
Hari ke dua mereka di Bali, mereka sama-sama melakukan sesi photoshoot. Jika pasangan Boy dan Joanna melakukan photoshoot untuk maternity, pasangan Kevin dan Felli melakukan sesi foto prewedding. Kevin dan Felli memilih pantai untuk photoshoot prewedding mereka.
Boy & Joanna
Kevin & Felli
Kevin dan Felli nampak senang dan puas dengan hasil foto mereka, Kevin segera mengirim file foto tersebut ke Richard untuk di cetak.
"Sayang, habis ini kita samperin kak Boy dan Joanna ya" ajak Felli pada Kevin.
"Iya yang, sepertinya mereka ada disana deh" tunjuk Kevin ke arah pasangan yang terlihat sedang berjemur dengan posisi Joanna bersandar di dada Boy dan tangan Boy mengelus perut Joanna.
Kevin dan Felli menghampiri mereka, namun mereka tetap asyik dengan kegiatan mereka saat ini. "Ekkhemmmm dunia serasa milik berdua nih kayanya" ejek Kevin pada Boy dan Joanna.
Mereka berdua menoleh secara bersamaan "Ck mengganggu saja" decak Boy kesal.
"Duìbùqǐ, wǒmen rènshí ma?" (Maaf, apa kita saling mengenal?") tanya Joanna pada Kevin Felli.
"Gāisǐ de péngyǒu" (teman sialan) ucap Felli sambil berdecak. Joanna tertawa terbahak. Ya, Joanna dan Felli sama-sama jago bahasa China.
__ADS_1
"Kalian ngomong apa sih?" tanya Boy yang di angguki Kevin, karena mereka sama-sama tidak tahu apa yang di bicarakan oleh pasangan mereka.
"Aku lapar, ayo beli makan yang" ajak Joanna pada Boy, ia tak menjawab pertanyaan Boy, tapi malah mengajaknya mencari makan.
Akhirnya mau tak mau mereka menuruti Joanna. Mereka makan di pinggir pantai dengan menu seafood. Joanna terlihat makan dengan lahap.
"Ehh busyet, lu emang tadi gak di kasih makan sama laki lu?" tanya Kevin heran karena Joanna makan dengan begitu lahapnya.
"Makan lah, mana mungkin suami gue tega lihat gue kelaparan. Apalagi di dalam perut gue ada dua tuyul hasil kerja dia yang tak kenal waktu" jawab Joanna dengan masih mengunyah makanannya.
"Jojo..." panggil Felli pada Joanna.
"Apa?" jawab Joanna seadanya.
"Aku pengen nanya sama kamu, tapi..."
"Tapi apa? Malu? Mau nanya tentang apa sih?" penasaran Joanna dengan apa yang akan di tanyakan oleh sahabat sekaligus calon adiknya itu.
"Aku mau nanya tentang..."
Uhukk uhuuk uhuukk Kevin dan Boy sama-sama tersedak makanannya mendengar ucapan Absurd Joanna. "Kak, bini ku ihh. Absurd banget sih" gerutu Kevin setelah menenggak segelas air putih.
"Tahu tuh, semenjak hamil dia jadi kaya gitu. Ceplas ceplos, gampang marah, tapi juga gampang minta ninaninu hehehhehe" kata Boy dengan terkekeh.
"Gila lu, dasar pasangan stress" tambah kesal Kevin karena ucapan kakaknya itu.
Terdengar Joanna dan Felli sedang berbicara berdua, namun lagi-lagi mereka menggunakan bahasa China hingga membuat dua lelaki itu tidak tahu apa yang mereka berdua bicarakan.
"Mereka ngomong apa sih Vin?" tanya Boy pada adiknya.
"Ya elah mana gue tahu kak, bahasanya aja seng song sing seng kaya gitu. Kagak ngerti deh gue kak" jawab Kevin yang juga tak mengerti dengan bahasa China. "Eh kak tapi ngomong-ngomong nih ya, kalau kita punya atau ketemu klien dari China, kita bisa bawa mereka loh. Lumayan kan kita gak usah ngeluarin uang buat bayar penerjemah heheheheh" kata Kevin mengeluarkan ide cemerlang menurutnya.
