Cinta Joanna

Cinta Joanna
Kekesalan Boy Pada Mamanya


__ADS_3

Boy melihat nama yang tertera di layar ponsel istrinya. Tertera nama Kak Nathan di layar ponsel yang terus berdering itu. Dengan senyum seringainya, Boy lekas mengangkatnya.


"Hallo....."


"Ya, siapa ini? Bukankah ini nomor ponsel Anna"


"True, ini memang benar nomor ponsel istriku. Jadi tuan Nathan, ada perlu apa anda menghubungi istri saya?" tanya Boy dengan seringainya.


"Ada yang perlu saya bicarakan dengan Anna" jawab Nathan menahan geram.


"Sayangnya istri saya sedang tidur tuan Nathan, ahh dia kelelahan setelah aktivitas kita yang melelahkan"


"Kau.... Jangan macam-macam dengan Anna jika kau hanya akan menyakitinya dan meninggalkannya atau saya akan mengambil paksa Anna dari anda tuan Boy" ancam Nathan pada Boy.


"Oh sayangnya saya tidak akan melakukannya. Sebaiknya anda tidak usah menghubungi istri saya lagi tuan Nathan jika anda hanya akan mencampuri urusan rumah tangga kami." kata Boy sambil mematikan panggilan di ponsel istrinya itu.


Boy menggerutu kesal dengan Nathan yang masih menghubungi istrinya. Jiwa kekepoan yang meronta-ronta membuat tangan Boy melihat kontak yang ada di hp istrinya. Dalam kontak itu hanya ada nama Kevin, Papa Danu, Mama Vina, Felli, Stevi, Sam, Nathan dan My Lovely Hubby. Boy pun memencet tanda panggil pada ponsel Joanna, dan ponsel dalam saku celananya berdiring.


"My Lovely Hubby" kata Boy sambil tersenyum saat tahu bahwa itu ada nomor ponselnya. "Kekanakan sekali kamu Joa" katanya lagi masih sambil senyum.


Akhirnya Boy pun mengangkat Joanna untuk masuk ke kamar. Merasa tubuhnya melayang, Joanna pun membuka mata. Melihat suami tampannya menggendongnya ala bridal style jantungnya menjadi berdetak kencanh dan darahnya terasa berdesir. Tepat saat Boy menurunkannya di ranjang Joanna membuka suaranya.


"Makasih oppa" kata Joanna dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Haisshh percuma aku gendong kalo ternyata kamu udah bangun. Tenagaku terbuang percuma, mana berat lagi" kata Boy berniat menggoda istrinya.


"Hah masa sih aku berat? Gak deh kayanya, orang kemarin aku timbang turun 3kg berat badanku. Oppa bohong ini pasti" jawab Joanna tak terima saat Boy mengatainya berat.


"Yang gendong itu aku, jadi aku yang ngerasainnya." kata Boy yang masih berdiri dengan berkacak pinggang di sisi ranjang. Sedangkan Joanna yang tidak terima yang secara tidak langsung di katai gendut oleh suaminya pun berdiri di atas ranjang dan sedetik kemudian ia melompat ke arah Boy. Ia bagai koala saat berhasil nemplok pada suaminya. Boy yang kaget pun terhuyung ke belakang, tapi dengan sigap ia memegang tubuh Joanna agar tidak terjatuh.


"Aku gak berat oppa, gara-gara aku fokus buat berjuang dapetin kamu aja aku sampai lupa makan kadang-kadang" cerocos Joanna saat ia sudah berhasil berada di gendongan Boy dengan posisi seperti koala. Kakinya ia lingkarkan di pinggang Boy dan tangannya di leher Boy. Sedangkan Boy sedari tadi memperhatikan bibir mungil semerah ceri meskipun tanpa lipstick atau lipbalm. Sampai akhirnya Joanna sadar apa yang sedari tadi di pandang oleh suaminya itu.


Cup... Joanna mengecup singkat bibir Boy lalu memalingkan wajahnya malu karena bertingkah agresif.


"Duh udah kaya j*****g aja gue" batin Joanna dalam hati. Boy yang mendapat serangan mendadak dari Joanna hanya bisa diam terpaku. Lalu seringaian licik pun terbit dari bibirnya.


