
Senin pagi yang cerah, matahari pun bersinar terang, namun mendung justru terlihat di hati Felli. Gadis itu terlihat beberapa kali menghela napasnya kasar.
"Senin lagi, waktunya ketemu Kevin dengan sosok dingin lagi huufff" gumam lirih Felli sambil berjalan ke depan komplek perumahannya untuk mencari ojek langganannya.
Ya, meskipun bisa di bilang bercukupan tapi dia lebih memilih menaiki ojek saat ini. Karena motor kesayangannya sedang berada di bengkel. Rencananya saat jam makan siang nanti dia akan mengambilnya.
"Selamat pagi bu Felli" sapa Martha saat Felli sampai di loby perusahaan.
"Pagi juga Martha, semangat pagi dan semangat senin ya. Tuhan memberkati" jawab Felli dengan senyuman menawannya. Hampir seisi kantor menyukai Felli bahkan ada yang terang-terangan menyatakan perasaannya pada Felli meskipun berakhir dengan penolakan.
"Pagi bebebkuh" tanpa menoleh Felli tahu itu suara siapa, ya siapa lagi jika bukan Richard.
"Pagi juga bebekkuh" sapa balik Felli pada Richard.
"Kurang asem lu, gue baik-baikin manggil bebeb lu malah manggil bebek. Awas aja lu, gak gue traktir lu ntar. Gue lagi seneng ini hahahhaha" tawa Richard saat mereka memasuki lift.
"Iya, iya gue tahu. Lu jadian sama si Stevi kan." kata Felli. "Cih bisa juga dia move on dari Sam" kata Felli kelepasan hingga membuat Richard menautkan alisnya.
"Maksud kamu apa? Stevi pernah suka sama Sam?"
"Duh mulut mulut mulut" kata Felli sambil menepuk-nepuk mulutnya. Richard yang melihatnya pun kesal dan memiting leher Felli.
"Lu kenapa gak cerita sih Fellishaaaa.!!! Gue kan gak enak sama Sam" protes Richard dengan geram pada Felli.
"Ampun Rich, ampun..." mohon Felli pada Richard yang masih memiting lehernya. "Bau ketek Rich" kata Felli membuat Richard semakin mengeratkan pitinganny di leher Felli. Sampai lift terbuka dan menampilkan sosok Kevin yang hendak masuk ke lift karena ingin turun mengambil ponselnya yang tertinggal di mobil. Kevin sedikit terkejut dengan apa yang di lihat. Tapi dia berusaha bersikap biasa saja.
"Jaga sikap kalian, ini kantor bukan tempat pacaran" suara dinginnya terasa di telinga Richard dan Felli. Setelah mengatakan itu, Kevin berlalu dari hadapan mereka. Felli terdengar hanya membuang napas kasarnya.
"Cemburu asli dia mah, tapi gengsinya gak ketulungan" gumam Richard sambil berjalan beriringan dengan Felli menuju ruangan masing-masing.
Di Kantor Boy
"Sam, apa jadwalku hari ini?" tanya Boy pada Sam yang terlihat menggeser-geser ipadnya melihat jadwal sang boss besarnya.
"Hmmm hari ini tuan ada jadwal rapat bulanan pukul 10, lalu setelah jam makan siang sekitar jam 1 kita akan bertemu dengan tuan Hariadi masalah proyek di bandung, lalu pukul 4 tuan ada jadwal bertemu dengan perwakilan dari tuan Nathan membicarakan lanjutan kerja sama kemarin, dan jam 7 tuan ada jamuan makan malam acara ulang tahun pernikahan tuan Adi Jaya" jelas Sam panjang akan jadwal Boy hari ini.
__ADS_1
"Sam, katakan pada semua kepala divisi nanti pukul 10.15 semua sudah ada di ruangan rapat" titah Boy.
"Baik tuan"
"Aku hanya akan menemui tuan Hariadi. Selebihnya kamu yang urus" kata Boy santai. "Tak ada penolakan, aku sudah janji pada istriku untuk makan malam dirumah hari ini" kata Boy dingin dan tegas.
"Dasar bucin baru.!!" umpat Sam dalam hati.
"Tak usah mengumpatku kau Sam" kata Boy membuat wajah Sam pias.
Boy menyuruh Sam kembali ke ruangannya untuk menyiapkan bahan untuk rapat bulanan dan bertemu tuan Hariadi.
Pukul 10 tepat Boy memasuki ruangan bersama dengan Sam. Ruangan yang tadinya riuh dengan perbincang para kepala divisi dan stafnya pun nampak hening. Rapat pun di mulai dengan Boy yang nampak tak biasa, hari ini ia nampak tenang dan sepertinya dalam keadaan hati yang senang.