__ADS_1
"Hmmmm bener juga lu Vin hahhahahah" timpal Boy dengan tawanya dan di susul dengan tawa Kevin yang membuat kedua wanita itu menoleh dan secara serempak dan melihat ke sekeliling mereka. Dan mereka menemukan wanita bule dengan pakainan yang lumayan terbuka. Otak mereka sama-sama berpikir jika kedua lelaki itu sedang tertawa karena bule itu. Sedangkan Kevin dan Boy yang di tatap dengan tatapan membunuh oleh pasangan mereka masing-masing pun terlihat susah untuk menelan saliva mereka.
"Ngomongin apa kalian hah?" tanya Joanna dengan nada tinggindan terdengar membentak.
"Gak ngomongin apa2 sayang, kita cuma bahas eeeee anu hmmm anu.."
"Kita lagi bahas ninaninu sayang" jawab Boy vulgar dan juga di angguki oleh Kevib.
Setelah makan, mereka kembali ke villa karena seharian mereka berada di luar untuk photoshoot. Mereka akan pulang besok sore karena Boy maupun Kevin tak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama.
"Hufffttt pengen disini agak lama aku yang" kata Joanna Boy yang saat ini memeluk tubuhnya dari belakang.
"Iya nanti kalo baby twins udah lahir dan bisa diajak jalan-jalan, kita kesini lagi sama mereka. Kalau perlu kita keliling Eropa heheheheh" jawab Boy dengan terkekeh. "Ayo masuk, disini anginnya kencang, nanti kamu masuk Angin" ajak Boy Pada Joanna karena hari telah beranjak malam.
Saat sampai di kamar, Joanna bergegas memgambil baju ganti dan masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci mukanya. Setelah selesai ia pun keluar dengan santai menggunakan baju yang menerawang hingga membuat Boy susah untuk menelan salivanya. Ya, saat ini Joanna sedang menggunakan baju dinasnya. Ia memang sudah berniat untuk menggoda Boy. Sejak hamil, nafsunya sering kali datang dan bertambah besar.
"Kamu menggodaku lagi honey" kata Boy sambil memeluk posesif Joanna dari belakang di atas ranjang.
Boy menciumi tengkuk leher istrinya dan meninggalkan jejak cintanya disana. Tangannya pun tak tinggal diam, tangannya mulai aktif mer*mas dan memainkan bukit kembar milih istrinya.
"Ahh dia semakin bertambah besar sayang" ucap Boy dengan masih memainkan bukit kembar tersebut. Boy membalik tubuh istrinya secara perlahan. Ia menyobek baju dinas istrinya dan membuangnya ke segala arah. Lalu ia meny*sap dan meninggalkan kissmark di area bukit kembar itu.
"Akhhh ssshhhttt sayang...." d*sah Joanna saat Boy mulai menyusu lagi. Tangan Boy pun tak tinggal diam, dia menelusupkan tangannya ke dalam segitiga bemuda di istrinya. Ia memainkan lembah milih Joanna dengan dua jarinya. Ia memasukkan jari tengah dan telunjuknya dan mulai memaju mundurkannya dengan tempo yang sedikit cepat sehingga membuat Joanna meracau dan mendesah hebat hingga ia mendapat pelepasannya.
"Akhhh ssshhtt sayang, cepet masukin. Aku udah gak tahan" racau Joanna saat Boy tetap memainkan jarinya di lembahnya.
"As you wish baby" kata Boy lalu ia mengungkung tubuh istrinya di bawahnya. Ia mengarahkan senjatanya untuk memasuki lembah istrinya yang sudah sangat basah karena ulahnya.
"Aakkkhhhh......" d*sah mereka bersamaan saat senjata Boy berhasil masuk ke lembah milik Joanna.
"Yes baby, akh akh.... Lebih cepat sayang akhh" d*sah Joanna menikmati permainan suaminya itu. Boy pun mempercepat tempo permainanya. Suara lucknut mereka saling bersahutan di kamar itu.
__ADS_1
"Dasar pasangan lucknut.....!!!!!
Bersambung.........