
"Hah?" Tanya Aruni tidak mengerti.
Arga langsung menggeleng.
Melihat Arga yang seperti itu, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kemudian Aruni pun naik ke ranjang dan mulai merebahkan tubuhnya. Jujur saja, sebenarnya dia agak deg-degan karena harus satu kamar lagi dengan Arga, karena dulu juga sekamar dengan juga hanya beberapa kali saja.
Arga pun sama, ia mulai naik keatas kasur yang sama dengan Aruni.
Aruni sedikit menggeser tubuhnya saat merasakan Arga yang seperti terlalu dekat dengannya. Posisinya saat ini adalah ia tidurnya membelakangi Arga.
Beberapa saat mereka sama-sama saling terdiam dengan pemikiran yang hampir sama. Aruni yang merasa deg-degan karena tidur bersama dengan Arga lagi, dan Arga yang saat ini sedang memikirkan kata-kata untuk meminta maaf pada Aruni, jujur hati Arga juga merasakan debaran yang tidak karuan.
Sebelum melakukan rencana yang sudah Arga susun, Arga lebih dulu menarik nafasnya dalam-dalam terlebih dahulu.
"Aruni"
"Hmm" Jawab Aruni namun masih tetap diposisi yang sama, yaitu membelakangi Arga.
Arga kemudian kembali menggeser tubuhnya agar semakin dekat lagi dengan Aruni. Namun, bersamaan Aruni juga menggeser agar semakin jauh dengan Arga.
__ADS_1
Arga jadi kesal sendiri. Ia pun bergeser lagi.
Aruni pun juga bergeser hingga hampir mentok diujung kasur.
Hingga geser pergeseran itu terus berlanjut sampai tiba-tiba...
Bugh!
"Auuu...!" Aruni mengusap lengannya yang terbentur dilantai karena dia tidak menyadari jika akan jatuh kebawah.
"Run, enggak papa?" Tanya Arga khawatir lalu segera turun dari kasur dan memapah Aruni untuk duduk.
"Kamu kenapa geser terus sih? Aku pengen romantis tapi kamunya malah terus-menerus geser, ya aku geser juga lah" Jawab Arga.
Aruni terdiam dengan memandang yang lainnya. "Oh" Sambung Aruni singkat. Ia pun berniat untuk merebahkan dirinya lagi, namun ditahan oleh Arga.
"Kenapa?" Tanya Aruni.
"Aku...Aku cuman mau minta maaf karena selama ini udah mengabaikan kamu" Lirih Arga, kemudian menundukkan kepalanya menahan agar air mata itu tidak terjatuh. Ia sadar kesalahannya sangat banyak pada Aruni selama ini.
__ADS_1
Tangan Arga kini bergerak untuk menggenggam tangan cantik Aruni, perempuan yang selama ini ia abaikan, perempuan yang ia benci karena telah mencintainya sedalam ini.
Aruni diam, ia membiarkan tangan itu menggenggam tangannya.
"Aku salah. Aku laki-laki bodoh yang udah mengabaikan kamu tanpa mau tau bagaimana perasaan kamu yang sebenarnya. Aku..." Arga tak dapat melanjutkan kata-katanya kembali, ia tidak tau jika rasanya meminta maaf karena kesalahan besar pada seseorang yang benar-benar kita cintai akan sesak dan sulit mengontrol agar tidak menangis. Bukankah wajar jika laki-laki menangis karena mengakui kesalahannya?
Arga menatap wajah Aruni yang masih dipalingkan. Ketakutan yang besar dalam dirinya jika Aruni tidak mau memaafkannya, Arga pun kini beringsut kebawah dan berlutut dihadapan Aruni.
"Arga! Bangun!" Sedikit keras Aruni mengatakannya. Terkejut saat Arga yang tiba-tiba berlutut dilantai. Aruni pun memaksakan Arga untuk segera bangun. "Kamu apa-apaan sih!!"
Arga menggeleng lemah. "Enggak, aku pantes kaya gini, aku laki-laki paling bodoh. Kamu mau apa? Kesalahan aku udah begitu besar sama kamu, aku tau susah buat kamu maafin kesalahan aku yang selama ini udah aku lakuin."
Aruni hanya menatap Arga dengan mata yang berair mendengar permintaan maaf Arga. Suatu yang paling Aruni tidak disangka jika Arga akan meminta maaf padanya, hal langka bagi Aruni. "Apa kamu tau Ga?"
Arga mendongok menatap istrinya yang juga sedang menangis sama sepertinya.
"Kadang aku merasa pantas untuk diabaikan. pantas enggak dianggap. Ya karna aku tau, aku memang enggak sesempurna itu buat kamu...Tapi apa kamu percaya? Kalau cinta aku sedari dulu itu tulus sama kamu. Ku pikir perpisahan adalah jalan terbaik buat kita saat kamu koma. Jujur sebenarnya aku lelah, aku capek menunggu kamu selama ini, hal yang paling buat aku bingung, kenapa aku bisa menunggu laki-laki yang enggak pernah kasih kepastian buat aku, sampai akhirnya... keputusan terberat bagi aku adalah memilih jalan untuk berpisah dari laki-laki yang benar-benar aku cintai, cinta pertamaku, cinta pertama anakku... Karena mencintai itu bener-bener sakit kalau hanya sepihak aja"
Bersambung _
__ADS_1
Apakah setelahnya konflik akan selesai?🤔