Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 40. Rindu?


__ADS_3

"Aruni..." Lirih Arga saat kini sudah membuka matanya.


Mama Reni kemudian melepas pelukannya saat mendengar Arga yang memanggil nama Aruni. Apakah dia harus memberitahukan kabar bahagia ini pada Aruni?,


"ma dimana istriku? Kenapa enggak kesini? Dia pasti lagi belanja atau lagi jalan kesini kan ma? Oh...atau dia lagi jemput anak aku kesekolah iya?" Arga tersenyum saat ia baru menyadari pasti sekarang anaknya sudah besar. Walaupun belum tau apa gender anaknya tapi Arga yakin pasti anaknya sangat pintar. Ah...Arga jadi tidak sabar menunggu Aruni. Ia tidak sabar juga untuk mengungkapkan perasaannya yang dulu sempat ragu-ragu.


Mama Reni seketika merubah wajahnya menjadi diam tanpa ekspresi. Ia benar-benar bingung harus menjelaskan apa pada Arga tentang keputusan Aruni seminggu yang lalu sebelum Arga terbangun. "Arga mama..."


"Kenapa ma? Iya kan? Aruni pasti lagi jemput anak aku" Ucap Arga lagi. Senyum lelaki dengan bibir yang masih berwarna abu-abu kini semakin mengembang. Arga juga berniat untuk meminta maaf pada Aruni karena telah mengingkari janjinya.


Tidak dapat ditahan lagi sebelum anaknya berekspektasi tinggi, mama Reni dengan terpaksa pun menceritakan tentang keputusan Aruni seminggu yang lalu. Tentu mama Reni menceritakannya namun sama sekali tidak ada unsur menyalahkan Aruni sama sekali.

__ADS_1


Benar saja, setelah bercerita senyum Arga sekarang sudah berubah menjadi wajah datar namun penuh kekecewaan. Tatapannya kosong dengan mata yang berkaca-kaca. "Tapi kenapa...?" Tanya Arga secara tiba-tiba.


"Jangan menyalahkan Aruni. Dia udah terlalu baik enam tahun ini, setiap hari dia yang selalu mandiin kamu, mama tau mungkin Aruni hanya ingin kebahagiaan, waktu itu dokter juga bilang telah menyerah dengan komanya kamu..."


"Terus mama dukung?" Tanya Arga lirih.


Mama Reni menunduk. Ia benar-benar tidak tau jika kejadiannya seperti ini. "Mama cuma ingin Aruni bahagia"


"Sekarang dimana Aruni?! Arga bakal temuin dia sekarang, Arga bakal paksa dia buat balik lagi kesini!" Sambung Arga dengan wajah datarnya. Demi apapun dia tidak rela jika Aruni meninggalkan nya begitu saja.


"Didesa"

__ADS_1


Semenjak saat itu, Arga benar-benar menjadi laki-laki yang tidak pantang menyerah untuk rajin terapi agar otot-otot ditubuhnya kembali normal seperti semula. Ia benar-benar sudah sangat tidak sabar untuk menemui Aruni dan menjelaskan semuanya.


kurang lebihnya tiga Minggu Arga menjalani terapi dirumah sakit, sampai akhirnya ia pun bisa berjalan normal dan otot-otot nya juga sudah tidak lagi kaku seperti sebelumnya. Dokter juga sudah memberitahu bahwa dirinya telah sembuh total.


Dengan penuh ketidaksabaran, besoknya Arga langsung mengajak mamanya untuk pergi kedesa tempat Aruni tinggal. Menurutnya tiga Minggu adalah waktu paling lama bagi Arga. Ia pergi ke desa itu tanpa ada yang tau termasuk Aruni bahwa dirinya sudah bangun, bahkan panggilan masuk dari Aruni di ponsel mamanya Arga selalu menolaknya karena dia akan memberikan kejutan besar pada Aruni.


"Liat aja Aruni Aisha, apa yang bakal aku lakuin buat balas semuanya" Gumam Arga dengan senyuman seringai nya.


...#Fashback end...


Arga semakin mendekati Aruni dengan jiwa yang penuh akan kerinduan pada sosok Aruni. Namun ditahannya karena dia ingin lebih dulu tau alasan yang sebenarnya dari Aruni.

__ADS_1


Aruni masih terpaku kaku dan tidak berani menghadap kebelakang. Tapi tiba-tiba ia dikagetkan dengan sesuatu saat tangannya disentuh oleh tangan Arga yang begitu...begitu Aruni rindukan. "A-aku..." Bibir Aruni jadi kelu dan bergetar untuk menjawabnya.


__ADS_2