Cinta Joanna

Cinta Joanna
Salah Pokoknya Salah !


__ADS_3

Boy dan Joanna sama-sama terlelap dengan pelukan hangat. Joanna yang demamnya sudah turun pun mengeratkan pelukannya di dalam dekapan Boy dan juga lebih menenggelamkan kepalanya dalam dada suaminya itu.


"Seperti bau tubuh oppa... Mungkin kebawa mimpi ya, ahh lebih baik aku nikmatin aja lah hihihihi" batin Joanna sambil senyum-senyum dengan mata terpejam.


Boy yang merasakan pergerakan Joanna, dan merasakan tubuhnya di peluk erat pun terbangun. Dia melihat Joanna yang sedang senyum-senyum dengan mata terpejam, membuat Boy juga tersenyum tipis.


"Hangat?" tanya Boy membuka suara.


"He'emb" jawab Joanna sambil menganggukan kepalanya dan dengan mata yang masih terpejam "Pengen kaya gini terus, tapi...." Joanna tidak melanjutkan kata-katanya. Sejenak Joanna mengkerutkan dahinya. Ia merasa dekat sekali dengan Boy.


"Bangunlah Joa" kata Boy yang lengannys terasa kebas karena sejak semalam untuk bantalan kepala Joanna.


"Ya, oppa benar. Aku harus bangun, tidak terus bermimpi bisa terus bersama oppa seperti ini" kata Joanna.


"Kamu bersamaku saat ini Joa, dan lenganku sudah sangat kebas karena kau gunakan menjadi bantal semalaman" kata Boy dengan kesal.


Mendengar penuturan Boy, seketika Joanna langsung membuka matanya dan menoleh kearah Boy.


"Ahh jadi aku tidak bermimpi?" kata Joanna sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


"Maaf oppa, maaf aku lancang. Pasti semalam aku ngigau sambil jalan ya, sampai-sampai disini sama oppa" kata Joanna.


"Kamu melakukan lebih dari ini Joa" bisik Boy di telinga Joanna dengan senyum jahilnya yang membuat Joanna susah menelan salivanya. Joanna melihat kedalam selimut dan ia hanya memakai bra dan ****** ***** saja. Sedangkan Boy bertelanjang dada dan hanya mengenakan boxernya. Ya, karna demamnya yang terlalu tinggi, Boy memutuskan untuk melepas celana Joanna hingga hanya menyisakan ********** saja meskipun Boy harus susah payah menahan hasratnya.


"Aaaaarrrggghhhhhh........." Joanna berteriak dengan kencang hingga membuat telinga Boy berdengung. Sepersekian detik lalu dia menangis sambil menutup wajahnya.

__ADS_1


"Heii are you okay Joa?" tanya Boy pada Joanna yang tiba-tiba menangis. "Kalaupun terjadi sesuatu itu kan gak salah, lu istri gue bege" batin Boy sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"No, I'm not okay Boy hiks hiks hiks" jawab Joanna dengan tetap menangis. "Apa yang sudah kita lakukan Boy" tanya Joanna dengan air mata yang terus mengalir.


"Ya kalau pun kita ninaninu apa salahnya" kata Boy enteng.


"Salah, jelas salah Boy" jawab Joanna dengan teriak.


"Salahnya dimana coba? Kita pasangan suami istri yang sah. Kalaupun aku minta hakku gak akan salah Joa"


"Pokoknya salah, harusnya gak boleh terjadi" kata Joaana masih dengan isak tangisnya yang membuat Boy kesal dengan jawabannya sedari tadi. Boy diam tak menanggapinya, ia menunggu alasan Joanna mengatakan salah jika mereka melakukan ninaninu.


Lama mereka saling diam hingga akhirnya Joanna membuka suaranya.


"Sebenarnya aku hanya ingin memberikannya pada suamiku" kata Joanna.


"Iya kamu memang suamiku, tapi hanya S U A M I K O N T R A K ! tekan Joanna. "Aku menjaganya hanya untuk lelaki yang menjadi suamiku" Boy akan membuka mulutnya tanda akan menjawab Joanna. "STOP.!! Kamu diam dulu, biar aku selesain dulu Boy" pinta Joanna meminta Boy untuk diam. "Boy, kita tidak saling mencintai. Ehh tidak, bukan begitu. Yang benar, aku mencintaimu tapi kamu tidak mencintaiku. Kita akan bercerai Boy, jadi aku tidak mungkin memberikan ninaninu buat kamu"


Boy merasa kesal dengan ucapan Joanna, tanpa menjawab Boy beranjak dari ranjang dan masuk kamar mandi.


