Cinta Joanna

Cinta Joanna
Cemburu


__ADS_3

Saat ini Joanna dan Boy sudah ada di meja makan, Joanna memasak nasi goreng seafood kesukaan Boy. Setelah ia tahu jika tak terjadi apa-apa dengan mereka, Joanna merasa bersalah dengan Boy. Apalagi saat tahu Boy melakukannya hanya untuk menurunkan demamnya. Boy terlihat makan dengan lahapnya, sepertinya rasa kesalnya memguap begitu saja saat cita rasa masakan dengan takaran bumbu yang pas dan terasa lezat itu masuk ke dalam mulutnya.


"Boy...." panggil Joanna.


"Hmmmm" hanya deheman yang di berikan Boy sebagai jawaban.


"Boy..." panggilnya lagi, tapi suaminya itu tetap diam saja. "Boy ohh Boy..." tetap saja diam yang di di dapat Joanna. "Boyy ihhh.... Jawab apa Boy. Dasar boboboy" kesal Boy pada istrinya itu.


"Panggil suamimu dengan benar Joanna" kata Boy sambil mengunyah makanannya.


"Oppa......"


"Iya, apa? Kenapa sih cerewet banget dari tadi" jawab Boy tak sadar saat ia mendengar istrinya itu memanggilnya oppa lagi. Joanna yang juga menyadari jika suaminya lebih suka di panggil dengan sebutan oppa daripada di panggil dengan namanya pun nampak tersenyum.


"Gapapa, cuma oppa diam aja dari tadi"


"Habiskan makananmu, habis ini kita kerumah papa"


"Empin ada kan?" tanya Joanna pada Boy yang membuat Boy menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Mana aku tahu, kalaupun ada gak ada acara time zone lagi" jawab Boy ketus.


"Siapa juga yang mau ngetime zone lagi, orang kita belum beli lemari lagi" kata Joanna sambil berdiri untuk mencuci bekas makan mereka karena ia dan Boy sudah selesai makan.


Hari ini hari sabtu, Joanna yakin jika Kevin hari ini ada dirumah. Saat sampai dirumah mama, Joanna langsung turun dari mobil dan berlari ke dalam dengan semangat. Tapi membuat Boy sedikit menggeruru.


"Hissshh semangat bener. Semangat mau ketemu mama apa ketemu cunguk sih" gerutu Boy sambil masuk ke dalam menyusul Joanna. Saat masuk kerumah dan sampai di ruang keluarga, Boy melihat Joanna yang tertawa dan Kevin yang terlihat cemberut. "Udah kaya pacaran aja sih mereka berdua" gumam Boy dalam hati.


"Vin, mama sama papa kemana?" tanya Boy pada adiknya yang asyik main ps itu.


"Lagi kondangan, paling bentar lagi pulang" jawab Kevin dengan masih fokus pada permainan psnya. "Kak, bilangin bini lu nih. Jangan godain aku lagi" kata Kevin dengan kesal.


Boy menatap ke arah Joanna dengan tatapan elangnya. "Kamu godain Kevin?" tanya Boy pada istrinya yang malah asyik makan camilan Kevin.


Jllleeebbbb mendengar kicauan istrinya, Boy serasa di hantam palu besar di hatinya. "Ohh astaga dragon, mungkin aku juga harus ngelakuinnya" lanjut Joanna sambil beranjak berjalan ke dapur. Boy yang mendengarnya hanya menaikkan alisnya tanda mengerti arah perkataan istrinya. Sedangkan Kevin, meskipun dia fokus bermain ps, tapi dia mendengar apa yang di katakan Joanna.


"Hahahhahah mampos lu kak, siap-siap aja tuh anak pergi ninggalin lu. Gue kasih tahu ya, Nathan masih sering hubungin Ale. Aku yakin jika saatnya tiba Nathan akan ambil Ale dari lu" kata Kevin sambil mematikan psnya dan akan beranjak dari ruang keluarga.


