Cinta Joanna

Cinta Joanna
Pertemuan Nathan dan Boy


__ADS_3

Setelah mendengar laporan dari Sam, Boy kembali memasuki apartmentnya. Dia bersandar di sofa sambil menunggu Joanna kembali. Tapi karena lelah dan rasa kantuk yang menderanya, akhirnya ia tertidur diatas sofa.


Tepat pukul 12 malam, Joanna kembali ke apartmentnya, saat membuka pintu ia melihat Boy yang tidur di atas sofa. Ia mendekatinya dan berjongkok di depan Boy.


"Tampannya suamiku" kata Joanna dengan lirih. "Andai oppa tahu betapa besar dan tulusnya cintaku untuk oppa, haaahh" lanjut Joanna sambil menghela nafasnya. Ia memberanikan diri menyentuh wajah suaminya, sesekali ia tersenyum saat membelai wajah suaminya. Merasa ada yang menyentuh wajahnya, Boy pun ingin membuka matanya. Tapi suara Joanna kembali terdengar.


"Joanna cinta sama oppa, Joanna akan berusaha mengerti oppa, menjadi seperti yang oppa minta. Tapi jika suatu hari oppa menyuruhku untuk pergi maka aku akan pergi, asalkan itu akan membuat oppa bahagia. Atau mungkin jika aku sudah merasa lelah atau pun menyerah aku pasti pergi kok. Tapi aku selalu berdoa pada Tuhan agar oppa lekas melihatku dan segala rasaku. Aku mencintaimu oppa, sangat" kata Joanna sambil mengecup pipi suaminya.


Setelah itu Joanna beranjak ke kamar untuk istirahat. Dia tetap memposisikan dirinya di sofa, takut jika Boy terbangun dan kembali ke kamar.


Lima bulan sudah pernikahan Joanna dan Boy, dan selama lima bulan itu pun Boy sedikit menghindar dan menjaga jarak dengan Joanna.


Lalu Joanna? Tentu saja ia merasakan jika suaminya menjaga jarak darinya. Ia merasa sedih dan sakit hati, hatinya selalu bagai di hantam palu besar saat ia tanpa sengaja melihat Boy dan Sarah bermesraan.


Drrrtttr drrrttt drrttt ponsel Joanna berbunyi, ia melihat siapa yang meneleponnya. Ternyata Nathan yang menghubunginya dan meminta Joanna menemuinya. Mereka menetapkan janji untuk bertemu esok hari di cafe flower.


Saat ia akan menyiapkan makan malam, tampak Boy masuk ke apartment.


"Oppa, tumben udah pulang. Biasanya oppa akan pulang jika aku sudah tidur" kata Joanna.


"Kamu gak usah masak terlalu banyak, masaklah cukup untukmu sendiri saja" kata Boy datar.


"Ohh, oppa sudah makan?" tanya Joanna pada suaminya.

__ADS_1


"Aku akan makan di luar dengan Sarah" jawab Boy lalu ia bergegas naik ke atas. Ia segera bersiap karena ia telah berjanji dengan kekasihnya untuk makan bersama.


Saat suaminya mengatakan jika ia ingin makan bersama Sarah, Joanna menyimpan kembali bahan masakannya ke dalam kulkas. Ia membuka lemari kitchen setnya dan mengambil sebuah mie instan.


Air matanya menetes saat ia mendengar perkataan suaminya. Hingga tak sadar lengannya menyenggol panci panas tempatnya memasak mie instannya.


"Aaawwww ssshhhtt" ringis Joanna, ia bergegas menyiram lengannya menggunakan air. Tampak lengannya melepuh. Ia mematikan kompornya dan bergegas ke apotik untuk membeli salep.


Semalaman ia menunggu Boy, tapi ternyata suaminya tak kunjung pulang. "Haaahhh ku rasa memang harus cukup sampai disini perjuanganku heh" gumam Joanna.


"Hai kak Nath, udah lama nunggunya?" tanya Joanna yang menghampiri Nathan di mejanya.


"Baru 15 menit" jawab Nathan sambil memperhatikan Joanna yang duduk di depannya. Ia memperhatikan Joanna dan tanpa sengaja melihat lengan Joanna yang melepuh. Ya, memang luka Joanna terlihat jelas karena hari ini ia hanya memakai baju lengan pendek, celana jeans, sneakers, dan make up yang natural. "Anna, lengan kamu kenapa? Ayo ku antar ke klinik sekarang, itu pasti sakit." kata Nathan sambil menunjuk luka Joanna dengan dagunya.


