Cinta Joanna

Cinta Joanna
Bandung


__ADS_3

Kevin dan Felli sampai di Bandung bertepatan saat jam makan siang. Mereka mencari salah satu restoran untuk mengisi perut mereka. Setelah selesai makan siang mereka bergegas ke rumah papanya Felli.


"Mau mencari siapa neng?" tanya security saat Felli berada di depan pagar rumah papanya.


"Pak Wisnu pak, beliau ada?" jawab Felli sekaligus bertanya.


"Sebentar nyak, biar bapak tanyakan dulu. Neng teh siapa namanya atuh?" ucap security itu.


"Saya Felli pak, bilang saja Fellisha Margaretha ingin bertemu pak." kata Felli sedikit kesal karena akan masuk kerumah orang tuanya harus di suruh menunggu. Security tersebut nampak masuk ke dalam posnya dan menelpon seseorang. Tak lama setelah itu terlihat keluar dengan sedikit tergopoh menghampiri Felli yang masih setia berdiri di depan pagar.


"Aduh neng, maafin bapak ya neng. Kenapa atuh si eneng gak bilang kalau eneng anaknya pak Wisnu yang dari jakarta. Tahu gitu kan sudah bapak bukain daritadi neng" ucap bapak security tersebut.


Saat ini Felli dan Kevin sudah ada di ruang tamu kediaman pak Wisnu. Sudah lima belas menit menunggu tapi pak Wisnu belum juga muncul.


"Ini yang bikin aku malas, dia itu memang gak mau tahu tentang aku. Mungkin dia sudah lupa kalau punya anak aku" kata Felli dengan tersenyum kecut. Kevin yang mendengarnya pun lekas menggenggam tangan Felli memberi kenyamanan dan menyalurkan kekuatan.


"Sabar bentar sayang, mungkin papa kamu lagi prepare buat ketemu anakmnya yang cantik ini" ucap Kevin dengan tangan kanannya yang menoel hidung kekasihnya itu. Tak berapa lama menunggu, akhirnya yang di tunggu muncul juga.


"Felli, anak papi" kata pak Wisnu yang muncul dari belakang kursi yang di duduki Felli dan Kevin. Mendengar nama Felli di panggil, sontak Felli dan Kevin langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Pak Kevin" sapa pak Wisnu begitu melihat adanya kehadiran Kevin dirumahnya.


"Oh pak Wisnu, apa kabar?" sapa balik Kevin pada pak Wisnu yang notabene adalah calon mertuanya.

__ADS_1


"Puji Tuhan saya baik-baik saja pak. Bapak ada perlu apa kemari?" ucap pak Wisnu.


"Ehmmm...." belum sempat Kevin menjawab, Felli sudah menimpalinya.


"Dia kesini sama aku pi" sela Felli atas ucapan kekasihnya itu. "Kita kesini cuma mau ngabarin dan ngasih tau ke papi kalau bulan depan kita akan menikah." ucap Felli lagi.


"Me me menikah? Kapan kalian lamaran?" tanya papi Felli.


"Kevin udah ngelamar aku beberapa minggu yang lalu" jawab Felli datar.


"Iya om, dan kami kesini untuk menyampaikan kabar bahagia pernikahan kami dan juga ingin meminta restu ke om" kata Kevin melanjutkan ucapan Felli.


"Hah calon menantuku ceo dari Vin's Grup. Aku harus adakan acara pertunangan agar semua tahu bahwa menantuku adalah pengusaha muda yang sukses dan kaya raya" batin pak Wisnu.


"Oh, papi pasti merestui kalian" jawab pak Wisnu. "Papi akan buat acara pertunangan kalian disini nanti" ucap pak Wisnu lagi.


"Tidak perlu pi, kita tidak perlu acara seperti itu" jawab Felli datar.


"Tapi Fell, ini menantu pertama papi, dan...."


"Dan karena itu Kevin, seorang pengusaha muda sukses dan kaya raya, pemilik Vin's Grup. Iya kan? Papi dari dulu memang tak pernah berubah, selalu mentingin diri papi sendiri." sela Felli saat papinya belum selesai akab ucapannya.


"Bukan begitu Fell, papi hanya ingin beri yang terbaik buat kamu" jawab pak Wisnu.

