kepala divisi keuangan untuk menyampaikan perintah bossnya. Hingga beberapa lama suara ketukan pintu terdengar di telinga Boy dan Sam yang sedang merapikan tumpukan berkas.
"Duduk" perintah Boy dan Joanna langsung mengambil tempat duduk di depan Boy. "Sam, kau bisa kembali ke ruanganmu sekarang. Ada hal penting yang akan saya bahas dengan dia"
"Ehmm baik tuan"
Sam segera kembali keruangannya, kini tinggal Boy dan Joanna yang ada di ruangan tersebut. Tanpa rasa malu, Joanna terus memperhatikan Boy yang masih sibuk menanda tangani beberapa berkas.
Sadar di perhatikan oleh Joanna, Boy pun mendongakkan wajahnya untuk melihat Joanna yang masih terpaku akan pesona ketampanan seoarang Boy.
"Ya ya ya aku tahu aku tampan dan kadar ketampananku melebihi kadar emas murni, jadi apa kau sudah puas memandang wajah tampanku ini?" suara Boy membuyarkan imajinasi Joanna yang sedari tadi berkelana saat memandang wajah tampan Boy.
"Oppa, astaga.. Kau memang tampan, tapi masih tampan Taehyungku" jawab Joanna dengan membanggakan idolnya karna dia adalah bias dari Taehyung.
"Jangan panggil aku seperti itu" kata Boy dengan jengkel karena telinganya merasa gatal saat dia mendengar Joanna memanggilnya oppa. "Kau kira aku kakek-kakek, seenaknya kau panggil seperti itu" protes Boy yang tak tahu arti dari oppa.
"Issshh... tuan Boy yang tampan tiada tara, anda itu memang kurang up to date ya. Oppa itu artinya kakak tau gak sih, ihhh bikes deh"
"Jangan membodohiku"
"Siapa yang membodohimu, kalau gak percaya coba saja cari artinya di laman pencarian" sungut Joana kesal. "Jadi untuk apa aku dipanggil kesini tuan?"
Tanpa menjawab pertanyaan Joanna, Boy mengambil sesuatu di dalam laci meja kerjanya dan menyodorkannya pada Joanna. "Tanda tangani itu, cepat!" perintah Boy pada Joanna.
"Apa ini oppa?"
"Baca, punya mata kan?"
__ADS_1
"Dua mata saya, hidung saya satu, dua..." ettddahh malah nyanyi lu Joanna, bikin Boy ngamuk aje lu. Belum selesai Joanna menyelesaikan lagunya Boy sudah menyela terlebih dahulu.
"Gue nyuruh lu baca, bukan nyanyi Joa" kesal Boy pada Joanna.
"Kontrak pernikahan..." Joanna mengerutkan alisnya dan melihat kearah Boy tanda meminta penjelasan.
"Ya lu baca dong, apa iya gue harus jelasin satu persatu poinnya?"
"Gak, maksudnya apa sih? Kenapa harus ada kontrak nikah kaya gini coba?" ada rasa nyeri di hati Joanna saat tahu bahwa Boy tidak bisa menerima perjodohan ini.
"Gue emang gak bisa nerima perjodohan ini" jujur Boy to the point pada Joanna. "Gue gak kenal lu, gue gak cinta sama lu, dan gue udah punya wanita pilihan hati gue"
Deg..!! hati Joanna ngilu mendengar penuturan Boy bahwa calon suaminya sudah memiliki kekasih. Dia merasa bersalah telah menyetujui perjodohan ini.
Joanna hanya diam dan bergegas membaca isi dari kontrak pernikahan tersebut.
Huufffttt Joanna tampak menghela napas panjang.
"Bagaimana kalau gak usah ada kontrak kaya gini" kata Joanna lirih namun masih bisa ditangkap oleh telinga boy. Baru saja Boy akan membuka mulut untuk menjawab perkataan Joanna, tapi mulut mungil Joanna sudah kembali mengeluarkan suaranya. "Aku akan bicara dengan tante Vina, aku akan mengatakan bahwa aku menolak perjodohan ini. Dengan begitu kita tidak perlu melakukan kontrak pernikahan itu"
Sejenak Joanna terdiam dan sedikit berpikir dengan langkah dan keputusan apa yang akan dia ambil.
