Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 10. Berpura-pura tidak melihat


__ADS_3

Aruni menatap dirinya dipantulan cermin ful body itu. Tanda merah itu nyatanya tetap ada walau sekuat apapun Aruni menggosoknya. Tidak ada yang perlu disesali, semua sudah terjadi dan berlalu begitu saja, mau diputar juga tidak bisa, Aruni tidak punya mesin waktu untuk kembali kemasa lalu.


Yang Aruni bisa lakukan sekarang adalah berpura-pura tidak tau apapun dan tidak terjadi apa-apa. Ya, dia harus ingat itu, masih banyak laki-laki yang mau sayang dan cinta padanya, dia rasa waktu sepuluh tahun lebih mencintai seorang laki-laki itu hanya sia-sia saja.


*


*


1 Minggu kini telah berlalu begitu cepat begitu saja bagi Aruni. Ia kali ini sedang berada dipusat perbelanjaan khusus kue untuk berbelanja kebutuhan membuat kue milik bundanya.


Aruni melihat catatan yang bundanya kirimkan lewat via WA. Satu Minggu ini juga Aruni sudah bisa sedikit melupakan kejadian malam itu, karena satu Minggu ini dia sama sekali tidak bertemu dengan Arga, entahlah yang jelas sekarang Aruni tidak mau tau apapun tentang laki-laki itu.


Selesai dengan semuanya, Aruni pun segera pergi membawa trolinya menuju kasir untuk dihitung. Kira-kira ia menghabiskan sekitar 3 troli untuk berbelanja kebutuhan kue.


Setelah selesai, Aruni tidak lupa membayarnya menggertakkan kartu debit miliknya, lalu berjalan keluar menuju mobilnya. Sebelumnya sudah ada karyawan toko yang membantu mengangkut barangnya. "Terimakasih," Ucap Aruni saat semua barang-barangnya sudah dibantu dimasukkan kedalam bagasi.


Ia pun memasuki mobilnya dan menjalankannya menuju toko. Dalam perjalanan, Aruni yang merasa tenggorokan nya sangat kering dan butuh air mineral pun berhenti sebentar di minimarket.


Ia mengambil satu botol air mineral dingin yang biasa ia beli dan disukainya. Namun, Aruni yang akan pergi ke kasir pun menjadi urung saat melihat lima gerombolan muda dengan jaket yang sangat ia kenal. Ya, itu adalah rombongan Pemuda Tikus yang dimana dulu adalah musuh sahabat-sahabatnya. Aruni juga melihat salah satu diantaranya ada Arga yang sedang membeli sesuatu.


Dan hal yang tidak Aruni duga adalah, saat Arga menatap pandangannya juga padanya. Dengan segera Aruni mengalihkan pandangannya dan berpura-pura tidak tau akan keberadaan Arga disana. Pokoknya dia tidak mau kenal lagi dengan laki-laki yang sudah berubah menjadi brandal itu.

__ADS_1


"Eh, bro. Bukannya itu sahabat Lo dulu?" Tanya Gala yang tau betul siapa-siapa saja sahabat Arga. Ya soal gimana bisa tau, jelas tau orang dulu Arga adalah musuhnya.


"Udah bukan, males gue urusin itu" Jawab Arga dengan datar. Ia melakukan itu supaya Aruni aman dari rombongannya, takutnya jika ia membahas tentang Aruni maka rombongannya akan merencanakan sesuatu yang jahat pada Aruni. Walau bagaimanapun juga dulunya ia pernah berteman baik dengan Aruni, dan.... melakukan hubungan terlarang karena paksaan nya.


"Yah, harusnya kita kerjain lah, kita coba rasanya gimana , gue pengen dengar des*hannya, iya gak?" Gala menaik turunkan alisnya pada teman yang lainnya.


"Jangan coba-coba kalian berani ngelakuin itu sama perempuan tadi!" Tukas Arga yang entah kenapa dia sangat emosi mendengar teman-temannya yang berencana untuk menikmati tubuh milik Aruni. Arga pun pergi meninggalkan keempat temannya.


Gala dan yang lainnya pun mengikuti Arga pergi.


Melihat rombongan Arga yang sudah pergi, segera Aruni pun juga pergi ke kasir untuk membayar minumannya.


*


*


*IRDAM CAKE*


Aruni membuka tasnya dan memberikan struk belanjaannya pada bunda "Tepung naik Bun sama telor juga"


Bunda Irana segera melihat struknya "Masyallah, tepung dan telor naik, bunda makin puyeng" Ucap bunda Irana dengan tersenyum dan memegangi kepalanya. Semakin hari kebutuhan dapur malah semakin mahal, yang membuatnya pusing adalah cara agar mendapatkan keuntungan, ingin menaikkan harga kue namun pasti costumer akan berkomentar.

__ADS_1


Aruni mengelus punggung sang bunda "Sabar bun, Run yakin suatu saat pasti capeknya bunda akan berubah manis, gak papa untungnya seupil yang penting costumer puas. Ada pepatah dikit-dikit pun lama-kelamaan akan jadi bukit" Sambung Aruni yang menyemangati sang ibunda.


Bunda Irana tersenyum kearah putri kesayangannya "Makasih udah semangatin bunda. Ayah mu bilang dia besok akan pergi lagi ke desa untuk mengecek perkebunan sayuran. "


"Ayah pergi lagi?" Tanya Aruni yang kini bersedih. Padahal dua hari yang lalu ayah baru saja pulang dari desa itu, tapi besok sudah harus pergi lagi.


"Tanamannya ada beberapa yang kena hama, ayah pengen memastikan bahwa hama itu harus hilang dulu baru pulang. Bunda juga sedih, tapi ya gimana lagi Run, ini untuk kuliah adekmu yang lagi diluar negri" Ucap Bunda Irana yang kini juga bersedih. Dia kerap kali kasihan pada sang suami yang tidak pernah beristirahat dalam bekerja, ia takut terjadi sesuatu pada suaminya.


"Huft...Semoga ayah tetap diberikan kesehatan"


"Amin... Tapi ayah sama bunda juga berharap kamu cepat menikah Run, usiamu sudah cukup untuk dipinang. Enggak mungkin kan enggak ada yang mau menikahi kamu?" Tanya Bunda Irana yang mampu membuat Aruni menundukkan kepalanya.


Bukannya tidak ada yang mau menikahinya. Hanya saja sikap Aruni yang cuek terhadap seorang laki-laki yang mau mendekatinya itulah yang membuat laki-laki itu akhirnya menjauh. Itu juga karena Aruni yang masih mencintai Arga.


Bunda Irana menghela nafasnya. "Bunda cuman berharap agar kamu cepat menikah. Ayah sama bunda sudah sama-sama tua Run...kita berdua hanya pengen liat kamu menikah dan adekmu sarjana."


"Jodoh udah ada yang mengatur Bunda..." Jawab Aruni kemudian. Dia malas membahas tentang pernikahan sekarang ini.


"Jodoh memang Allah yang mengatur, tapi apa salahnya jika kita mencari jodoh? Biar cepat ketemu Run.."


"Udahlah bun, Aruni masuk" Aruni pun pergi meninggalkan bundanya. Menurutnya percakapan itu sudah selesai, dia tidak mau jika bunda nanti akan berbicara panjang lebar padanya. Dia juga tau itu, umurnya sudah tua dan memang selayaknya sudah menikah. Aruni juga pengen cepat cari cowoknya, tapi perasannya yang belum move-on pada cinta pertama membuatnya jadi sulit untuk membuka hati walaupun se-berusaha apapun tapi tetap saja sulit.

__ADS_1


__ADS_2