__ADS_1


"Terbaik buat aku atau buat papi hah? Papi ingat saat aku bersama Reynand? Hanya karena Reynand anak seorang pegawai kantoran biasa, bagimana papi perlakukan Reynand saat itu? Papi selalu merendahkan Reynand dan memandanganya sebelah mata. Sekarang giliran aku akan menikah dengan orang yang punya Vin's grup, papi langsung setuju dan akan menggelar pertunangan yang akan menguntungkan papi karena calon menantu papi pengusaha muda sukses. Dimana papi saat aku terpuruk, dimana papi di saat aku butuh dukungan orang tua? Aku bahkan lupa kalau kedua orang tuaku masih ada, karena pada saat itu hanya Reynand yang ada dalam segala keadaanku di saat kalian sibuk dengan keluarga baru kalian masing-masing" ucap Felli panjang lebar tak bisa meredam emosinya. "Ayo sayang kita pulang, urusan kita sudah selesai disini" ajak Felli dengan menggenggam tangan Kevin dan menyeretnya pergi dari kediaman papi Felli.


Felli dan Kevin sudah ada di mobil saat ini, terlihat Felli tengah menghirup dan menghembuskan nafasnya perlahan. Ia merelaksasi dirinya sendiri, mencoba menurunkan emosinya yang membuncah.


"Kita langsung pulang sayang?" tanya Kevin lembut.


"Kita mampir ke toko oleh-oleh dulu ya. Beliin oleh-oleh buat Joanna dulu, bisa ngamuk itu bumil nanti kalau kita gak bawain oleh-oleh" ucap Felli yang membuat calon suaminya itu bergidik ngeri membayangkan ke absurdan kakak ipar sekaligus sahabatnya yang tengah berbadan dua itu. Saat ini mereka sampai di sebuah outlet oleh-oleh di Bandung. Felli memasukkan bermacam-macam oleh-oleh untuk sahabatnya yang akan menjadi saudaranya itu.


"Sebanyak itu yang?" tanya Kevin melihat bawaan Felli.


"Iya yang, ini pesenan Felli semua loh. Nih lihat nih daftar listnya dia di wa aku" kata Felli sambil melihatkan layar ponselnya ke arah Kevin. "Lihat kata-kata dia yang bawah sendiri yang" kata Felli sambil terkekeh melihat ekspresi kesal dari calon suaminya.


"Astaga, itu anak semakin menyebalkan. Gue harus minta ganti rugi sama kak Boy nih" gumam Kevin kesal. "Lagian dia minta somay, batagor, cilok juga dan harus beli di sini, apa gak basi coba sampai rumah" gerutu Kevin kembali hingga membuat Felli kembali terkekeh.


"Kan bisa di pisah sih yang bumbunya. Udah turutin aja, daripada keponakan kamu ileran" ucap Felli sambil berjalan menuju kasir."


"Jadi totalnya dua juta dua ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah kak" kata kasir tersebut sambil mencuri pandang ke arah Kevin sambil senyum-senyum. Felli yang sadar akan kasir yang melirik dan senyum-senyum melihat ke arah calon suaminya pun merasa kesal.


"Sayang, cash atau kredit?" tanya Felli sambil menengadahkan tangannya. Tanpa menjawab pertanyaan Felli, Kevinpun mengeluarkan sebuah kartu di dompetnya dan memberikan pada Felli. "Thansk sayang" ucap Felli manaja hingga membuat kasir tersebut tersenyum kikuk, karena tak mengira jika mereka seorang pasangan.


Selesai belanja oleh-oleh, mereka segera mencari pesanan Joanna yang lain. Setelah mendapatkannya mereka mencari restoran untuk mengisi perut mereka lalu setelahnya langsung pulang. Mereka sampai rumah hampir tengah malam. Malam ini Felli tidur di rumah mama Vina lagi karena Kevin tak tega membiarkan Felli dirumah sendirian. Mereka berjalan masuk ke dalam dengan paper bag di tangan kanan dan kiri mereka. Namun saat sampai dinruang keluarga, mereka di kejutkan oleh sesuatu dan berterian secara bersamaan.


"Astaga dragon........."

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2