Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 11. Kedatangan Ghina


__ADS_3

Satu bulan juga kini telah berlalu lagi. Hubungan Aruni dan Arga sekarang memang benar-benar tidak seperti sebelumnya. Aruni juga yang memilih untuk tidak lagi ikut campur dalam urusan Arga, dia terserah jika Arga masih ingin meminum minuman alko hol itu, Aruni tidak peduli.


Walaupun kerap kali mama Reni selalu bertanya dan memohon untuk berbicara sekali lagi, namun Aruni menolaknya dengan halus. Walau sebenarnya ia juga merasa bersalah melihat mama yang selalu menangis.


Malam itu Aruni sedang makan malam dimeja makan bersama bunda. Mereka mengobrol ringan tentang toko kue yang akan buka cabang baru dibeberapa daerah.


Bunda Irana menghentikan makannya saat mendengar ada suara ribut-ribut disamping rumahnya. Seperti suaranya dari rumah Reni, tetangga sekaligus sahabatnya itu.


"Kenapa Bun?" Tanya Aruni heran saat melihat bunda yang diam gaya batu.


"Kamu denger ada suara ribut-ribut dari rumah mama?"


Aruni pun meletakkan sendoknya dan berlaih memasang telinga baik-baik untuk mendengarkannya. Ia pun menatap sang bunda.


"Kita liat Run.."


Aruni pun mengangguk. Mereka kemudian bersama-sama keluar dari ruang untuk melihat keributan apa yang terjadi.


*


*


"Saya mau anak Tante tanggung jawab sekarang!" Ucap seorang perempuan yang menggunakan pakaian sedikit terbuka dengan menunjuk perutnya yang buncit karena sedang hamil.

__ADS_1


Mama Reni yang baru saja selesai sholat tentu saja terkejut melihat seorang perempuan yang tiba-tiba meminta pertanggung jawaban. "Maksutnya apa? Saya tidak mengerti"


"Saya hamil karena perbuatan bejad anak Tante!" Teriak perempuan itu disertai dengan tangisannya. Hidupnya hancur karena tiga bulan yang lalu ia baru saja di perk*sa oleh seseorang dan sekarang dirinya sedang hamil. Masa depannya hancur, ia juga dikeluarkan dari sekolah karena ketahuan sedang hamil.


Degg ....


Mama Reni menatap perempuan muda itu dengan tatapan tak percaya. Mata seorang ibu itu mulai berkaca-kaca mendengarkan nya "Enggak, anak saya tidak mungkin berbuat seperti itu..." Mama Reni sekuat tenaga menahan agar tidak pingsan. Tangannya berpegangan pada pintu. "Anak saya adalah laki-laki baik. Kamu berbohong pada saya..." Lanjut mama Reni kemudian yang masih tidak percaya.


Perempuan itu adalah Ghina. Ia menggeleng dengan air mata yang terus mengalir menganak sungai. Perempuan dengan usinya yang masih 18 tahun itu benar-benar merasa sakit hati serta mental. Ia bahkan mungkin hampir saja depresi setelah tau bahwa dirinya sedang hamil, apalagi saat teman-temannya membully dan mengusirnya dari sekolah.


Ghina mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. "Ini kalung anak Tante bukan?" Ghina menunjukkan kalung itu didepan wajah Mama Reni.


Mama Reni melihatnya. Kepalanya semakin berdenyut saat melihat kalung itu yang memang milik Arga anaknya. Kalung berwarna silver dengan bentuk bintang dan ada nama inisial anaknya juga.


Sedangkan Aruni yang sedari tadi melihat dan mendengarnya didepan pintu pun seketika air matanya mengalir begitu saja. Ia tidak menyangka bahwa Arga akan sebejad itu. Itu artinya Arga benar-benar sudah menjadi laki-laki bre*gsek menurutnya. Dia benar-benar tidak percaya bahwa Arga akan berani melakukan itu pada seorang gadis yang masih remaja hingga membuatnya sampai hamil.


"Astaghfirullah... Reni" Bunda Irana mengusap air matanya yang juga ikut menetes mendengar dan melihatnya. Terlebih melihat Reni yang lemas tak berdaya seperti itu, pasti sangat berat menerimanya.


"ARGA MAHASURA!!" Teriak Mama Reni yang lemas namun masih bisa untuk emosi mendengarnya. Hati ibu mana yang tidak hancur ketika mendapati anaknya berkelakuan rendah dan bejad seperti itu, hati ibu mana yang tidak sakit melihat perempuan yang menjadi korban anaknya hingga hamil dan memohon untuk bertanggung jawab seperti itu.


Arga yang sedang bermain PS itu pun seketika mematikannya saat mendengar teriakan yang tidak pernah ia dengar sebelumnya. Dengan menggunakan celana pendek dan tanpa menggunakan ba ju lagi Arga segera berlari mendekati bunda yang memegangi kepalanya diambang pintu, dan... seorang perempuan yang sangat familiar dimatanya.


"Ada apa -"

__ADS_1


PLAK!


Satu tamparan keras mendarat diwajah Arga. Mama Reni menatap anaknya dengan tatapan yang tersulut amarah mendalam.


"Kenapa nampar Arga Ma" Arga menatap Mamanya, Ia benar-benar tidak mengerti dengan semuanya. Kemudian tatapannya beralih pada perempuan yang terlihat buncit dan sedang menangis.


"Mama tidak pernah mengajarkan anak mama untuk berkelakuan BEJAD!" Teriak mama Reni menggelegar diruangan. Seorang ibu itu itu kemudian memukul tubuh anaknya karena kecewa "Mama...Mama benar-benar gagal mendidik putra mama hiks...hiks.."


Arga yang mendengarnya semakin tidak mengerti. Ia pun mencoba memegangi tangan Mamanya "Ma, Arga enggak tau apa yang terjadi"


PLAK!


Satu tamparan kembali mendarat di wajah laki-laki itu kembali. "Selain bejad, ternyata anak tidak berguna ini juga sama bre*gsek! Lihat perempuan itu" Mama Reni menunjuk perempuan yang sedang hamil itu.


Arga pun kini juga menatapnya.


"Dia hamil"


"Aku harus apa kalo dia hamil Ma?" Jawab Arga yang merasakan kedua pipinya sudah kebas karena tamparan keras perempuan tangguh itu.


Ghina yang mendengar itu segera melempar kalung milik Arga "Laki-laki bre*gsek! Lo harus nikahin gue sekarang! Lo kan yang ngelakuin itu waktu di gang sepi dan bawa gue kerumah kosong yang gelap itu" Ghina semakin menangis sesugukan ketika mendengar Arga yang justru seperti tidak mengenalinya.


Arga menatap kalung miliknya yang tergeletak dilantai. Pantas saya sudah lama ia tidak melihat kalung itu. Tapi tunggu, apa jangan-jangan perempuan didepannya ini adalah korban tiga bulan yang lalu dimana sebelumnya ia dipaksa oleh Malik untuk menculik gadis itu, namun Arga menolaknya. Malik adalah ketua Pemuda Tikus dirombongannya. "Tunggu, Lo salah orang" Potong Arga sebelum melebar kemana-mana.

__ADS_1


Ghina mengalihkan pandangannya "Gimana bisa salah orang? Sedangkan buktinya udah ada didepan mata. Lo laki-laki brengsek yang udah perk*sa gue! Lo yang udah buat hidup gue hancur sampe harus keluar dari sekolah!" Teriak Ghina yang kini kembali menatap Arga dengan tatapan kebencian dilubuk matanya paling dalam.


__ADS_2