Cinta Joanna

Cinta Joanna
Joanna Yang Bikin Kesal


__ADS_3

Dua bulan kemudian, sejak Kevin membawa Felli kerumah dan mengatakan keseriusannya tentang hubungannya pada kedua orang tuanya, hubungan Kevin dan Felli makin erat. Kevin pun juga sudah menyiapkan lamaran untuk Felli, namun tanpa sepengetahuan Felli. Karena ia akan memberikan surprise. Begitupun Boy dan Joanna hubungannya pun juga bertambah hangat. Seperti saat ini, mereka sedang berbagi rasa dan bergumul di atas ranjang.


"Sayang cepetan dong, akhhh akhh... Aku udah laper banget kepengen makan bakmie mang Karni" kata Joanna dengan terengah saat Boy memompanya.


"Bentar lagi sa..yangg asshh" jawab Boy dengan sedikit mend*sah karena kenikmatan yang ia ciptakan sendiri.


"Ahh lama, daritadi cuma bentar lagi mulu. Minggir ahh, aku laper" kata Joanna sembari mendorong Boy kasar hingga Boy mau tak mau mencabut senjatanya yang masih tertanam sempurna. Ia bingung terhadap Joanna, karena tak biasanya istrinya seperti ini. Apalagi akhir-akhir ini istrinya itu nafsu makannya bertambah besar. Contohnya saat ini, saat mereka sedang ninaninu tiba-tiba Joanna mendorong dadanya kasar hanya karena lapar dan ingin makan bakmie mang Karni.


"Ayo anterin aku cepet, ntar keburu habis" ajak Joanna pada suaminya yang masih cengo dan memandang kemalangan nasib rudal kebanggaannya. Melihat suaminya tak bergerak, membuat Joanna kesal. Ia lalu berjalan ke arah pintu dan berniat akan meminta Kevin mengantarkannya membeli bakmie. "Ya udah aku minta Kevin buat anterin aja, kamu kan emang gitu. Dulu aja kalau Sarah minta anter kemana-mana langsung aja di anter. Sekarang aku yang minta gak mau anter, emang kamu itu dasarnya gak cinta sama aku" omel Joanna lalu keluar dan membanting pintu kamarnya.


Melihat istrinya marah, Boy bergegas memakai bajunya dan menyusul sang istri yang sudah berdiri di depan kamar adiknya.


"Baby heii, ayo aku anter sekarang" bujuk Boy yang tahu jika istrinya sedang merajuk.


"No, aku mau minta anter Kevin aja. Nanti aku nyusahin kamu lagi"


"Heii mana ada sih kamu nyusahin aku, kan kamu istri aku sayang" kata Boy lembut. Sedangkan Kevin yang mendengar ribut-ribut di luar kamarnya pun segera keluar dsri kamarnya.


"Kalian ini kenapa sih hah? Apa kurang setiap malam kalian mencemari pendengaranku dengan des*han kalian yang saling bersahutan itu? Sekarang malah berantem di sini" gerutu Kevin karena kesal dengan tingkah kakak dan istrinya itu.


"Empin... Hiks hiks hiks" panggil Joanna dengan memegang lengan Kevin dan juga menangis.


"Astaga Tuhan.... Drama apa lagi ini, pe**rasaan gue kagak enak" batin Kevin dalam hati.


"Dia jahat Mpin" kata Joanna sambil menunjuk ke arah suaminya. "Dia gak cinta sama aku, dia gak mau nganterin aku. Beda kalau Sarah yang minta, dulu kalau ceweknya itu minta anterin dia langsung berangkat." adu Joanna pada Kevin.

__ADS_1


"Nah itu kan udah mau di anterin sama laki lu Ale" kesal Kevin pada Joanna.


"Dia mau nganter juga paling gak mau di salahin sama mama juga" ucap Joanna dengan cemberut. "Ya udah deh, kalian emang gak ada yang sayang sama aku" kesal Joanna dengan menghentakkan kakinya lalu kembali ke kamarnya. Sedangan Boy dan Kevin yang bingung pun hanya saling pandang.


"Istri lu kenapa sih kak?" tanya Kevin yang heran dengan sikap Joanna yang tak biasa itu.


