Cinta Joanna

Cinta Joanna
Sakit Tapi Tak Berdarah


__ADS_3

Ceklek.... suara pintu kamar pengantin Joanna dan Boy terbuka. Jam menunjukkan pukul dua dini hari. Saat Boy masuk ke dalam kamar, terlihat istrinya sudah terlelap dalam tidurnya. Boy segera berlalu ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelahnya dia berganti pakaian dan memutuskan untuk segera beristirahat. Alih-alih merebahkan diri di samping istrinya, Boy malah mengambil posisi di sofa.


"Hoooaaammssss" jam menunjukkan pukul 6 pagi. Joanna terlihat bangun dari tidur nyenyaknya. Matanya memandang ke sekeliling mencari keberadaan sang suami hingga dia menjatuhkan pandangannya di sofa kamar. Nampak suami tampannya tengah terlelap di sofa itu. "Huuuffffttt" suara helaan nafas Joanna "Bahkan untuk menyentuhku pun kamu tak mau heh" lirih Joanna dengan kekehan kecil. Dia memutuskan untuk segera mandi, saat dia turun dari ranjang bertepatan pula Boy sudah bangun dan duduk di sofa tempatnya tidur.


"Mau menggodaku hmm" tanya Boy yang membuat Joanna terkejut dan menoleh kearahnya.


"Tidak, siapa yang menggodamu? Cih, percaya diri sekali kau tuan" balas Joanna.


"Hah.... Joa, joa... Bukankah aku sudah bilang berulang kali bahwa aku tidak akan pernah menyentuhmu. Sekalipun kau telanjang di depanku pun aku tak akan juga menyentuhmu. Dan juga aku sudah ingatkan kamu berulang kali bahwa aku tidak akan pernah mencintaimu, TIDAK AKAN PERNAH!! tekan Boy pada perkataannya. Joanna yang merasakan nyeri di dadanya pun langsung berlalu ke kamar mandi tanpa menghiraukan Boy.


Joanna mengisi air dalam bathup dan mulai berendam untuk menenangkan pikirannya. Banyak yang otaknya pikirkan. "Huuufffttt" suara hela nafas Joanna terdengar sesak. "Bagaimana caranya biar oppa mau melihat aku dan cintaku" gumam lirih Joanna. Setelah 30 menit, akhirnya Joanna keluar dari dalam kamar mandi. Matanya terlihat sembab, karena saat di kamar mandi dia sempat menangis.


"Setelah aku selesai mandi kita pulang" kata Boy sambil berlalu masuk ke kamar mandi. Sedangkan Joanna hanya mengiyakan saja perkataan Boy. Keluar dari kamar mandi, semua bawaan mereka sudah siap karena Joanna sudah menyiapkan semuanya. Tak lupa juga dengan baju milik Boy yang sudah Joanna siapkan diatas tempat tidur.


"Kita pulang sekarang?" tanya Joanna pada Boy.


"Hmmmm"


"Ya udah ayo, aku sudah siap oppa"


"Kita sarapan dulu di restoran bawah"


"Gak usah oppa, aku belum lapar"


"Tapi aku lapar. Ayoooo cepat kita jalan sekarang" ajak Boy sambil menyeret koper mereka.


Sesampainya di restoran, Joanna hanya memesan cokelat panas sedangkan Boy terlihat menikmati makanannya. Sesekali dia memandang ke arah Joanna yang terlihat sering melamun sejak tadi.


Seusai sarapan mereka pun akhirnya keluar dari hotel dan pulang. Di dalam mobil, joanna hanya memandang kearah luar kaca mobil.


"Joa..." panggil Boy yang membuat Joanna seketika menoleh kearahnya. "Aku cuma minta kalau didepan keluargaku kita berakting seolah kita baik-baik saja dan terlihat mesra. Terutama di depan mama yang selalu menginginkan kamu jadi menantunya" lanjut Boy yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Joanna. Suasana hening kembali menyelimuti perjalanan mereka.


"Boleh aku menyalakan musiknya?" tanya Joanna pada Boy. Tapi belum sempat dijawab, Joanna sudah memutar musi dalam mobil sambil ikut bersenandung kecil.


