
"Astaga dragon...." teriak Kevin dan Felli serempak.
"Kalian kenapa sih, kaget banget lihat aku. Emang aku dedemit apa?" sungut Joanna yang kesal saat Kevin dan Felli terkaget bersama.
"Bukan lagi makkkkkkk..... Bukan maen bener istri abangku ini bah" kata Kevin dengan logat batak yang sontak mendapat hadiah geplakan di punggung oleh Felli.
"Jangan bikin gara-gara yang" bisik Felli di dekat telinga Kevin.
"Iya, iya" jawab Kevin pelan. "Noh lihatin yang, kalau di kantor bawahannya pada takut semua, di luar terkenal arogan, ehh ujung2nya dirumah bucin, takut sama istri hihihihi" tunjuk kevin dengan dagunya ke arah Boy yang sedang mijitin kaki istrinya yang sedang memakai masker.
"Apa kalian lihat-lihat" bentak Boy yang melihat dua anak manusia melihat ke arahnya.
"Gak kak, ini si Kevin nih. Masak dia bilang kak Boy bucin terus takut sama istri" jawab Felli dengan cekikan memgerjai Kevin.
"Halah, ntar lu juga bakal ngerasain kalo Felli tekdung. Mampus lu di bikin kesel sama bumil" kata Boy menggebu dan tak menyadari jika ucapannya barusan justru menjadi bomerang untuknya.
"Jadi aku ngeselin gitu maksud kamu yang?" tanya Joanna tiba-tiba yang membuat Boy kalang kabut bingung mencari jawaban.
"Ehh gak kok sayang, kamu gak ngeselin kok. Kamu yang terbaik, tercantik, terhot, terseksi, termantap dah pokoknya" jawab Boy sambil cengar cengir.
"Bohong!!!! Kamu bisa ngomong kaya gitu pasti aku nyebelin kan? Aku nyusahin kamu, iya? Aku hamil siapa yang buat coba hah? Kalau kamu gak naikin aku tiap malam, aku juga gak bakalan hamil Boy, dasar Bo Bo Boy!!!! Malam ini tidur kamu disini, aku gak mau tidur sama kamu" kata Joanna lalu beranjak pergi dari ruang keluarga meninggalkan Boy, Kevin, dan Felli yang terbengong akan tingkah Joanna.
"Ale....." panggil Kevin pada Joanna saat Joanna baru sampai di dekat tangga.
"Apa?" jawab Joanna ketus.
"Ini siomay, batagor sama ciloknya gimana? Ini juga oleh-olehnya juga banyak banget loh, kamu udah gak mau?" ucap Kevin sambil menunjukkan paperbag yang ada di tangannya. Joanna yang melihat dan mengingat pesanannya akhirnya berbalik arah dan mengambil semua paperbag yang ada di tangan Kevin dan Felli.
"Sayang, baby, honey bunny sweetynya aku, sini aku bantu ya. Itu banyak banget loh, pasti kamu susah bawanya" ucap Boy memcoba merayu wanitanya.
__ADS_1
"Nih, bawain semuanya" kata Joanna sambil menyerahkan semua paperbag kepada Boy. "Jangan lupa angetin siomay, batagor, sama ciloknya. Aku tunggu di kamar" ucap Joanna lalu berlalu pergi ke kamarnya.
"Huffftttt setidaknya gak tidur di luar lagi gue" kata Boy bernafas lega.
Setelah memanaskan siomay dan kawan-kawannya, Boy bergegas naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya. Saat masuk terlihat istrinya sedang menonton drakor di televisi.
"Yang, mau makan yang mana dulu ini?" tanya Boy pada istrinya yang masih saja fokus dengan drakornya.
"Aku gak kepingin makan apapun, taruh aja di kulkas situ. Temenin aku lihat drakor aja sama peyuk" kata Joanna dengan nada yang di buat manja.
"Kuy lah sayang" jawab Boy semangat, karena dia yakin saat nanti ada adegan ciuman, istrinya pasti tiba-tiba menyerangnya dan ujung-ujungnya mereka bergulat di atas ranjang.
Setelah menaruh makanan yang perlu di taruh di kulkas, Boy lekas menghampiri istrinya di ranjang. Duduk bersandar di sebelah istrinya dan menarik tubuh sang istri ke dalam pelukannya.