"Mana gue tahu" kata Boy sambil mengendikkan bahunya dan berlalu dari hadapan Kevin.


Boy memutuskan untuk kembali ke kamar setelah dia mengambil air minum di dapur. Saat ia memasuki kamar, ia melihat istrinya sedang bersandar di ranjang dan memegang ponselnya.


"Sayang...." panggil Boy lirih dan was-was, takut istrinya merajuk lagi.


"Hmmmm" jawab Joanna singkat.


"Kamu lagi apa?" tanya Boy juga dengan penuh kelembutan dan hati-hati.


"Kamu masih laper gak? Yuk kita beli makan" kata Boy lagi.


"Gak, aku udah gak laper. Lagian kamu mau bikin aku gendut ya jam segini ngajakin makan" kata Joanna dengan bersungut dan nada kesal.


"Tuh kan, salah lagi gue" gumam Boy dalam hati sambil ia menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


"Sayang...." panggil Joanna yang tak di sahuti oleh Boy. "Sayang... Boy" tetap tak ada sahutan. "Bo Bo Boy...!!" panggil Joanna dengan sedikit teriak hingga membuat Boy kaget dan menoleh ke arahnya. "Kamu lagi mikirin apa sih? Aku panggil-panggil dari tadi diem aja" kesal Joanna karena panggilannya di abaikan oleh suaminya.


"Iya sayang, maaf. Aku gak mikirin apa-apa kok. Aku cuma mikir nih gimana caranya biar istriku yang cantik dan seksoy ini gak marah-marah lagi" jawab Boy dengan senyuman tampannya. Joanna merentangkan kedua tangannya, tanda ia mau di peluk oleh Boy.

__ADS_1


"Sayang peyuk" pinta Joanna dengan manja. Boy pun naik ke ranjang dan segera memeluk Joanna, ia takut Joanna kembali merajuk. "Ayok bobok, tapi kamu tetep peluk aku ya"


"Yes my princess" jawab Boy lalu mengecup kening istrinya. "Nice dream baby, love you" lanjut Boy lalu ia juga menutup matanya untuk mengarungi mimpi bersama istrinya.


Pagi hari di dapur sudah di hebohkan dengan Joanna, ia ingin memasak namun saat ia mencium bumbu masak malah mual dan ingin muntah.


"Nyonya muda, biar bi Mar aja yang terusin ya. Kelihatannya anda kurang sehat" kata bi Mar mengambil alih dapur.


"Ya udah kalau gitu aku mandi dulu ya bi" kata Joanna yang di iyakan oleh bi Mar.


Saat ia masuk kamar, terdengar gemericik air di dalam kamar mandi. Joanna lekas menyiapkan baju untuk suaminya. Namun bukan baju kerja yang ia siapkan, melainkan baju santai. Lima belas menit kemudian Boy terlihat keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan ke pinggangnya. Joanna yang melihatnya terlihat susah menelan salivanya, badannya tiba-tiba terasa panas, dan tangannya tiba-tiba ingin menyentuh otot-otot perut suaminya.


"Sayang, baju gantiku mana?" tanya Boy yang terlihat bingung mencari baju kerjanya.


"Hari ini gak usah ke kantor ya, temeni aku dirumah" kata Joanna dengan memeluk Boy erat.


"Apalagi ini, kalau aku tolak pasti dia marah-marah. Yang ada gue gak dapet jatah ninaninu. Tapi hari ini ada rapat direksi huuufffttt" batin Boy yang bingung akan mengambil keputusan apa.


"Kamu gak mau nemenin aku?" tanya Joanna dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Hmmm anu, iya aku temenin ya. Aku telpon Sam dulu biar urus semuanya" kata Boy yang di angguki oleh Joanna. Boy lantas menghubungi Sam di balkon dan meminta membatalkan rapat direksi hari ini. Tapi saat ia kembali, ia mendengar suara orang muntah-muntah.


Hooeekkk hoooekk hooeekkk......


Duh kenapa tuh muntah-muntah ya... Maaf ya kalau episodenya gaje. Lagi bingung nih, soalnya di recokin si bocil.. Tetep dukung aku ya.. Like, komen, vote, dan masukkan ke favorit kalian ya..

__ADS_1


Saranghae 😘😘


__ADS_2