Bbrraaakkk suara pintu kamar mandi di tutup kasar oleh Boy hingga membuat Joanna terjengkit kaget. Boy mengguyur tubuhnya di bawah shower.


"Aaarrggghhh kenapa sih di otaknya hanya ada kata perceraian" kesal Boy.


"Feliiii..... Felliiii...." teriak Kevin dari ruangannya. Felli yang mendengarnya langsung lari kedalam ruangan Kevin. Felli berdiri di depan meja Kevin sambil menunduk. "Ini laporan apa hah? Kenapa banyak kesalahan di laporan ini.!!" tanya Kevin sambil marah-marah.

__ADS_1


"Ma,, maaf tuan saya salah. Saya akan memperbaikinya" jawab Felli takut, karena baru kali ini ia melihat Kevin yang sangat marah.


"Akhir-akhir ini kamu selalu membuat kesalahan Fel. Kemarin-kemarin aku mungkin memaafkanmu, tapi untuk kali ini maaf. Perusahaan ini butuh orang yang kompeten, aku nerima kamu karena lihat Joanna. Karena kamu sahabatnya dan Joanna sahabatku. Aku pikir kemampuanmu dapat di andalkan, tapi hanya awal-awal saja kamu bekerja beres. Semakin kesini kamu semakin seenakmu sendiri" nada tinggi Kevin terdengar di telingan Felli.


"Sekali lagi maafkan saya tuan, jangan pecat saya. Saya butuh pekerjaan ini. Saya mohon beri saya kesempatan sekali saja" mohon Felli pada Kevin dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Saya beri kamu kesempatan, tapi jika kamu melakukan kesalahan sekali lagi kamu harus angkat kaki dari perusahaan ini. Sekarang kamu boleh keluar"


"Terima kasih tuan, saya berjanji akan menggunakan kesempatan itu dengan baik. Permisi saya kembali ke tempat saya"


Felli keluar dengan menghela napas kasar dan terlihat mengusap air matanya. Ricard yang melihatnya menghampiri ke mejanya.


"Kenapa?" tanya Richard yang melihat wajah sendu Felli. Namun hanya gelengan kepala yang di dapatkannya. "Nanti pulang kita mampir ke tempat biasa gimana? Aku tahu mood kamu lagi jelek" kata Kevin yang di angguki oleh Felli.


"Tapi kamu yang traktir ya" kata Felli sambil senyum dengan memperlihatkan giginya yang berjajar rapi.


"Pan tiap kesana gue yang traktir Markonah" jawab Ricard malas.


"Heheheheh iya deh iya akak Richard yang ganteng, yang loyal dan gak pelit" kata Felli sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ganjen lu" kata Richard sambil mengacak pelan kepala Felli. "Udah, benerin tuh laporan sampai bener. Daripada di amuk boss lagi"


Felli mulai berkutat dengan komputer yang ada di depannya, ia meneliti satu persatu laporannya. Dia sangat berhati-hati karena tak mau jika sampai membuat kesalahan lagi hingga membuat Kevin marah-marah lagi.


"Hahhh, ganteng sih ganteng. Tapi kalau marah kek udah mau makan orang aja. Dan bodohnya gue jatuh cinta lagi sama dia" gumam Felli lirih. Jam makan siang pun di lewatkan oleh Felli demi menyelesaikan laporannya. Ia hanya fokus pada layar di depannya hingga tak terasa jam sudah menunjukkan waktu untuk pulang. Felli membereskan mejanya dan menata semua yang ada di meja kerjanya. Ia berniat menyerahkan laporannya besok pagi. Ia segera merogoh ponselnya dan melihat pesan yang masuk.

__ADS_1


"Gue tunggu lu di parkiran" pesan dari Richard yang baru saja masuk di ponselnya. Tanpa membalas, Felli lekas bergegas menuju parkiran. Ia tersenyum saat melihat Richard berdiri di samping mobilnya. Felli berlari kecil lalu langsung masuk ke mobil Richard. Tanpa mereka sadari, di sebuah mobil ada seseorang yang memperhatikannya.


"Katanya naksir sama gue, nyatanya sama yang lain"


__ADS_2