"Yang, kamu yakin ikut Kevin sama Felli ke Bali?" tanya Boy dengan mengelus rambut Joanna.
"Ya udah, besok kita ke dokter ya. Kita minta izin dulu dan memastikan bahwa kamu aman naik pesawat" kata Boy lembut lalu mengecup kepala istrinya. Joanna semakin mengeratkan pelukannya pada Boy, ia semakin memasukkan kepalanya ke dalam pelukan suaminya itu.
"Sayang...." panggil Joanna pada suaminya itu.
"Apa yang? Kamu pengen makan apa?" ucap Boy yang telah hafal jika istrinya seperti itu biasanya ingin meminta makanan.
"I want you honey, aku ingin makan kamu" jawab Joanna lirih dengan mendongakkan wajahnya ke atas lalu dengan cepat menyambar bibir suaminya. Ia me****t bibir suaminya dengan rakus, Boy yang terpancing gairah pun akhirnya membalas ciuman sang istri. Dan akhirnya terjadilah ninaninu.
Dua hari kemudian mereka akan berangkat ke Bali. Saat ini mereka sedang berada di bandara. Boy, Joanna, Felli, dan Kevin sedang menunggu keberangkatan mereka. Setelah setengah jam menunggu, akhirnya mereka masuk ke dalam pesawat dan akan segera lepas landas.
Saat ini mereka sudah ada di bandara ngurah rai Bali. Mereka lekas menuju ke villa kepunyaan papa Danu. Villa tersebut sangat besar dan mewah. Saat sampai di villa mereka di sambut oleh orang yang sudah di percaya papa Danu untuk menjaga villanya.
"Kalian tidak perlu memasakkan kami, karna kami akan melakukannya sendiri. Datanglah jika aku memanggil" kata Boy tegas.
__ADS_1
"Baik tuan" jawab orang tersebut sopan.
Mereka masuk ke dalam dan bergegas masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat sejenak. Joanna terlihat terus tersenyum sedari tadi di dalam pesawat. Ia begitu antusias dengan liburannya ini.
"Yang, aku nanti sore mau jalan-jalan ke pantai" ucap Joanna pada suaminya yang terlihat berbaring di ranjang tersebut.
"Iya, nanti aku temenin sayang. Sekarang kita istirahat dulu yuk. Aku ngantuk banget nih, kemarin kurang tidur aku yang" kata Boy mengajak istrinya untuk istirahat sejenak. Joanna pun mengganti bajunya dan mencuci mukanya agar terlihat segar. Setelah selesai dengan ritualnya, Joanna pun ikut bebaring di sampinv Boy untuk menyelami mimpi bersama.
Pukul tiga sore, Joanna sudah siao untuk jalan-jalan ke pantai, namun Boy masih saja asyik mengarungi mimpinya.
"Sayang ayo, katanya mau nemenin aku jalan-jalan. Udah sore loh ini" kata Felli sambil menggoyang-goyangkan bahu suaminya.
"Iya sayang, ten minute again ya" jawab Boy dengan masih memejamkan matanya.
"Ya udah aku berangkat sendiri aja kalau gitu" kata Joanna merajuk karena Boy menyuruhnya menunggu 10 menit lagi. Mendengar ucapan istrinya, Boy langsung membuka matanya dan berlari ke arah kamar mandi.
"Tungguin aku, aku mandi sebenta. Awas aja kalau kamu nekat berangkat ke pantai sendir" kata Boy sebelum masuk ke kamar mandi.
Saat ini mereka sedang bergandengan tangan menyusuri pantai, menikmati setiap terpaan angin dan indahnya pemandangan di pantai. Mereka tertawa bersama dan berfoto bersama menikmati kebahagiaan yang mereka ciptakan. Hingga sebuah panggilan suara membuat mereka sedikit terkejut.
"Joanna...."
BERSAMBUNG......
**Hmmmmm kira-kira siapa ya yang manggil Joanna?
Yuk tetap dukung aku dengan like, koment, dan masukkan novel aku ke dalam novel favoritan kalian ya..
Love you reader 😘😘**
__ADS_1