"Oh mulai berani ya sekarang" kata Boy membuat pipi istrinya semerah tomat. Joanna yang malu pun berusaha untuk melepaskan diri dari suaminya. Ia berontak untuk turun, namun Boy menahannya untuk tetap di gendongannya.


"Memangnya kenapa hmm?" tanya Boy dengan masih menopang bokong Joanna agar tidak terjatuh.


"Aku takut oppa" jawab Joanna yang membuat Boh mengernyitkan alisnya. "Aku takut gak bisa lupain kamu dan membuang perasaanku buat kamu" lanjut Joanna lagi dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Hei siapa yang menyuruhmu untuk lupain aku dan membuang rasamu untukku? Apa si Nathan itu yang membuatmu ingin pergi dariku?" tanya Boy dengan sorot mata yang tajam.


"Heii jangan bawa-bawa orang lain dalam masalah ini. Oppa sendiri bukan yang tak menginginkan aku" perkataan Joanna seakan membuat jantung Boy sedikit melambat untuk berdetak. "Bukankah kamu hanya mencintai Sarah kekasihmu, jadi untuk apa aku tetap di sampingmu. Selama 6 bulan pernikahan kita, aku sudah berusaha semampuku untuk mengambil hatimu, mengambil perhatianmu, tapi nyatanya usahaku nihil kan" seketika pegangan Boy sedikit mengendur dan itu di jadikan kesempatan untuk Joanna turun dari gendongan Boy. Joanna berjalan ke tepi ranjang dan duduk membelakangi Boy.


"Tolong beri aku waktu untuk meyakinkan hatiku" kata Boy tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa yang perlu di yakinkan oppa? Cintamu hanya untuknya, aku bukan apa-apa dan tidak berarti apa-apa untukmu" jawab Joanna hingga membuat Boy terdiam dan kelu. Boy mendekat ke arah Joanna dan memeluknya dari belakang.


"Ada rasa tak rela saat kau meminta cerai dariku, dan ada rasa kesal saat Nathan terus menghubungimu. Aku tak tahu rasa apa ini, yang aku tahu aku merasa nyaman saat memelukmu" kata Boy dengan memeluk Joanna dan menyandarkan kepalanya di bahu Joanna. Ia menghirup harum tubuh istrinya yang mungkin akan jadi candu kedepannya. Dengan nalurinya dan tanpa sadar Boy mengendus dan mencium lehar istrinya itu hingga membuat Joanna merasa geli dan ada gelenyar rasa yang tak pernah ia rasakan.


Braaakkkk "Joanna sayang...." terdengar suara pintu terbuka dan suara mama Vina yang memanggil Joanna hingga membuat Boy kaget dan menghentikan aktuvitasnya.


"Mamaaaaaa..... Bisa gak sih ketuk pintu dulu" suara kesal Boy sangat terasa di telinga mamanya.


"Ooppsss sorry sayang, mama gak tahu kalau kalian lagi mau ngadon hehehhehe" jawab mama Vina dengan cengegesan. "Sok atuh di lanjut lagi kegiatannya. Gaskeun Boy.... Bikinin cucu yang imut ya buat mama sama papa" kata mama Vina sambil berjalan keluar dari kamar Boy. "Jangan lupa kunci pintunya ya, takut-takut nanti Kevin yang masuk kan kasihan dianya hahahaha" kata mama Vina dengan tawanya saat sudah sampai di depan pintu kamar.


"Kak Boy sama Ale mana ma?" tanya Kevin saat mamanya sampai di ruang keluarga.


"Lagi ngadon mereka" jawab mama Vina sambil duduk di sofa seberang Kevin.


"Lah, gimana ceritanya ngadon kue di kamar ma" tanya Kevin dengan polosnya.


"Issshhh bukan ngadon kue Vin, tapi ngadon cucu buat mama sama papa" jawab mama Vina dengan senyum lebar.


Uhuukk uhuuk uhuukk "Mama apa-apaan sih vulgar banget tahu gak sih" kesal Kevin pada mamanya sampai ia tersedak orange squashnya.


"Makannya nikah sana, jangan main ps mulu sama Richard. Ntar di kira gak doyan perempuan kamu" kata mama Vina asal. Mereka saling menyahut dan sedikit berdebat hingga sebuah suara membuat mereka berhenti berdebat.


"Permisi tante, pak Kevin....."

__ADS_1


__ADS_2