Cinta Joanna

Cinta Joanna
Joanna Menghilang


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian di rumah Boy yang membuat hatinya sakit, Joanna memutuskan untuk mengambil cuti selama seminggu. Dia pergi ke luar kota, mencari tempat nyaman untuk menjernihkan hati dan pikirannya.


"Hufffft....." terdengar helaan nafas panjang Joanna. "Bukankah aku sudah memutuskan untuk mengejarnya ? Bahkan aku sudah jatuh cinta padanya sejak tahu dia dijodohkan denganku" gumam lirih Joanna. "Ya, mungkin aku butuh self healing untuk berjuang dapetin hatinya" sambung Joanna lagi.


Sedangkan di dalam rumah yang begitu besar suara mama Vina yang nyaring memenuhi pendengaran seisi rumah. Ia marah kepada Boy yang seakan tak peduli dengan keberadaan Joanna.


"Dia udah besar ma, bisa menjaga dirinya sendiri. Ntar juga balik sendiri dia" kata Boy santai menanggapi kegaduhan yang di buat mamanya.


"Kamu keterlaluan Boy! Joanna sudah gak punya siapa-siapa selain kita. Ini pasti ada hubungannya dengan pacar kamu itu Boy hiks hiks hiks"


"Kok mama jadi nyalahin Sarah sih ma. Lagian mama kenapa benci banget sama Sarah"


"Kenapa kamu tanya? Nanti suatu saat kamu akan tahu bagaimana wanita yang kamu bangga-banggakan itu" jawab mama Vina dengan masih berderai air mata. "Vin, hiks hiks hiks" panggil mama Vina saat melihat Kevin masuk ke dalam rumah. Dan Kevin pun bingung dan bertanya-tanya kenapa mamanya menangis. Saat dia melihat ke arah Boy, Boy hanya mengendikkan bahunya. Dan bersamaan dengan itu nampak papa Danu masuk ke dalam rumah, beliau baru saja datang dari America untuk mengurus bisnisnya disana.


"Drama apa lagi ini" gumam lirih papa Danu saat melihat sang istri menangis di pelukan anak keduanya.


"Pa, papa... Mantu kita hilang pa hikss hiks hiks" kata mama Vina saat melihat papa Danu dan langsung berhambur ke pelukan suaminya. Kevin dan papa Danu yang mendengarnya pun terkejut.


"Ma, Kevin akan coba tanya ke Felli dan Stevi. Mereka sahabat Joanna, mereka pasti tahu dimana si Ale sekarang" kata Kevin sembari mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Felli dan Stevi. Sementara Boy berlalu beranjak pergi ke kamarnya sedangkan mama Vina dan papa Danu duduk di sofa menunggu Kevin yang sedang menghubungi sahabat Joanna.


Kevin pun segera mencari kontak Felli dan menelponnya, tak berapa lama Felli mengangkat panggilannya. "Halo Fel, lu tau gak si Ale ehh Joanna sekarang dimana ?"


"Gue gak tau Vin, udah lima hari ini gue sama Stevi gak bisa hubungin Jojo. Kita khawatir banget Vin. Soalnya dia udah gak punya siapa-siapa lagi sekarang" jawab Felli saat Kevin menghubunginya.

__ADS_1


"Oke kalo gitu gue coba cari info dia dulu ya. Ntar gue hubungin lu kalo ada kabar"


Selesai menghubungi Felli, Kevin segera menghampiri mama dan papanya. Dengan lesu dia mendudukkan diri di kursi seberang papa mamanya.


"Gimana Vin?" tanya papa Danu.


"Mereka gak ada yang tau Joanna kemana pa. Bahkan mereka pun kebingungan nyari Joanna karena udah lima hari ini Joanna gak bisa di hubungi" jawab Kevin yang juga bingung harus mencari keberadaan Joanna.


"Kita harus gimana pa hiks hiks, kita harus nyari Joana kemana?" tangis mama Vina kembali pecah saat setelah mendengar jawaban dari putranya. Begitu pun dengan papa Danu yang terlihat memijit pangkal hidungnya karena juga bingung atas hilangnya calon mantunya.


