Cinta Joanna

Cinta Joanna
Restu Mami


__ADS_3

Saat ini Joanna, Boy, dan seseorang yang memanggil Joanna sudah berada di satu meja sebuah restoran dengan muka Boy yang kusut dan cemberut serta terlihat menahan kesal.


"Anna, bagaimana kabarmu?" tanya orang tersebut yang tak lain adalah Nathan.


"Anda gak lihat jika istri saya baik-baik saja" bukan Joanna yang menjawab, melainkan Boy dengan nada ketusnya. Nathan pun tertawa atas sikap Boy yang sedikit kekanakan tersebut.


"Heii Boy, santai saja. Kamu tak perlu khawatir, Joanna milikmu. Aku tak akan mengambilnya darimu, karena aku lihat dia udah bahagia sama kamu" ucap Nathan samb terkekeh yang terlihat mengejek Boy.


"Iya lah bahagia, kan di sini udah ada Boy junior" balas Boy dengan mengusap perut Joanna yang terlihat menonjol.


"Really?" tanya Nathan serius dan melihat ke arah Boy dan Joanna bergantian hingga ia mendapat anggukan dari keduanya dan suara Felli yang memang terdengar sedang berbahagia.


"Iya kak Nath, aku sedang hamil dan baby twins ini" ucap Joanna dengan mengelus perutnya sendiri.


"Wah selamat ya kalian, semoga sehat selalu untuk baby dan mommynya"


"Thanks" jawab Boy singkat di barengi dengan anggukan dan senyuman dari Joanna. Mereka akhirnya menikmati sore yang menjelang malam di restoran tersebut. Jangan lupakan juga keposesifan Boy saat ini yang membuat Joanna kesal karenanya.


Sementara itu, Kevin dan Felli saat ini sedang dalam perjalanan kerumah mamanya Felli. Sebelum berangkat, Felli sudah menelpon mamanya jika ia akan berkunjung ke kediaman mamanya.


"Masih jauh yang?" tanya Kevin, karena saat ini Felli lah yang sedang menyetir mobilnya.


"Enggak kok, palingan lima belas menit lagi kita sampai." jawab Felli dengan masih fokus menyetir. Kevin terlihat kelelahan hingga tanpa terasa ia tertidur sesaat setelah bertanya pada Felli. Baru saja ia merasa masuk ke dunia mimpinya, terasa ada yang menggoyangkan bahunya.


"Sayang... Vin, sayang..." suara lembut Felli terdengar di indra pendengarannya.

__ADS_1


"Euughhh ssshhhh udah sampai yang?" tanya Kevin sambil mengucek matanya.


"Udah yang, kita masuk yuk. Disini bentar aja trus kita balik ke villa lagi. Kamu kelihatan capek banget loh" ucap Felli mengajak Kevin turun dari mobil dan lekas masuk ke kediaman mamanya.


Tok tok tok suara Felli mengetuk pintu rumah mamanya, dan tak berapa lama suara pintu terbuka dan nampaklah wanita yang berusia 50an tahun namun masih terlihat muda dan segar.


"Felli, sayang..." ucap wanita itu lalu memeluk Felli dengan erat. "Mami rindu sayang" ucap wanita yang tak lain mami dari Felli, mami Wina.


"Mi, lepasin. Ini ada seseorang yang mau Felli kenalin ke mami." kata Felli pada maminya yang telah melepaskan pelukannya setelah Felli meminta.


"Hallo tan, apa kabar?" sapa Kevin pada maminya Felli itu.


"Puji Tuhan baik dan sehat nak" jawab mami Wina dengan senyum hangatnya. "Ayo masuk sayang, biar mami bikinin minum dulu" ajak mami Wina pada Felli dan Kevin.


"Kalian ini kenapa? Dari tadi senggol-senggolan terus. Ada yang mau di bicarakan sama mami?" ucap mami Wina menghentikan aksi mereka berdua.


"Tan, kenalin, saya Kevin. Saya dan Felli sudah menjalin hubungan beberapa bulan yang lalu. Kami sudah memutuskan untuk bersama dalam sebuah ikatan pernikahan. Saya sudah melamar Felli beberapa waktu yang lalu dan Felli berkata ya. Kami memutuskan untuk menikah bulan depan dan persiapan pernikahan kami sudah 50%. Tante, kedatangan kita berdua kesini untuk memberitahukan kabar bahagia pernikahan kami dan juga kita ingin meminta restu pada tante atas pernikahan kami dan juga kita berdua harap tante datang saat pernikahan kami berlangsung." jelas Kevin panjang lebar pada calon mami mertuanya itu. Tanpa terasa mami Wina meneteskan air matanya. Bayangan dia dan papi Felli meninggalkan Felli sendiri dan tak mempedulikan Felli terlintas di depan matanya. Ia bahkan ingat betul bagaimana tangis Felli meminta ia dan papi Felli tetap bersama.


