Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 38. Malu jalan dengan Ghina


__ADS_3

Didalam bis, Aruni tak henti-hentinya bercerita dan menjelaskan pada Gauni tentang apa yang dilihatnya dijalankan.


"Bun, kenapa jalan itu tinggi banget? Bangun banget, kenapa kita enggak lewat jalan diatas situ" Tanya Gauni sembari menunjuk jalan tol yang ada diatas yang terlihat sangat tinggi.


"Karena arah dan tujuan kita beda. Gauni mau ketemu sama Mbah kan?"


Gauni dengan cepat mengangguk. "Mbah tuek,"


"Iya, jadi arah kita kesana. Sebenarnya Gauni enggak cocok kalo panggilnya Mbah, tapi cocok kalo panggilannya matua dan bapatua" Jelas Aruni. Memang biasanya jika orang jawa memanggil nenek dan kakeknya adalah matua (mama tua) dan paktua atau bapatua (Bapak tua).


"Ohgeh kalo gitu, Gauni bakal panggil itu."


Alis Aruni kemudian dengan tiba-tiba berkerut saat ia mencium bau yang sangat tajam diindra penciumannya. Ia memutar kepalanya ke kursi belakang. "Astaga, Ghina kamu ngapain!" Geram Aruni saat melihat Ghina yang sedang melakukan sesuatu.


Ghina meletakkan jari telunjuknya dimulut. "Shuttt!! Aku lagi buat pop mie kak, biar semua orang yang ada didalam bis ini kepengen haha..." Pinta Ghina jujur. Ia sengaja membawa beberapa cup mie instan untuk dimakan didalam bis, karena baunya yang menyengat pasti akan membuat seisi bis iri dan kelaparan haha...


Aruni hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Ghina yang seperti itu. Sangat tidak manusiawi sekali jika benar Ghina melakukan itu karena ingin supaya para penumpang didalam bis jadi tergiur.


...----------------...

__ADS_1


...****************...


Mereka benar-benar tidak menyangka dan sangat tidak percaya bahwa waktu akan cepat berlalu. kini sudah saatnya untuk turun dari bis yang mereka tumpangi.


Tapi, harus melewati satu rintangan lagi untuk menuju ke desa tempat ayah dan ibu Aruni tinggal, yaitu hanya tinggal menaiki mobil pribadi yang sebelumnya Aruni pesan untuk mengantarkannya ketempat tinggal ayah dan ibu.


Karena bawaan barang yang cukup banyak, jadi pesan satu mobil tidaklah cukup, Aruni memesan dua mobil pribadi, satu untuk membawa barangnya dan satunya lagi untuk ditumpangi bersama anak-anak dan juga Ghina.


Dalam perjalanan, tak henti-hentinya Gauni dan Gava terpukau dengan pemandangan yang sebelumnya belum pernah dilihat. Seperti sawah dan gunung-gunung yang terlihat sangat besar dimatanya.


"Ma, kenapa disitu banyak orangnya?" Tanya Gava yang menunjuk para petani yang sedang berkumpul disawah.


"Ya enggak tau lah, mungkin lagi nggosip kali" Jawab Ghina ngarang. Mana dia berpengalaman tentang ini? sedangkan ko desa saja belum pernah sama sekali.


"Bun, kalo itu beneran gunung yang sering guru suruh gambar disekolah ya?" Tanya Gauni bergantian sembari menunjuk gunung-gunung yang terlihat. Meskipun jauh namun terlihat sangat besar sekali.


"iya,"


"Ada gunung kembar enggak bun?" Tanya Gauni lagi.

__ADS_1


"Eh Gauni sayang, enggak perlu ditanya, ini Uniya punya dua gunung kembar" Ucap Ghina sembari menunjuk dua buah gunung miliknya.


Sontak sang sopir yang sedang menyetir itu sedikit tercengang mendengarnya hingga ia tiba-tiba mengerem mobilnya mendadak. Untung dibelakang sedikit sepi jadi tidak menabrak.


"Eh pak sopir kenapa berhenti" Tanya Ghina kaget, begitupun yang lainnya juga ikut kaget.


Sopir muda itu segera menggelengkan kepalanya. "E-enggak, maaf ya mbak tadi ada kucing nyebrang" Ucap sopirnya gugup. Sungguh sangat malang sekali nasibnya, mana masih muda kan makin kasihan.


Plak!


Aruni menepak tangan Ghina.


Ghina mengusapnya. "Kenapa ditampar kak tangan aku?"


"Kamu si! Kenapa pake ngomong gitu coba? Enggak malu sama sopirnya?!" Tukas Aruni melotot.


Mendengar itu Ghina baru tersadar jika ucapannya tadi didengar oleh sopir didepan. "Maaf ya pak sopir, gara-gara aku ngomong gunung kem~ hhmppp!!"


Aruni membekap mulut polos Ghina itu.

__ADS_1


Malu sekali Aruni sekarang. Entahlah kenapa bisa dia yang malu padahal Ghina yang mengucapkannya. Tapi memang selalu seperti itu, kerap kali jalan bersama Ghina pasti ada saja tingkahnya yang membuat dirinya jadi malu sendiri.


...Bersambung_...


__ADS_2