
"Pagi semua" sapa Joanna pada semua yang ada di meja makan. Dia menyapa semuanya dengan senyum yang merekah, kecuali dengan Kevin. Ia masih merasa kesal dengan Kevin, sehingga ia sedikit cuek dengan Kevin.
"Ale Ale jeruk, maafin aku ya. Aku gak maksud..." ucap Kevin belum selesai namun sudah di sahut oleh Joanna.
"Gak maksud apa? Kamu tuh kebangetan ya, di dalam sini tuh ada bibit unggul dari kakak kamu. Dia yang udah bikin aku kaya gini, seenaknya kamu ngatain aku ikan buntal. Kamu kira aku gak perasaan apa hah? Coba nanti kalau Felli hamil dan ada orang lain yang ngatain dia kaya gitu gimana coba perasaan kamu sebagai suami" cerocos Joanna panjang lebar.
"Iya iya gue minta maaf ya Ale." pinta Kevin pada Joanna.
"Makanya punya mulut tuh kalau ngomong di filter, jangan asal jeplak aja" ucap Boy sambil menikmati sarapannya.
Acara sarapan pagi itu pun di isi dengan perminta maafan Kevin pada Joanna. Meskipun mengomel ngalor ngidul, Joanna tetap memafkan Kevin. Saat ini Joanna sedang menemani Felli untuk perawatan tubuh dan wajahnya. Tentunya ia juga melakukan perawatan juga.
Selesai dari salon, Felli mengajak ke restoran korea langganan mereka. Joanna terlihat memesan banyak makanan, karena setibanya disana ia merasa perutnya kosong. Ia makan seperti orang yang kelaparan membuat Felli melongo dan terbengong.
"Udah kenyang?" tanya Felli saat Joanna menghabiskan daging terakhirnya.
"Udah, tapi nanti pulang dari sini beli cheese cake dulu ya"
"Ash you wish Joannaku" kata Felli pada sahabatnya itu.
Saat mereka asyik mengobrol, tiba-tiba ada suara yang terdengar memanggil Joanna. Joanna pun menoleh ke sumber suara dan matanya seketika membola. ternyata yang memanggil Joanna adalah Sarah. dan yang lebih mengejutkan lagi, Sarah datang bersama Nathan.
"Kak Nath, Sarah. Kalian?" tanya Joanna bingung.
"Hai Jo, aku sekarang kerja di kantor pak Nathan Jo. Jadi kamu tak perlu khawatir kalau Boy menemuiku" goda Sarah pada Joanna.
"Astaga Sarah, please jangan sebut nama dia. Dia itu udah kaya bapaknya tuyul tahu gak sih. Tiba-tiba saja muncul dimana-mana. Aku gak mau kalau sampai dia mengganggu me time ku" ucap Joanna yang membuat semua terkekeh mendengarnya.
"Nah kan, benar kata kamu Jo. Itu bapaknya duo tuyul datang kan" tunjuk Felli pada Boy yang sudah masuk ke dalam restoran itu.
"Kamu ngasih tahu dia kalau kita disini?" tanya Joanna pada Felli.
"Bukan aku yang ngasih tahu, tapi kamu yang lupa gak matiin gps hp kamu" jawab Felli kesal.
__ADS_1
"Boy..." sapa Sarah pada Boy yang melewatinya.
"Hai Sar, apa kabar?" jawab Boy yang sudah duduk di dekat Joanna.
"Puji Tuhab baik Boy, boleh kita gabung?" tanya Sarah pada Boy.
Boy pun melihat ke arah Joanna, tanda ia meminta pendapat istrinya itu. "Ayo duduk aja Sar, kak Nathan. Kalau rame lebih asyik" sahut Joanna mempersilahkan Sarah dan Nathan duduk.
Mereka pun memesan menu paket jumbo di restoran itu. Saat makanan datang, terlihat mata Joanna berbinar. Lagi-lagi ia ingin menyantap makanan Korea tersebut.
"Anak-anak daddy udah makan?" tanya Boy sambil mengelus perut Joanna yang terlihat membuncit.
"Beuhh bukan lagi kak, emaknya udah makan banyak beut" jawab Felli yang membuat Joanna menyengir.