Dengan yakin dia meraih bolpoin yang di pegang Boy hingga membuat Boy sedikit kaget. Dengan pasti Joanna menanda tangani surat perjanjian tersebut.
"Oppa, aku sudah menanda tanganinya. Aku sudah memutuskan untuk mengejar oppa agar pernikahan ini tak sia-sia dan berakhir dengan perceraian dan juga surat perjanjiannya suatu saat akan iki musnahkan" semangat Joanna dengan keputusannya.
"Jangan terlalu berharap, pernikahan ini hanya 1 ½ tahun saja. Dan juga sudah ku katakan bahwa aku sudah memiliki kekasih" kata Boy datar.
"Sudah kan? Jika tak ada yang akan dibicarakan lagi, aku akan kembali keruanganku sekarang" pamit Joanna dengan beranjak dari duduknya dan berjalan keluar. Namun saat berada di depan pintu, Joanna menghentikan langkahnya hingga membuat Boy bertanya padanya.
"Ada apa? Kenapa lagi?"
"Oppa..." panggil Joanna.
"Hmmmm"
"Oppa saranghae" jawab Joanna dengan menyilangkan jari telunjuk dan ibu jarinya. "Bye oppa" lanjut Joanna lalu segera keluar dari ruangan Boy dan kembali ke ruangannya sendiri. Boy yang melihat kelakuan Joanna hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah konyol calon istrinya itu.
__ADS_1
Tuan muda dan nona Joanna melakukan kontrak pernikahan selama 1 ½ tahun nyonya, tapi nona Joanna berkata bahwa dia akan mengejar tuan muda dan mempertahankan pernikahannya. isi pesan yang di terima mama Vina dari mata-matanya yaitu Sam.
Baik, awasi terus si bocah tua nakal itu Sam. balas Mama Vina pada Sam.
"Gimana ? Di marahin karena apa lu sama si boss?" tanya Sasya, teman sedivisi Joanna yang kepo karena Joanna lumayan lama berada di ruangan Boy.
"Lebih dari di marahi Sya" jawab Joanna malas.
"Lu gak di pecat kan?" tanya Sasya lagi yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Joanna.
Sasya yang merasa Joanna tak ingin membahasnya pun akhirnya diam dan kembali berkutat dengan pekerjaannya.
"Joanna, bisa keruangan saya sebentar?" suara Raka di depan pintu ruangannya yang membuat semua mata melihat ke arahnya. Tanpa menjawab, Joanna langsung berjalan dan masuk keruangan Raka.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Joanna setelah duduk di depan Raka.
"Hmmm tidak ada Jo, saya hanya ingin mengajak kamu makan malam saj nanti setelah pulang kantor" jawab Raka dengan sedikit ragu.
"Yakin bapak mau ngajak saya makan?" tanya Joanna yang di jawab dengan anggukan oleh Raka. "Bapak gak takut bangkrut ngakin saya makan? Saya makannya banyak loh pak"
"Hahahaha gak lah Jo, meskipun makan kamu banyak, aku gak akan jatuh miskin dengan seketika Jo"
"Hmmm baiklah, rejeki gak boleh ditolak kan hehheh" jawab Joanna dengan cengengesan dan menggaruk belakang kepalnya yang tidak gatal. Melihat itu Raka hanya tersenyum saja dan setelah Joanna menyetujui ajakannya, Raka menyuruh Joanna kembali ke tempatnya.
Baru juga Joanna duduk, terdengar suara seseorang yang begitu di kenalnya.
"Mampus, bakal gempar kantor hari ini dah" batin Joanna.
"Joanaaaaaa.....'
Hayooo kira-kira siapa ya yang manggil si Joanna ??
Yuk tetep pantengin cerita aku ya...
Jangan lupa like dan vote serta dukungannya.
Gamsa gaeyo 😘😘
__ADS_1