Ku menunggu


Ku menunggu kau putus dengan kekasihmu


Tak akan ku ganggu kau dengan kekasihmu


Ku kan selalu disini untuk menunggumu


Cinta itu


Ku berharap kau kelak kan cintai aku

__ADS_1


Saat kau telah tak bersama kekasihmu


Ku lakukan semua agar kau cintaiku


Haruskah ku bilang cinta


Hati senang namun bimbang


Ada cemburu juga rindu


Ku tetap menunggu


Haruskah ku bilang cinta


Hati senang namun bimbang


Dan kau sudah ada yang punya


Ku tetap menunggu


Datang padaku


Ku tahu kelak kau kan datang kepadaku


Saat kau sadar betapa ku cintaimu


Na na na na


Haruskah ku bilang cinta


Hati senang namun bimbang


Ada cemburu juga rindu


Ku tetap menunggu


Haruskah ku bilang cinta


Hati senang namun bimbang


Dan kau sudah ada yang punya


Ku tetap menunggu


Na na na na

__ADS_1


Haruskah ku bilang cinta


Hati senang namun bimbang


Ada cemburu juga rindu


Dan aku tetap menunggu


Haruskah ku bilang cinta


Hati senang namun bimbang


Dan kau sudah ada yang punya


Ku tetap menunggu (aku tetap menunggu)


Ku tetap menunggu (aku tetap menunggu)


Ku tetap menunggu


🎶 Rossa - Menunggu 🎶


"Loh ini kan bukan jalan kerumah mama?" tanya Joanna saat dia sadar jika mobil Boy tidak kearah rumah mertuanya. "Jangan-jangan oppa mau membuangku ya" cerca Joanna yang hanya di jawab decakan oleh Boy. Sampai beberapa waktu kemudian mereka sampai di sebuah apartment elit.


"Ayo turun" ajak Boy pada istrinya. Joanna menunggu Boy menurunkan koper mereka lalu berjalan masuk ke dalam apartment itu. "Oppa, ini punya oppa? Kita tinggal disini? Lalu bagaimana dengan baju-bajuku yang masih dirumah oppa? Oh iya, besok kan aku bisa mengambilnya ya hehehheh" tanya Joanna yang tak bisa diam. Karena memang sifat aslinya Joanna adalah gadis yang cerewet dan ceria.


"Ck kau cerewet sekali seperti burung beo" jawab Boy atas serentetan pertanyaan Joanna.


"Ya, dan tak ada beo yang secantik aku oppa" jawab Joanna.


Setelah beberapa waktu berjalan dan menaiki lift, akhirnya mereka sampai di depan pintu apartmen. Tampak Boy memencet-mencet tombol di pintu apartment tersebut.


"Password udah aku ganti, passwordnya tanggal pernikahan kita" kata Boy lalu berlalu masuk kedalam yang di ikuti oleh Joanna. Nampak Joanna kagum dengan desain apartment itu. Apartment dengan desain gaya eropa dengan kesan mewah.


Joanna terus mengikuti langkah Boy ke atas menuju kamar. "Disini hanya ada satu kamar? Waahh romantis dong kita oppa hihihihi" celetuk Joanna dengan senyumannya yang membuat Boy memutar matanya malas. "Iya, disini memang ada satu kamar dan satu tempat tidur, tapi kita tidak akan pernah seranjang. Kamu akan tidur di sofa" kata Boy yang membuat senyum Joanna seketika luntur.


Setelah masuk ke kamar, Boy langsung merebahkan dirinya karena merasa masih mengantuk. Sedangkan Joanna langsung mengganti pakaiannya dengan kaos lengan pendek dan juga hot pant. Kemudian Joanna turun ke bawah untuk memasak makan siang. Sesampainya di dapur ia membuka kulkas, tapi ternyata isinya kosong seperti hatinya. Akhirnya ia memutuskan untuk belanja keperluan dapur.


Joanna memutuskan untuk berjalan kaki karena jarek dari apartmen ke supermarket tak begitu jauh. Sesampainya di supermarket, Joanna langsung mengambil troli belanja dan mengambil keperluan dapur. Ia tampal mengambil beberapa sayur, ayam, daging dan juga bumbu dapur. Dia juga memilih beberapa buah-buahan. Dirasa cukup, ia segera ke kasir untuk membayar total belanjaannya.


Selesai belanja, Joanna langsung kembali ke apartment, dia takut jika suaminya bangun dan keaparan karena waktu sudah mendekati jam makan siang. Sesampainya di apartment, dari kejauhan dia melihat seorang lelaki dan wanita yang nampak sedang berpelukan di depan pintu apartment.


Deegggg "Kenapa sesakit ini" batin Joanna dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya.


Nah loh siapa hayo yang dilihat Joanna sampai dia menangis...

__ADS_1


Yuk aku minta dukungan kalian ya, jangan lupa vote dan likenya ya 😊😊


__ADS_2