"Tunggu" cegah Boy saat adiknya akan pergi. "Duduk lu di situ. Ada yang pengen gue tanyain ke lu" lanjut Boy. Kevin pun duduk dan menunggu Boy akan bertanya apa. Tapi yang di tunggu pun masih terlihat bingung merangkai kata untuk pertanyaannya.

__ADS_1


"Lama bet deh. Lu pasti mau nanyain bini lu sama Nathan kan? Udah buang gengsi lu, biar sini gue ceritain" kata Kevin dengan percaya diri seakan tahu apa yang ingin di ketahui oleh Boy.


"Ale, Nathan sama gue dulu satu sekolahan. Nathan itu kakak kelas kita. Dia populer, ganteng, meskipun lebih ganteng gue sih hehhehe. Mereka pacaran dari Ale kelas 1 Sma. Nathan tuh orangnya cinta dan sayangggggg banget sama Ale. Dia pengertian, penyanyang, perhatian. Pokoknya paket lengkap deh. Bisa di bilang beruntung deh Ale bisa dapetin Nathan. Tapi sayangnya setelah 5 tahun pacaran, Ale harus di tinggal Nathan. Bahkan tanpa pamit dan tanpa kabar. Dan saat kemarin Nathan pulang ke sini, dia menjelaskan semuanya pada Ale. Dia meminta Ale buat kembali, tapi Ale menolak dengan halus dengan alasan jika dia sudah menikah dan gak mau ngehianatin pernikahannya. Sampai entah darimana Nathan tahu jika kakak ada hubungan sama Sarah. Dan itu ngebuat Nathan kembali meminta Ale buat bersamanya lagi. Tapi lagi dan lagi Ale menolaknya. Dia bilang ke Nathan nanti kalau dia sudah benar-benar menyerah sama kakak dia bakal hubungin Nathan sendiri" cerita Kevin panjang lebar yang tanpa di sadari Bou kerap mengepalkan kedua tangannya di tengah-tengah cerita kevin.


"Haaahhh sekarang semua ada di tangan lu kak. Lu mau pertahanin istri lu atau lu lebih milih sama si Sarah. Saran gue sih jangan sampai lu nyesel karena ngebuat Ale memilih pergi" kata Kevin lalu beranjak pergi dari ruang keluarga.


Boy merenungi setiap perkataan yang keluar dari mulut adiknya. Dia ragu, dia bimbang dengan keputusan apa yang harus dia ambil. Boy memutuskan untuk pergi ke kamar. Saat melewati dapur, Boy berhenti sebentar untuk mencari istrinya itu.


"Bi, Joanna mana?" tanya Boy pada bi Marni, pembantu kepercayaan mama Vina.


"Non Joanna kayanya naik ke kamar deh den. Tadi cuma ambil minum sama camilan saja di dapur. Tadi sebelum kesini minta di buatkan cilok soalnya" jawab bi Marni.


"Ya udah kalo gitu aku ke kamar dulu ya bi" pamit Boy yang di iyakan oleh pembantunya itu.


Boy mulai beranjak ke kamar, ia membuka pintu perlahan dan masuk. Tapi tidak di temukan tanda-tanda keberadaan istrinya. Boy mencari ke kamar mandi tapi kosong, lalu ia melihat pintu ke balkon terbuka. Boy beranjak ke balkon dan ternyata ia menemuka Joanna tertidur di kursi malas yang ada di balkon. "Dasar kebo, bisa-bisanya tidur disini" kata Boy dengan geleng-geleng kepala. Boy berniat memindahkan istrinya ke dalam. Namun saat ia akan mengangkat tubuh istrinya, ponsel Joanna di atas meja dekatnya berdering. Boy tanpa berpikir panjang langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Hallooo.....!!!"


Yuk tetep dukung karyaku dengan like, vote, dan masukkan ke favorit kalian ya...

__ADS_1


Disini aku gak akan bikin cerita yang panjang-panjang kok. Jadi tetep tungguin karyaku ini ya.


Terima kasih 😘😘


__ADS_2