"Heii kenapa ada kesalahan disini" tanya Boy datar pada salah satu kepala divisinya. Sedangkan yang di tanyai sudah deg-degan tak karuan dan keringat dingin sudah mengucur membasahi kemejanya.
"Mm ma..af tuan, akan saya perbaiki" kata kepala divisi itu.
"Perbaikilah, besok pagi sudah ada di meja saya" kata Boy tetap dengan datar namun tak ada adegan marah-marah atau membanting barang seperti biasanya. Mereka semua kaget dengan sikap atasannya yang tak seperti biasanya. Bahkan tadi pagi saat datang bossnya yang terkenal arogan itu menjawab sapaan karyawannya sambil tersenyum.
Me
Hai sedang apa? isi pesannya baru 2 menit balasan pesannya pun masuk ke ponselnya.
My Wife
Aku sedang sedikit sibuk oppa.. Oppa sudah makan siang?
Me
(Send pic) Boy mengirimkan foto makanannya pada istrinya.
Aku sedang makan, kamu sibuk apa sih?
My Wife
__ADS_1
Aku lagi marathon drakor oppa, udah dulu ya bye 😘
Boy menggelengkan kepalanya saat melihat isi pesan istrinya. Ya, saat ada Boy dirumah ia melarang istrinya untuk menonton drakor. Karena ia selalu di banding-bandingkan dengan aktor drakor kesukaan istrinya itu. Boy bersungguh-sungguh untuk menerima pernikahan ini, ia mulai belajar dekat dengan Joanna dan mengerti akan istrinya itu.
Di Kantor Kevin
Jam makan siang berakhir, Felli yang baru saja makan bersama teman kantornya pun di kejutkan dengan hilangnya meja kerjanya beserta tasnya. Ia bergegas keruangan Richard, namun ia tak ada di ruangan. Felli berpikir jika asisten itu tak ada, berarti boss besarnya pun juga tak ada. Selang 15 menit nampak Richard berjalan menuju ruangannya.
"Pak Richard tunggu" panggil Felli saat melihatnya.
"Iya Fell, ada apa?" tanyanya pada Felli yang terlihat bingung.
"Apa, apa saya di pecat?" tanya Felli polos pada Richard. "Salah saya apa pak?" tanyanya lagi hingga membuat Richard bingung. "Meja kerja saya gak ada, tas saya pun gak ada juga pak hikss hikss hikss" lanjut Felli sambil menangis. Mengerti akan arah pembicaraan Felli, Richardpun tertawa.
"Hahahhahaa" tawanya sambil memegang perutnya.
"Apa ada yang lucu pak? Bapak gak tahu aku hidup sendiri tanpa orang tua? Kalau aku gak bekerja siapa yang akan menanggung hidup aku?" cerocos Felli pada asisten bossnya itu.
"Bukan Fell, noh meja kamu dan tas kamu ada di ruangan si tuan muda" jawab Richard sambil menunjuk ruangan Kevin. "Jangan tanya kenapa, karena pastinya ia tak mau kamu berbicara dengan laki-laki lain. Apalagi karyawan laki-laki disini banyak yang suka sama kamu. Udah sana masuk, dia ada di dalem dari tadi" jelas dan titah sang asisten yang di jawab dengan anggukan oleh Felli.
Tok tok tok Felli mengetuk pintu ruangan Kevin, dan terdengar jawaban dari dalam. "Masuk" sahutan dari dalam yang tak lain adalah suara Kevin. Felli pun terlihat masuk dan tampak memandang ke sekitar mencari mejanya yang ia temukan ada di pojok ruangan dekat dengan pintu yang baru saja ia masuki.
"Duduk dan kembali bekerja" titah Kevin pada Felli. "Oh ya aku memindahkan kamu kesini karena aku gak perlu repot-repot teriakin kamu atau telpon kamu jika butuh sesuatu" jelas Kevin tanpa Felli bertanya.
"Iya pak" jawab Felli singkat lalu duduk dan kembali bekerja. Ia mulai bergelut dengan setumpuk dokumen yang ada di samping komputernya. Saat mereka sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing tiba-tiba pintu ruangan Kevin terbuka tanpa adanya ketukan terlebih dahulu.
Ceklekk.....
Hayoo loh siapa nih yang masuk keruangan Kevin nih ya...???
Penasaran? Tungguin part selanjutnya ya 😁😁
Jangan lupa juga dukung aku dengan like, vote, dan masukkan novel ini dalam bacaan favorit kalian.
Love you reader 😘😘
__ADS_1