Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 18. Ijab qobul


__ADS_3

Satu jam berlalu...


"Sah...!"


Pernikahan itu telah dilakukannya setelah ayah Damar yang memaksa Aruni agar menikah dengan Arga secepatnya tanpa ditunda lagi. Pernikahan sederhana diruang sakit dan hanya beberapa orang saja yang menyaksikan.


Aruni menangis diatas branker itu. Bukankah seharusnya dia senang kalau menikah dengan Arga? Bukankah ini adalah impiannya sedari dulu? Tapi kenapa dia malah sedih sekarang? Mungkin saja Aruni sedih karena ternyata pernikahan ini adalah sebuah paksaan yang diharuskan karena hamidul alias hamil duluan, bukan karena cinta.


Terlebih yang Aruni tau bahwa dirinya telah menjadi istri kedua dari Arga Mahasura. Arghh!!! Kenapa dia harus menjadi yang kedua? Ini bukanlah pernikahan impian Aruni.


Mama Reni yang baru saja datang juga awalnya shok saat mendengar bahwa anaknya yang tengah menghamili Aruni, orang yang sudah mama Reni anggap seperti anaknya sendiri. Masalah satu selesai karena lega ternyata bukan anaknya yang melakukan itu dengan Ghina, kini datang masalah baru lagi dengan mengejutkan, yang ternyata anaknya melakukan itu dengan Aruni. Astaghfirullah, jika bisa dia ingin ganti anak boleh tidak sih?


Tentu saja Mama Reni segera bertindak. Ia mengusulkan untuk melakukan pernikahan sekarang juga dirumah sakit agar tidak diulur-ulur lagi.


Setelah pak penghulu sudah pulang, kini hanya tinggal Ayah, Bunda, Mama, Arga dan juga Aruni saja diruangan itu.


"Selesai ini barang-barang kamu harus pindah keruang Arga" Ucap bunda Irana yang sebenarnya masih sangat kecewa dengan semuanya. Ini terlalu mendadak untuknya. "Bunda dan ayah juga nanti malam berangkat untuk sementara waktu akan pulang ke desa menemui nenek disana" Lanjutnya kemudian.


Aruni menatap bunda dengan mata yang berkaca-kaca. "Bunda sama ayah bakal tinggalin Aruni?" Tanyanya dengan sedih.

__ADS_1


"Untuk sementara waktu sampai bunda sama ayah benar-benar sudah bisa memaafkan kesalahan kalian berdua" Jawab bunda Irana yang mampu membuat hati Aruni sakit.


Aruni semakin menangis kala mendengar ucapan bundanya. Sebelumnya dia bahkan tidak pernah sekalipun ditinggalkan oleh bunda.


Arga yang mendengar percakapan itu juga merasa bersalah pada Aruni. Coba jika waktu itu dia tidak membawa Aruni ke club' malam, kejadiannya pasti tidak akan seperti ini.


Ayah Damar hanya diam membisu tidak ikut campur dengan urusan ini. Ia sudah terlanjur kecewa dengan semuanya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, ayah Damar menarik lengan sang istri dan membawanya pergi dari rumah sakit ini. Mereka yakin Aruni akan baik-baik saja ditangan Arga.


Melihat ayah dan ibunya pergi, Aruni berniat untuk bangun namun ditahannya oleh mama Reni karena kondisi Aruni yang tidak memungkinkan.


"Bunda hiks...ayah..." Aruni menangis tersedu-sedu menatap kepergian ayah dan bunda yang masih belum memaafkannya.


"Tenang sayang, ada mama disini" mama Reni memeluk Aruni yang sudah menjadi menantunya itu. "Aruni mau pulang atau masih tetap disini?" Tanya mama Reni. Karena tadi sebelumnya dokter sudah memberitahu bahwa Aruni sudah bisa dibawa pulang, namun jika masih sakit mobil menginap disini.


Mama Reni pun melirik Arga yang justru hanya diam di sofa yang tak jauh dari mereka. "Arga!"


Arga yang sedang bengong terperanjat kaget dengan panggilan mamanya. "Iya ma?"


"Iya ma, iya ma. Angkat istri kamu, gimana sih?!" Ucap mama Reni dengan kesal pada putranya yang tidak peka.

__ADS_1


Arga yang baru mudeng pun segera berdiri dan berjalan mendekati Aruni untuk menggendong Aruni.


"Enggak usah ma, Run bis- argh!" Aruni terpekik saat belum selesai berbicara Arga langsung menggendongnya ala bridal style. "Turunin!"


"Berisik!" Arga lalu mulai berjalan keluar dari ruangan menuju mobilnya diparkiran rumah sakit. Sementara mama Reni menyusul dibelakang dengan membawa beberapa barang menantunya yang tertinggal.


Mendengar bentakan Arga, nyali Aruni pun menciut. Ia lebih memilih diam dan mengalungkan kedua tangannya dileher milik Arga supaya tidak jatuh.


"Buka pintunya" Perintah Arga karena kedua tangannya yang menggendong tubuh Aruni jadi sulit untuk membuka pintu mobil.


Aruni pun segera membukanya. Arga lalu perlahan mendudukkan Aruni didalam mobil, tidak lupa memasangkan seat belt untuk Aruni.


"Mama" Pinta Aruni saat melihat Arga yang akan menjalankan mobilnya.


"Mama bawa mobil sendiri" Jawab Arga datar. Dengan perlahan dia pun mulai menancapkan gasnya pelan menjauh dari rumah sakit.


Dalam perjalanan pulang, Aruni hanya menatap lurus kedepan. Tatapannya sedang memikirkan sesuatu. Bagaimana jika dia sudah sampai rumah nanti? Apakah Aruni bisa hidup dengan istri pertama Arga? Apakah Aruni bisa berbagi suami seperti di film-film ikan terbang? Apa dia yakin jika akan mendapatkan keadilan?


"Lagi mikirin apa?" Tanya Arga kemudian saat melihat Aruni yang bengong.

__ADS_1


Aruni melirik Arga sejenak lalu kembali kedepan. Ia menggeleng, "enggak mikirin apa-apa" Jawab Aruni.


Setelahnya tidak ada percakapan lagi diantara keduanya. Mereka selama perjalanan hanya diam tanpa membuka mulut.


__ADS_2