"Coba kerahkan anak buah kamu untuk nyari Joanna Vin" titah papa Danu pada putranya yang di jawab dengan anggukan oleh Kevin.


"Kalian gak perlu nyuruh anak buah Kevin buat nyari Joa, karena dia ada di daerah pelabuhan ratu saat ini"


Saat di dalam kamar Boy meraih ponselnya dan mencoba mengirim pesan wa pada Joanna, namun pesan yang dia kirim hanya checklist satu. Bahkan saat Boy mencoba menelponnya pun no ponsel Joanna tidak aktif.


"Kemana sebenarnya wanita itu. Menyusahkan saja" gerutu Boy yang kesal dengan Joana. "Awas saja sampai ketemu, bakal gue suruh berdiri di pucuk monas lu"


Karena kesal tak bisa menghubungi Joanna, Boy pun langsung menghubungi Sam untuk mencari keberadaan calon istrinya itu.


"Hallo Sam, tolong kamu cari keberadaan Joa sekarang" titah Boy pada Sam.


"Baik tuan"

__ADS_1


"Saya beri waktu satu jam untuk menemukannya" kata Boy langsung mematikan panggilannya pada Sam.


Sembari menunggu kabar dari Sam, Boy membuka akun instagramnya. Boy sangat populer di medsos, dia memiliki banyak pengikut dan akun instagramnya sudah checklist biru. Dia menscroll berandanya, dan sesaat matanya seakan membulat saat melihat postingan salah satu temannya yang bernama Bobby. Tampak Bobby memposting sebuah foto wanita yang terlihat sangat cantik dengan dress pantai tanpa lengan dengan tali spageti di pundaknya. Wanita itu nampak ayu dengan wajah sendunya terlihat sedang menikmati sunset di pantai.


"Dasar murahan" marah Boy saat melihat siapa wanita dalam postingan temannya itu. "Lihat saja kau Joa" lanjut Boy lagi.


Boy segera meletakkan ponselnya dan bergegas turun ke bawah untuk memberitahu orang tua dan juga adiknya tentang keberadaan Joanna.


Flashback Off


"Kalian bersiaplah, kita akan menyusul Joanna sekarang juga. Papa takut dia kenapa-kenapa" khawatir papa Danu pada calon menantunya itu.


"Dia sedang bersenang-senang pa, mana mungkin dia kenapa-kenapa" batin Boy.


Mereka semua segera beranjak ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan juga bersiap untuk menyusul Joanna. Setelah semua siap mereka memutuskan untuk segera berangkat dengan pak Ali sebagai sopirnya. Ya, mereka memutuskan untuk naik mobil saja. Setelah menempuh perjalan beberapa jam, mereka nampak sampai di depan resort mewah untuk beristirahat sejenak sebelum mereka mencari Joanna. Mereka sampai di daerah pelabuhan ratu saat malam hari.


Boy yang nampak gelisah sejak tadi karena tak bisa menghubungi Sarah akhirnya memutuskan untuk keluar mencari angin untuk menyegarkan otaknya. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan di tepi pantai sambil menyalakan rokoknya. Beberapa saat berjalan, dia melihat seorang wanita sedang duduk di tepi pantai dengan menekuk kedua kakinya. Nampak dia beberapa kali mengusap pipinya tanda ia sedang menghapus air matanya.


"Apa kata-kataku terlalu katerlaluan kemarin sehingga dia sampai seperti itu?" tanya Boy dalam hati.


Saat Boy ingin beranjak menghampirinya, tiba-tiba datang seorang lelaki yang sangat dia kenal mendekat ke arah wanita itu. Boy pun menghentikan langkahnya dan memperhatikan interaksi keduanya. Nampak laki-laki itu sedang berusaha menghibur wanita tersebut dan sesekali menghapus air matanya dan mengacak rambutnya. Sesaat setelah itu Boy melihat seulas senyum dari wanita tersebut. Setelah itu Boy pun beranjak pergi dari tempatnya dan kembali ke kamarnya. Sesampainya di kamar, dia terpikirkan akan wanita tersebut yang nampak sangat rapuh. Tapi dengan yakin dia berusaha tak mempedulikannya.


"Huuufffftttt......" terdengar tarikan nafas Boy yang begitu dalam.

__ADS_1


__ADS_2