
Sepulangnya dari restoran, Joanna nampak terus menggoda suaminya. "Ciiie ciiiee yang baru ketemu mantan. Cieee seneng tuh pasti, ahh tidak tidak, baper nih pasti hahhahahah" kata Joanna yang di tirukan oleh Boy balik.
"Iihhh kamu kok niruin aku sih yang" protes Joanna pada Boy.
"Habis kamu nyebelin, disana tuh bukan aku aja yang ketemu mantan. Kamu juga kan ketemu mantan kamu Joa" kesal Boy pada istrinya itu. Saat mobil memasuki halaman rumah, Boy turun sendiri tanpa menunggu Joanna turun. Ia melangkah masuk ke dalam tanpa mempedulikan istrinya yang masih berada di dalam mobil. Joanna yang melihat Boy seperti itu merasa bersalah. Ia lantas turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam dengan lesu.
Saat berada di ujung anak tangga paling bawah, ia nampqk mengambil dan mengeluarkan napas dengan perlahan lalu mulai nail dengan pelan menyusuri anak tangga itu. Saat ia sampai di tengah, lengannya di pegang Kevin dan ia di tuntun dengan hati-hati oleh Kevin.
"Makasih ya Mpin" ucap Joanna yang di angguki oleh Kevin.
"Lu kelihatan capek banget Jo." kata Kevin dengan masih memegang lengan Joanna dan membantunya naik ke atas.
"Hehehehe mungkin iya Vin. Berat ini bawa dua ponakan lu. Tapi gue seneng setidaknya Tuhan percayain gue buat jadi mommynya." jawab Joanna lagi.
"Kak Boy mana, bukannya tadi pulang berdua. Tega banget sih ninggalin lu sendirian" gerutu Kevin karena kakaknya ninggalin Joanna di bawah sendirian.
"Iya tadi kakak lu kebelet dan gak tahan, jadi begitu turun dari mobil langsung marathon dia" jawab Joanna bohong. "Aku masuk dulu ya Vin, makasih udah bantu" pamit Joanna saat sudah sampai di depan kamarnya dan di angguki oleh Kevin.
Joanna masuk ke kamarnya, dan yang ia lihat adalah Boy yang sudah mandi dan berbaring di ranjang. Joanna dengan pelan berjalan ke kamar mandi, saat akan memasuki kamar mandi, tiba-tiba perutnya terasa kencang dan seperti kram.
"Awwww ssshhhttt" desis Joanna pelan menahan sakit. Boy mendengarnya, namun ia cuek saja karena masih merasa kesal dengan Joanna. Joanna lalu masuk ke kamar mandi, dan membersihkan diri. Tiga puluh menit kemudian, ia keluar dan langsung berganti dengan piyama tidur.
__ADS_1
"Sayang..." panggil Joanna pada Boy tapi tak di respon sama sekali oleh suaminya itu. Joanna lantas berjalan ke ranjang, ia berbaring menghadap suaminya yang berbaring membelakanginya. "Sayang, maafin aku ya. Maaf kalau aku bikin kamu kesal" ucap Joanna dengan sedikit serak karena ia berusaha menahan tangisnya. Boy sama sekali tak menggubris perminta maafannya.
Merasa tak di anggap, Joanna pun beranjak dari ranjangnya dan berjalan keluar kamar. Boy yang mendengar suara pintu terbuka lalu tertutup pun melihat ke arah pintu kamarnya.
"Haaahh palingan juga makan ke bawah dia" gumam Boy lalu ia meraih ponselnya dan mulai memainkan game online kesukaannya.
Sudah lama ia bermain, namun tak ada tanda-tanda istrinya kembali ke kamar. "Udah lebih satu jam, kenapa dia gak balik ke kamar sih" ucap Boy sambil beranjak dari ranjangnya. "Ahh tidak tidak, apa jangan-jangan dia ngadu lagu ke mama. Wah bisa habis gue sama mama" monolog Boy sendiri. Ia pun memutuskan untuk mencari istrinya ke luar kamar.
