
Tok tok tok suara ketukan pintu kamar Boy terdengar nyaring sehingga membuat Boy terbangun. Boy mengucek matanya lalu meraih ponselnya untuk melihat jam berapa. Suara ketukan semakin terdengar nyaring, dengan decakan kesalnya Boy segera membukakan pintu kamarnya.
"Kak, di suruh papa buat ke kamarnya papa sama mama." ternyata Kevin yang telah mengganggu tidur nyenyaknya. Kevin di beri tugas oleh papa Danu untuk memanggil kakaknya, yaitu Boy.
"Ada apa sih, gak bisa ntar aja apa?" jawab Boy malas karena masih mengantuk.
"Gak bisa kak, urgent katanya. Ayo cepet, sebelum ibunda ratu memporak porandakan ini resort hiiii ngeri gue"
"Iya, iya.. tunggu bentar gue mandi dulu"
"Halah lama, ayok sekarang aja" dengan cepat Kevin menarik Boy untuk segera ke kamar papa dan mamanya. Boy yang kaget reflek menarik daun pintu sehingga kamarnya otomatis langsung tertutup. Beberapa langkah saja mereka telah sampai di kamar papa Danu dan mama Vina.
"Duduk Boy" titah papa Danu pada anak sulungnya. Tanpa menjawab Boy pun langsung duduk di sofa tanpa memandang sekitarnya. Di dalam kamar itu tak hanya ada Boy, Kevin, mama Vina, dan papa Danu. Melainkan ada sesosok wanita cantik dengan dress berwarna peach dengan panjang selutut dan rambut yang di gerai indah.
"Kevin sudah cerita semuanya, kepergian Joanna memang ada hubungannya dengan kamu kan?" kata papa Danu to the point. Baru saja Boy akan membuka suaranya, papa Danu sudah memotongnya terlebih dahulu. "Papa dan mama sudah putuskan jika minggu depan kamu dan Joanna akan menikah dan papa tidak menerima penolakan!" tekan papa Danu pada Boy.
__ADS_1
"Pa, come on pa. Gak bisa gitu juga lah pa, Boy butuh waktu untuk itu semua" tolak Boy dengan pernikahannya.
"Papa tidak menerima penolakan Boy" putus papa Danu membuat Boy kesal. Boy melihat kearah Joanna yamg hanya menunduk, merasa bersalah karena menyesali bercerita kepada Kevin yang akhirnya membuat kedua calon mertuanya mengetahui semuanya. Selesai dengan perdebatan tersebut, Boy, Kevin, dan Joanna kembali ke kamar mereka masing-masing untuk bersiap pulang.
"Gue butuh ngomong sama lu" kata Boy sambil mencekal pergelangan tangan Joanna. Dia lalu menyeret Joanna untuk masuk ke kamarnya. Boy membuka dengan kasar pintu kamarnya dan menutupnya dengan kecang.
Brrraaakkk suara pintu kamar Boy yang tertutup sangat kencang sehingga membuat Joanna terjengkit kaget dab reflek mengelus dadanya.
"Gila... Nakutin banget sih ni orang kalo marah" batin Joanna dalam hati.
Boy mendekatkan wajahnya ke wajah Joanna hingga Joanna reflek memejamkan matanya. "Joa, Joa... Sebegitu murahannya dirimu hahhahaha" kata Boy mengejek saat melihat Joanna menutup matanya. "Mak...sud oppa apa? air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya luruh juga mendengar penghinaan Boy padanya.
"Bukankah kau berharap aku menyentuhmu saat ini ? Hahahahaha.... Aku tidak akan pernah menyentuhmu, dan jangan pernah mengharapkan apapun dariku apalagi cinta dariku. Kamu tak pernah pantas mendapatkan cinta yang ku punya, karena kamu hanya seorang j****g bagiku" hina Boy pada Joanna.
"Iya, aku memang j****g, aku memang murahan!!!" teriak Joanna. "Jika aku boleh memilih, aku memilih untuk tidak pernah mengenal kamu, memilih untuk tidak mencintaimu, dan memilih untuk tidak lahir dari rahim mami agar tidak melaksanakan perjodohan ini" kata Joanna menggebu dengan air mata yang terus mengalir. Dengan kekuatan penuh, Joanna akhirnya menendang si junior dengan keras sshingga membuat Boy kesakitan. Melihat Boy lengah, Joanna segera bergegas keluar dari kamar Boy.
__ADS_1
Hari H pun datang, selama seminggu itu pun Boy dan Joanna tak pernah bertegur sapa. Meskipun terkesan mendadak, tapi dengan ajaibnya mama Vina, akhirnya pesta mewah pun tergelar. Ada banyak kolega dan rekan bisnis dari papa Danu maupun Boy dan juga Kevin. Joanna terlihat cantik dengan baju pengantinya dan Boy juga terlihat sangat tampan dengan setelah tuxedonya. Satu persatu tamu naik ke pelaminan untuk memberikan selamat pada dua mempelai, hingga terlihat seorang CEO muda di bidang modeling nampak berjalan ke arah pelaminan.
"Hah, kita lihat saja apa yang akan lu lakuin saat ketemu Bobby" batin Boy dalam hati.
"Hai Boboboy, congrats ya bro. Kawin juga lu akhirnya. Hai...." Bobby tak melanjutkan perkataannya saat melihat kearah pengantin perempuan.
"Istri lu cantik bro, lu mesti jagain dia baik-baik deh kayanya" lirih Bobby berkata pada Boy. "Haii istrinya Boyz kenalin gue Bobby" kata Bobby sambil mngulurkan tangannya dan si sambut oleh Joanna. "Dan kita pernah ketemu di pelabuhan ratu loh, bahkan aku memotretmu dengan background yang bagus loh. Kapan-kapan pasti akan aku kirim deh fotonya" kata Bobby kembali.
Tepat pukul 11 malam, pesta pernikahan pun selesai. Boy dan Jonna pun sudah masuk ke kamar. Joanna melepaskan semua pernak perniknya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia nampak memakai lingerie tranparan yang membuat siapapun tergoda. Namun saat ia keluar dari kamar mandi, Joanna tak mendapati suaminya di dalam kamar. Joanna menunggu Boy sampai pukul 1 pagi, namun yang ditunggu pun tak kunjung datang. Hingga akhirnya Joanna memutuskan untuk segera tidur karna dia merasa sangat ngantuk sekali.
Ceklekk.....
Hayoooo siapa nih yang tiba-tiba ngebuka pintu kamar hotel sepasang pengantin tersebut...
Btw on the way bus way, ini aku nulisnya sambil sakit loh. Maaf ya jika nanti ada kata yang berantakan. Jangan lupa ya beri likenya.
__ADS_1
Saranghae readerku 😘😘