"Maafin mami Fell" ucap maminya dengan air mata yang mengalir hingga membuat mereka bingung atas permintaan maaf mami dari Felli itu. "Mami restuin kalian, mami pasti datang di hari bahagia kalian." ucap mami Felli lagi. "Kevin, mami mints tolong ke kamu, tolong kamu jaga Felli, kamu bahagiakan dia nak. Selama ini mami gak pernah bahagiakan dia, mami dan papinya hanya bisa menorehkan luka untuk Felli nak. Mami minta jangan sakitin Felli nak" kata mami Felli dengan terisak.


"Tante...."


"Panggil mami sayang, seperti Felli memanggil mami." kata mami Wina menyela ucapan Kevin yang belum selesai.


"Mi, mami tak perlu khawatir mi. Kevin dan semua sayang sama Felli. Jadi sebisa mungkin Kevin akan bahagiain Felli bagaimanapun caranya mi" ucap Kevin sambil menggenggam tangan Felli erat.

__ADS_1


"Mi, terima kasih. Felli harap mami beneran hadir di hari bahagia Felli" kata Felli yang di angguki oleh mamanya. "Mi, ajak suami dan adik-adik Felli mi. Felli mau semua merasakan kebahagian Felli" pinta Felli pada maminya.


"Iya sayang, itu pasti. Adik-adik kamu pasti datang, kebetulan mereka libur sekolah bulan depan" jawab mami Wina. Mereka bercengkrama hingga jam menunjukkan pukul 9 wita. Felli dan Kevin berpamitan untuk kembali ke villa karena Felli beberapa kali melihat Kevin menahan kantuk. Ia tahu betul jika lelakinya itu sedang sangat lelah. Karena setelah dari Bandung kemarin, paginya ia harus menyelesaikan pekerjaannya yang terbengkalai, dan juga sehari sebelum berangkat ia meeting dengan beberapa klien dan juga memaksakan untuk lembur agar tak ada pekerjaan yang terbengkalai saat ia menyelesaikan urusannya disini.


Mereka berdua saat ini sedang berada di dalam mobil dengan Felli yang masih menjadi sopirnya. Sedangkan Kevin sudah terlelap sejak tadi karena saking ngantuknya. Satu jam kemudian mereka telah sampai ke villa. Felli membngunkan Kevin terlebih dahulu lalu mereka masuk berdua. Saat melewati kamar Boy dan Joanna, sekilas mereka mendengar suara lucknut dari mulut Boy dan juga Joanna.


"Astaga, telingaku ternoda" kata Felli sambil menutup telinganya.


"Bener-bener pasangan lucknut" gerutu Kevin kesal karena suara yang di dengernya. "Sayang, baby...." panggil Kevin pada Felli dan meraih tangan kekasihnya itu. "Ayo pergi dari sini, bisa pecah gendang telingaku kalau terus-terusan mendengar suara mereka berdua" ajak Kevin lalu membawa Felli masuk ke kamarnya.


"Loh loh loh sayang, kamu ngapain bawa aku ke kamar kamu" protes Felli pada Kevin yang menarik Felli masuk ke dalam kamarnya.


"Duh, iya ya. Gara-gara mereka berdua tuh, jadi gak konsen kan jadinya aku." kata Kevin sambil menggaruk tengkuknya. "Tapu aku pikir kita bisa juga menciptakan suara lucknut itu, kita nyicil bikin Kevin junior yuk yang" goda Kevin pada Felli dengan menaik turunkan alisnya sambil tersenyum smirk. Felli yang mendengarnya pun langsung menghadiahi Kevin dengan cubitan di pinggangnya. "Aw aw aw sakit yang. Kamu kdrt nih ahh" ucap Kevin sambil memegang pinggangnya bekas cubitan Felli.


"Makanya itu kepala isinya jangan piktor mulu yang. Sabar bulan depan kenapa sih" kata Felli kesal karena godaan calon suaminya itu.


"Ahh Gara-gar Bo Bo Boy sama Ale Ale jeruk ini mah" kata Kevin dengan lesu.


"Udah ahh aku balik ke kamar, kamu cepet istirahat biar besok fresh" ucap Felli lalu melangkah keluar dari kamar Kevin. Tapi belum juga melewati pintu, ia kembali lagi dan berlari kecil ke arah Kevin.


Cup Felli mengecup sekilas bibir Kevin, "Good night honey, I love you" ucap Felli lalu kembali pergi keluar dari kamar Kevin dan menuju kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Kevin berdiri mematung karena ulah dari Felli barusan. Ia meraba bibirnya dan tersenyum penuh arti.


"Akan ku habis kamu bulan depan..."


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2