Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 30. Bumil jadi Pakmil


__ADS_3

Ketika hatiku sudah berusaha untuk menghilang, mengapa Tuhan harus merubah sikapnya?...


Ketika aku sudah yakin untuk tak lagi memiliki perasaan padamu, mengapa aku harus diberi cobaan begitu berat?


Aku suka senyumannya....


Aku suka baiknya....


Aku suka wajah tampannya....


Walau aku tau hatinya bukan milikku, namun kenapa tatapan mu seolah menyukaiku?


Tolong, jangan memberiku harapan palsu. Jangan kau rubah lagi hatiku untuk kembali mencintai mu. Lelah...aku lelah dengan hatiku yang begitu plin plan ini...


Tuhan...jangan beri aku kekecewaan lagi. Beri aku jalan terbaik, beri dia hati yang tulus, beri dia agar tidak lagi mempermainkan hatiku.


Aku manusia..


Aku punya rasa..


Aku punya hati....


Dan aku bukan mati...


###


###


Arga membawa Aruni ke meja kosong dilantai dua dengan nomor 13 yang letaknya hampir ujung namun dekat dengan pembatas pagar lantai dua, jadi Aruni bisa melihat jalanan yang begitu ramai akan kendaraan roda empat di senja hari.


Setelah mereka berdua duduk, Arga segera melambaikan tangan pada pelayan untuk memesan makanan.


"Mau pesan apa?" Tanya Arga setelah satu pelayan datang.

__ADS_1


"Bakmie spesial" Jawab Aruni yang memang sedang ingin makan bakmie.


Arga mengangguk "Satu porsi bakmie spesial" Ucap Arga pada sang pelayan. "Minumnya apa?" Tanya Arga lagi pada Aruni.


"Jus strawberry"


Arga pun berbicara pada sang pelayan apa yang Aruni pesan.


"Tidak ada yang lain?"


Arga menggeleng.


Setelah pelayanan pergi, wajah Aruni berkerut heran. "Kamu enggak pesen?" Tanya Aruni setelah mendengar bahwa Arga hanya memesan apa yang dia pesan.


Arga menggeleng lagi. "Aku enggak makan"


"Kenapa?"


"Mual"


Selang beberapa waktu, pelayan kembali datang dengan membawa makanan yang dipesan dimeja nomor 13 lantai dua itu.


Aruni menatap binar bakmie nya tidak sabar untuk segera memakan makanan itu.


Sembari menunggu Aruni selesai makan, Arga pun mengeluarkan ponselnya dan membukanya.


Arga membuka IG yang sudah sangat lama tidak ia lihat. Foto profil masih sama seperti dulu, yaitu fotonya dengan Vio yang sedang dikafe sembari memegang minuman. Tanpa berpikir panjang lagi Arga segera menghapus foto profil nya jadi kosong, dia juga menghapus semua postingannya yang berhubungan dengan Vio serta sorotan yang ada gambar bersama Vio.


Satu tangannya kemudian terarah pada bagian kamera IG dan memoto bagian setengah dari Aruni yang sedang makan bakmie agar tidak terlihat wajahnya, lalu menambahkan ke cerita tanpa caption apapun.


"Ngapain?" Tanya Aruni yang merasa Arga sedang melakukan sesuatu padanya karena Arga senyum-senyum sendiri.


"Enggak papa" Jawab Arga singkat.

__ADS_1


"Mau?" Aruni menawarkan bakmie nya yang baru dimakan beberapa sendok itu.


Arga menggeleng, ia takut jika makan lagi maka dirinya akan kembali mual plus muntah.


"Coba dulu" Aruni pun menyumpitkan bakmie spesial nya dan menyodorkan nya pada Arga.


Arga lagi-lagi menggeleng. "Kamu aja, aku enggak laper" Tolaknya halus.


Aruni menatap tajam seolah memaksa Arga untuk mekan bakmie nya. "Ini bayi yang minta Ayaaa...!" Ucap Aruni panjang supaya Arga mau makan.


Tidak dapat menolaknya, akhirnya Arga pun dengan terpaksa memakan bakmie yang disuapkan oleh Aruni.


Aruni, wanita rambut pendek dengan tahi lalat di dekat hidungnya itu tersenyum senang saat lelaki yang masih ia cintai mau memakan suapannya.


Beberapa saat Arga mengunyahnya lalu ia pun menelan. Sedikit rasa khawatirnya akan kembali mual-mual, namun ia menunggu saatnya mual tapi tidak juga datang.


"Mual?" Tanya Aruni yang juga menunggu saatnya Arga mual. Ia bahkan terus menatap Arga dengan seriusnya.


Arga sejenak berfikir keras, bola matanya bergerak kesana-kemari untuk menunggu rasa mualnya. "Enggak" Jawabnya kemudian.


"Kayaknya eror deh" Sambung Aruni. "Biasanya mual enggak?"


"Iya biasanya mual. Coba suapin lagi, siapa tau beneran eror" Ucap Arga memastikan.


Aruni pun menurutinya dengan kembali menyumpitkan bakmie nya dan menyodorkannya pada Arga. "Gimana?" Tanya Aruni lagi penasaran.


Setelah menelan bakmie nya, Arga lalu tersenyum sumringah. "Bener enggak mual. Kayaknya bayinya lagi pengen dimanja sama bunanya, bener kata mama kalo ini adalah suatu faktor terbalik, dimana yang seharusnya mual adalah bumil tapi ini pakmil yang mual"


"Mana ada pakmil"


"Ada, ini aku kaya hamil tapi enggak hamil, apa ya namanya kalo gitu?"


Aruni juga jadi berpikir. Ia sepertinya pernah melihat hal seperti itu, dimana istrinya yang hamil namun yang merasakan mual dan ngidam suaminya tapi lupa disebut apa. "Aku tanya mbah dulu"

__ADS_1


Aruni kemudian membuka ponselnya dan meng-searching di mbah Gugel tentang hal yang dialami oleh Arga.


__ADS_2