Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 32. Arga or Malik


__ADS_3

Lama perjalanan, akhirnya Arga sampai dimarkas Pemuda Tikus itu, ia pun melepas helmnya lalu turun.


Benar saja jika Malik sudah pulang karena Arga melihat motor Malik yang terparkir juga disini.


Didalam bangunan dengan lampu yang tidak terlalu terang, dengan tembok yang banyak sekali tulisan Pemuda Tikus yang digambar dengan pilok warna warni, terdapat seorang pemuda dengan usainya yang sudah 30 tahun. Ya, dia adalah Malik, pemuda berperawakan tinggi dengan wajah seperti pria Belanda yang putih, hidung mancung, brewokan tipis-tipis dan bola mata berwarna biru hanzel.


Ia kali ini sedang bermain catur bersama rombongannya.


"Sialan! Enggak lah, yakali gue cium kaki Lo!" Gerutu salah satu rombongan Pemuda Tikus saat ia kalah bermain catur.


"Haruslah, inget permainannya sama perjanjian!"


Mereka yang sedang asyik beribut pun tiba-tiba teralihkan saat Arga yang datang dengan wajah datarnya.


Malik sang ketuanya itu tersenyum melihat kedatangan Arga. "Wow...Kenapa Dateng kesini? Gue enggak ngundang Lo?" Tanya Malik yang kemudian berdiri dan mengajak Arga untuk tos bersama.


Arga diam, ia justru menatap wajah Malik dengan berani.


Tidak mendapatkan balasan, Malik pun segera menurunkan tangannya. Ia kemudian mengangkat bahunya "No problem, mungkin Lo lagi males" Ucap Malik yang selalu positif dan santai.


"Gue mau Lo tanggung jawab" Tukas Arga kemudian yang dimana Malik menatap balik Arga.


Malik mengangkat satu alisnya tidak mengerti. "Maksutnya?"

__ADS_1


Para rombongan Pemuda Tikus dibelakang yang seolah tau setelah ini akan terjadi pertengkaran pun memilih untuk menyudahi permainannya dan segera pergi dari sini, mereka tidak ingin ikut-ikutan dengan masalah ini, nyawa adalah segalanya bagi mereka.


Melihat markas yang sudah sepi dan hanya dirinya dan Malik saja, Arga segera membuka suaranya. "Gadis yang Lo udah perk*sa tiga bulan lalu. Lo suruh rombongan Lo untuk sekap dia dan bawa dia ke rumah kosong yang gelap!"


Malik menatap matanya keatas langit-langit untuk kembali mengingat-ingat gadis yang pernah ia perkaos itu. "Oh dia, inget gue, terus kenapa?" Tanya Malik santai.


Arga mengepalkan tangannya menahan diri agar tidak lebih dulu tersalut emosi. "Dia hammil anak Lo beg*!" Bentak Arga.


Malik sekarang justru tertawa mendengarnya "Hahahhahahha.....Lo kali yang beg*! Enggak mungkin dia hammil anak gue"


Mendengar Malik yang tidak mau mengakui kesalahannya, Arga kini mengangkat tangannya dan menarik kerah jaket milik Malik. "Kenapa ketawa?! Gue minta Lo tanggung jawab!"


Malik menghela nafasnya, lalu menatap Arga yang berjarak dekat itu, ia membiarkan Arga untuk menarik kerahnya. "Eh, gimana ceritanya bisa hamil tol*l! Sedangkan gue waktu itu udah bunuh dia dirumah kosong itu. Sedikit enggak percaya, mungkin aja itu hantu wkwkwk..." Malik kini berganti jadi melawak, tapi aneh juga kalau iya hantu, kan dia yang membunuh kenapa datangnya ke Arga?


"Bunuh?"


"An*ing!"


Bugh!


Tidak lagi menahan emosi nya, Arga dengan segala tenaganya langsung menghantam Malik dengan pukulan Superman .


"Gue kira Lo enggak sejahat dan sekejam itu, gue kira Lo masih sedikit waras walaupun cuman dia persen, tapi nyatanya Lo enggak lebih dari seorang psikopat bang*at!" Suara Arga mengglegar didalam ruangan dengan memaki Malik.

__ADS_1


Melihat sudut bibirnya yang berdarrah, Malik justru mengusap nya dengan santai dan tersenyum penuh misteri. "Kaget ya baru tau gue kaya gitu? Sekarang mau Lo apa deh sebelum gue beneran emosi."


"Gue mau Lo tanggung jawab " Arga menekan setiap Kata-katanya.


"Udah gue bilang kalo dia udah mati. Waktu itu gue tembak, kalo bukan dia yang mati terus siapa an*ing!" Teriak Malik yang sudah emosi juga.


"Alright kalo Lo enggak mau tanggung jawab, gue akan laporin Lo kepolisi" Ancam Arga yang tak main-main.


"Hahahaha....Mau laporin pake apa? Buk-"


"Ini? Gue punya rekaman CCTV nya" Potong Arga lalu menunjukkan flashdisk yang sebelumnya ia bawa dikantong jaketnya. "Disini semua rekaman tentang bukti kejahatan Lo ada. So mau tanggung jawab atau masuk kejeruji besi?" Tawar Arga yang meminta Malik untuk memilih.


Malik mengepalkan tangannya menatap flashdisk yang dipegang oleh Arga. "Kurang ajjar! Lo berani sama seorang Malik?!" Teriak Malik membara. Ia yang berniat untuk mengambilnya pun seketika segera disingkirkan oleh Arga.


"Tidak semudah itu Ferguson..." Arga lalu mengantongi flashdisk nya, dan langsung lari sebelum dirinya benar-benar dihabisi oleh Malik. Karena dia sebelum nya menatap salah satu kantong celana milik Malik yang menonjol yang ia yakini itu adalah senjata tajam.


Melihat Arga yang kabur, Malik pun tidak tinggal diam, ia juga ikut mengejarnya bak super hero.


Arga segera menaiki motor balapnya, tak lupa ia memakai helmnya dengan terburu-buru, lalu ia menyalakan motornya dan mulai menjalankannya. Awalnya pelan, namun semakin lama Arga semakin melajukan motornya dengan kecepatan tinggi diatas jalan raya yang gelap dan sepi itu.


Malik pun sama, ia segera menaiki motor miliknya dan mulai menjalankan nya untuk mengejar Arga. Ia benar-benar tidak ingin jika semuanya akan berakhir begitu saja, sudah lama ia melakukan sebuah kejahatan namun tak ada yang berani melaporkannya dan menentangnya, tapi tidak untuk kali ini, ia akan mendapatkan Arga dan memb unuhnya kalau perlu.


Dijalankan yang gelap dan sepi itu. Arga kini hanya mengandalkan motornya saja untuk melihat jalanan. Suara yang awalnya sepi kini menjadi ramai karena suara ressing yang saling bersautan antara Arga dan Malik.

__ADS_1


Arga melirik spion motornya, sial ternyata Malik hampir mampu untuk menyalipnya.


_ Bersambung


__ADS_2