"Kamu mau lagi?" tanya Boy pada Joanna yang dijawab anggukan oleh istrinya. Boy pun tersenyum dan menyuapkan makanannya pada Joanna.
"Dulu dia tak pernah seperti itu saat bersamaku" batin Sarah saat melihat begitu sayangnya Boy pada Joanna.
"Aku turut berbahagia atas kebahagiaanmu Anna" batin Nathan yang melihat Joanna diperlakukan seperti ratu oleh Boy.
"Iya mas" jawab Sarah lalu memasukkan makanan di hadapannya ke mulutnya.
"Gue cabut dulu ya, si Kevin udah jemput gue ke depan nih." pamit Felli pada semuanya. "Selamat reunian para mantan yak kakak-kakak heheheheh" ucap Felli lagi lalu segera berlari keluar restoran.
Mereka berempat saling pandang dan sesaat kemudian tiba-tiba Joanna tertawa terbahak namun lirih. "Kamu kenapa sayang tiba-tiba tertawa seperti itu" tanya Boy pada istrinya yang tiba-tiba tertawa.
"Bener kan ya kata Felli, kita berempat tuh para mantan loh" ucap Joanna masih dengan kekehannya.
"Iya iya yang udah bahagia, puas-puasin ketawa deh" ucap Sarah dengan mulut cemberut.
"Jangan gitu, jelek" kata Nathan sambil mencubit mulut Sarah yang cemberut.
"Cieeee kak Nath cieee... Kalian berdua cocok loh, ngomong-ngomong ketemu dimana sih?" tanya Joanna yang jiwa kekepoaannya mulai datang.
__ADS_1
"Gereja" jawab Nathan dan Sarah bersamaan.
"Ciie kompakan nih" goda Joanna lagi pada Nathan dan Sarah.
"Udah nikah aja sana, biar bahagia" ucap Boy datar dengan tetap menikmati makanannya.
"Ngawur kamu Boy, emang nikah segampang itu apa" kesal Sarah pada Boy.
"Ya kan nikah enak Sar, buktinya aku udah nyiptain dua tuyul di sini" ucap Boy sombong dengan mengelus perut Joanna.
"Nath, masak kamu gak tertarik sama dia?" tanya Boy yang hanya dijawab dengan senyuman oleh Nathan.
"Bukannya gak tertarik Boy, cuma..."
"Jangan bilang kamu belum bisa lupain Joanna" sela Boy atas ucapan Nathan.
"Bukan Boy, justru dia yang belum move on dari kamu kayanya." jawab Nathan.
"Isshh kenapa bawa-bawa dia sih. Aku kan sudah bilang jika aku ingin lebih dekat dengan Tuhan dulu, karena selama ini aku sudah lupa akan Tuhan." ucap Sarah membela diri. "Oh ya Boy, makasih ya atas nasehat kamu dulu yang mengingatkan aku dan menyuruh aku untuk lebih dekat dengan Tuhan dan selalu bersua dalam doa"
"Bukankah kita harus saling mengingatkan" jawab Boy datar.
"Ohh so sweetnya suami aku, Bo Bo Boyku" ucap Joanna tiba-tiba dan memeluk Boy dari samping.
"Hmmm mulai deh" gerutu Sarah saat melihat mereka bermesraan di depannya.
"Kamu mau juga di peluk kaya gitu? Sini aku peluk, biar mesra kaya mereka" kata Nathan menggoda Sarah.
"Isshh modus banget sih mas" jawab Sarah lalu memasukkan makanannya lagi ke mulutnya.
"Sar, kak Nath itu baik loh. Jadi kamu gak perlu khawatir tak bahagia sama dia. Karena dia bukan tipe laki-laki yang menyakiti wanitanya. Kalaupun nanti dia nyakitin kamu, aku yang akan maju duluan untuk membela kamu, aku akan menghajarnya sampai babak belur heheheh" ucap Joanna dengan kekehan sombongnya.
"Memang kamu berani yang sama Nathan? Badannya gede kaya gitu, sedangkan kamu kecil kaya gini" tanya Boy oada Joanna.
__ADS_1
"Hahahhahah ya kamu lah yang aku suruh buat hajar dia" jawab Joanna yang membuat Boy berdecak kesal. Bagaimana bisa istrinya mengumpankan dia untuk menghajar Nathan.
BERSAMBUNH.......