"Nanti sore aku kembali ke paris. huuuffttt" tampak Nathan menghela nafasnya panjang sedangkan Joanna masih menunggu kata selanjutnya yang akan di keluarkan oleh Nathan. "Anna, aku tahu aku udah pernah menyakitimu dengan meninggalkanmu. Itu adalah kesalahan terbesarku. Aku tahu kita tak bisa kembali bersama, tapi jika suatu hari dia menyakitimu atau bahkan meninggalkanmu, maka datanglah padaku. Aku akan selalu ada untukmu kapanpun." kata Nathan panjang lebar.


"Kak.." air mata Joanna kembali menetes kali ini. Dia mengusap kasar air matanya "Kak, jika aku menyerah apa aku salah? 5 bulan aku bertahan, aku berusaha memberi yang terbaik dan berusaha menjadi istri yang baik. Tapi tak sekalipun dia melihatku. Setiap hari aku membuatkan dia sarapan atau pun makan malam tapi semua tak tersentuh. Bahkan pernah sesekali aku menyiapkan baju kerjanya, tapi dia malah mengambil baju yang lain hiksss hikss hiikss" kata Joanna dengan sedikit terisak. Nathan pun dengan reflek mengusap air mata Joanna. Dan pada saat itu nampak Boy dan asisten kepercayaannya yang tak lain Sam sedang masuk ke dalam cafe tersebut.


"Tampak dari belakang sepertinya itu nyonya muda" batin Sam.


"Ehhmm tuan, apakah nyonya muda ada dirumah saat ini?" tanya Sam pelan saat mereka duduk.


"Hah? Kenapa tiba-tiba menanyakan istriku?" tanya Boy pada Sam.

__ADS_1


"Tuan, maaf. Tolong lihat di arah sana" tunjuk Sam dengan sedikit menaikkan telunjuk tangannya. "Sepertinya itu nyonya, dan juga itu sepertinya tuan Nathan. Klien kita hari ini yang dari paris" jelas Sam.


Boy menoleh pada arah yang di tunjuk oleh Sam. Untuk kedua kalinya ia melihat istrinya dengan Nathan. Dan untuk kedua kalinya ia melihat istrinya menangis dan di tenangkan oleh lelaki lain. Melihat itu ada rasa tak suka dalam hati Boy. Dia segera beranjak berjalan ke meja Nathan dan Joanna.


"Hah, bakalan ada perang dunia ini kayanya" gumam Sam lirih.


"Selamat siang tuan Nathan" sapa Boy pada Nathan yang juga membuat Joanna terkejut karena ia sangat mengenali suara suaminya itu. Joanna mendongakkan kepalanya. Terlihat Boy menatap Joanna yang telah melihatnya. "Oh hai sayang, aku kira kau dirumah" kata Boy yang di tunjukkan oleh istrinya.


"Selamat siang tuan Boy, maaf aku harus menemui sahabatku dulu, ahh dia sudah ku anggap seperti adikku sendiri sebenarnya. Wah ternyata dunia sempit ya, ternyata Anna adalah istri anda." kata Nathan menyapa Boy.


"Anna?" tanya Boy pada Nathan yang menyebutnya Anna.


"Ya, Anna. Joanna Alexandra" jawab Nathan lagi. "Bagaimana tuan Boy, apa kita bahas sekarang kerja sama kita? tanya Nathan kali ini.


"Ahh kak Nath, Oppa lebih baik aku pulang dulu" sela Joanna karena jika dia tetap disitu pun dia tak akan mengerti pembicaraan bisnis mereka.


"Kamu tetap disini, kita pulang bareng nanti" kata Boy pada Joanna yang di angguki oleh istrinya itu. "Sam, kemarilah dan siapkan semua berkasnya" titah Boy pada asistennya itu.


Pertemuan Boy dan Nathan berlangsung lebih dari 2 jam. Selama itu pula Joanna merasa sangat bosan. Hingga dering telpon dari ponselnya membuat ia beranjak dari dekat mereka.


"Halloo, iya ma...."


Pengennya sih tiap hari up 2 bab, tapi apalah daya. Bocil tidak bisa di ajak kompromi. Jadi up nya cuma bisa 1 bab aja deh. Yuk terus dukung otor yuk, beri like dan votenya please 😁😁

__ADS_1


__ADS_2