Boy mencari di balkon atas namun tak ada, lalu ia bergegas ke lantai bawah dan menuju dapur, namun lagi-lagi ia tak menemukan Joanna. Lalu Boy mencarinya ke ruang keluarga, namun ia juga tak menemukan istrinya. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya, namun saat ia akan naik ke lantai atas, tanpa sengaja ia melihat istrinya yang sedang berada di dekat kolam renang.
Joanna terlihat terus mengelus perutnya dan terlihat meringis seperti menahan sakit. "Sayangnya mommy kenapa sih, kalian marah juga ya karena mommy godain daddy kalian? Maafin mommy ya, mommy gak akan ulangi lagi. Kalian yang tenang ya di dalam perut mommy" ucap Joanna yang terdengar oleh Boy yang berdiri tak jauh di belakangnya.
Lagi dan lagi perut Joanna seperti kram, Joanna sampai setengah membungkuk menahan sakit di perutnya. "Aw aw aww sssshhhhttt" desis Joanna.
"Kamu kenapa?" tanya Boy pada istrinya itu.
Joanna menggelengkan kepalanya, "Aku gapapa kok sayang, awww ssshhttt" jawab Joanna dan tiba-tiba ia kembali mendesis menahan sakit.
"Sayang, kamu kenapa? Perut kamu sakit?" reflek Boy langsung menuntun istrinya untuk duduk di kursi dekat kolam renang. Ia tampak mengelus perut istrinya, "Anak-anak daddy jangan nakal ya, daddy sayang kalian dan mommy kalian. Jangan bikin mommy kesakitan lagi ya perutnya, kasihan mommy kalian nak" kata Boy sambil berjongkok di depan perut Joanna lalu menciuminya berkali-kali.
"Udah udah, aku mau ke kamar" ucap Joanna lalu berdiri, namun Boy juga bergegas berdiri dan memeluk Joanna.
__ADS_1
"Maaf, maafin aku yang udah mengabaikan kamu." ucap Boy sambil mengecup kepala Joanna berkali-kali.
"Aku gapapa Boy, aku pengen ke kamar" jawab Joanna lalu melepaskan pelukan suaminya dan berjalan perlahan menuju kamarnya. Baru saja menapakkan kakinya ke anak tangga, Boy menyusulnya dan tiba-tiba menggendongnya ala bridal style.
"Aaarrrgghhhh" teriak Joanna kaget. "Turunin, aku pengen jalan" pinta Joanna ada Boy.
"No, boleh turun kalau sudah sampai kamar" tolak Boy dengan tetap berjalan menaiki anak tangga. Sesampainya di kamar, Boy menurunkan istrinya di dekat ranjang. Joanna lekas berbaring dalam posisi miring membelakangi Boy. Boy pun segera menyusul istrinya dan berbaring memeluk Joanna sambil mengelus perut istriya.
"Maaf ya sayang, aku cuma sedikit kesal saja tadi" jelas Boy pada Joanna.
"Iya gapapa, memang aku yang salah kok. Aku terlalu kekanakan menggoda kamu." jawab Joanna lalu membalikkan badannya menghadap Boy. "Kamu tahu, aku takut saat kamu marah. Karena bagiku sangat susah payah untuk mendapatkan hati dan cintamu, aku takut saat kamu marab tiba-tiba kamu ninggalin aku." ucap Joanna dengan mata yang sudah berair.
"Heii mana mungkin aku ninggalin wanita yang sangat aku cintai, mana mungkin aku ninggalin mommynya anak-anakkku begitu saja. Kamu ngomong sama si Anton aja aku cemburu, masa iya aku ninggalin kamu" kata Boy sambil mengusap air mata Joanna.
"Makasih sayang" ucap Joanna lalu masuk ke dalam pelukan Boy.
"Aku yang makasih sayang, karena kamu sudah memberikan aku dua malaikat sekaligus. Kamu udah sabar ngadepin aku, dan makasih buat cintamu yang besar untukku. Love you sayang." kata Boy lalu mengecupi kepala Joanna.
BERSAMBUNG......
maaf ya kalau gaje, lagi repot banget di rumah. jadi idenya kadang muncul, kadang hilang hehehheeh
__ADS_1
oh ya, jangan lupa dukung aku terus ya dengan like, komen, dan votenya.
saranghae reader 😘😘