
Bunda Irana mendekati sang sahabat yang mungkin sangat butuh pelukan darinya, walaupun dia tau ini bukanlah urusan pribadinya, namun tetap bunda Irana tidak tega melihat sang sahabat menderita sendiri dengan masalahnya.
Begitupun dengan Aruni yang mengikuti bundanya, setelah ia mendengar bahwa Arga yang justru tidak mau bertanggung jawab.
"Irana..." Mama Reni berjalan mendekati sang sahabat yang sudah berpuluh-puluh tahun itu. "Hatiku hancur sebagai seorang ibu Ir..." Isak tangis perempuan yang tak lagi muda itu dipelukan bunda Irana.
Bunda Irana mengusap pelan punggung sang sahabat "Aku merasakannya Ren...kamu pasti kuat"
Sedangkan tatapan Aruni menatap sang Arga dengan perasaan yang kecewa. Kecewa dengan apa yang terjadi dan didengarnya. Aruni tidak menyangka, laki - laki yang dulu sangat dan benar-benar Aruni kagumi karena sikap baik dan solehnya dan akan menjadi panutannya, nyatanya sekarang benar-benar bre*gsek.
Arga dapat melihat sorotan mata penuh kekecewaan Dimata Aruni. "Run...Lo percaya sama gu-" Ucapan Arga terpotong saat tiba-tiba Aruni mengucapkan sesuatu.
"Cukup!" Potong Aruni yang sudah benar-benar kecewa dan tidak mau mendengarnya. "Jangan ngomong sama aku. Kamu cukup tanggung jawab dengan perempuan yang telah kamu hamili" Setelah mengucapkannya Aruni segera pergi meninggalkan tempat itu menuju rumahnya untuk kekamar. Ia tidak sanggup jika harus menangis didepan banyak orang, karena itu akan membuat semua curiga bahwa ternyata Aruni menyukai Arga dan kecewa.
Arga yang berniat untuk mengejar Aruni pun urung saat tiba-tiba Mama yang kembali berbicara.
"Jangan pernah berpindah tempat! Pernikahan akan segera dilakukan selama tiga hari ini!" Perintah Mama Reni yang tidak bisa lagi untuk dibantah.
"Ma tap-"
"Sekarang masuk!"
__ADS_1
"Ma-"
"Jangan sampai mama bunuh kamu sekarang!" Ancam Mama Reni yang tidak pernah main-main.
Dengan dada yang bergemuruh. Arga akhirnya masuk kekamarnya. Namun sebelumnya ia menatap perempuan yang telah menuduhnya atas perlakuan bejad itu, Arga menatap penuh benci padanya. Lalu segera Arga berlari menaiki tangga menuju lantai atas dikamarnya.
Ghina langsung memegangi kedua tangan Tante Reni dan mengucapkan banyak terimakasih "Terimakasih Tante hiks...aku benar-benar terimakasih..."
Sang ibu dengan satu anak itu menggeleng "Jangan bilang terima kasih. Anakku yang telah membuat kamu menjadi seperti ini, maaf...maaf sudah membuatmu menjadi menderita" Mama Reni segera memeluk perempuan itu. Ia tau pasti hati perempuan yang menjadi korban anaknya jauh lebih sakit dibanding dirinya. Masih muda namun masa depannya sudah hancur.
Ghina menangis mendengarnya. Ia tidak menyangka jika ibu dari laki-laki brengsek itu sangat baik dan berpihak padanya, ia pikir saat ia datang kemari keluarga laki-laki itu tidak percaya dan akan mengusirnya dari sini, namun nyatanya pikiran Ghina salah besar.
"Kamu tenang, pernikahan akan segera dilakukan 3 hari lagi ya sayang...Saya akan pastikan anak saya bertanggung jawab dengan ini."
Bunda Irana yang tadi mendengarnya pun hanya bisa tersenyum tipis. Ia tau sebenarnya Reni pasti sangat sakit, tapi mencoba untuk kembali kuat didepan perempuan yang sedang mengandung itu.
"Dimana rumah kamu? Biar orang Tante yang akan mengantarkan kamu"
Ghina menunduk mendengar pertanyaan dari Tante Reni. Dengan pelan Ghina pun menjawab, "A-aku...tidak memiliki rumah. Ibu dan ayah sudah meninggal 12 tahun lalu, aku tinggal bersama paman dan bibi, tapi mereka mengusiku karena mereka tau aku hamil...hiks.." Dengan cepat Ghina mengusap air matanya yang kembali keluar.
Semakin hancur sudah hati mama Reni setelah mendengar gadis itu mengucapkan bahwa sudah tidak lagi mempunyai orang tua. Anak nya benar-benar sangat bre*gsek, gadis malang yang ditinggal orang tuanya justru telah menjadi korban perk*sa anaknya sendiri. "Maafkan semuanya sayang..." Dengan segera mama Reni memeluk gadis itu. "Anak Tante sangat keterlaluan padamu. Pasti ini sangat berat"
__ADS_1
Selang beberapa detik mama Reni segera melepas pelukannya dan menatap gadis muda itu. "Namamu siapa ? Usiamu berapa?"
"Nama saya Ghina Ginny, umur saya 18 tahun."
Ghina Ginny
Perempuan berusia 18 tahun dengan paras wajah cantik dan body yang aduhai. Dia sebenarnya adalah seorang anak konglomerat dahulu sebelum ayah dan ibunya meninggal. Namun semua itu sirna ketika semua harta ayah dan ibunya telah direnggut paksa oleh kakak ayahnya. Ghina dibuang begitu saja tanpa meninggalkan sepeserpun harta untuknya, hingga ia pun akhirnya diadopsi oleh pamannya, alias adik ayahnya yang baik hati.
Menjadi korban pemerk*saan membuatnya menjadi wanita yang hampir stress dengan semuanya. Rasa ingin mengakhiri hidupan itu pasti selalu terbesit dalam benaknya. Hingga dimana saat ia menemukan suatu barang bukti siapa yang telah memperk*sanya, dengan segera Ghina mencari alamat laki-laki itu dan memintanya untuk bertanggung jawab.
Awalnya Ghina ragu karena ada 3 orang yang telah memaksa dan membawanya kerumah kosong dan gelap itu. Ghina tidak bisa minat wajah orang yang telah melakukan itu, hingga ia putuskan dan yakinkan bahwa laki-laki yang telah membuatnya mengandung buah hati adalah Arga Mahasura, sang anak konglomerat yang tak pernah menunjukkan wajahnya dipublik.
Visual Ghina/
*
Aruni menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang dengan memeluk guling kesayangannya. Menumpahkan kesedihannya yang sedari tadi ia tahan untuk tidak menangis kencang. Untung kamarnya kedap suara, jadi sekuat apapun Aruni menangis, tidak akan terdengar oleh orang luar.
"AAARRGHHHH!!!" Teriak Aruni dengan sangat emosi. Dia kecewa, marah, emosi dengan semua yang terjadi. Sekarang Aruni yakin bahwa sebentar lagi pasti pernikahan itu akan dilakukan.
__ADS_1
"Kenapa tidak adil tuhan!!" Teriak Aruni yang merasa tuhan telah pilih kasih. "Kenapa percintaan ku seperti ini,!" Teriaknya lagi.
Malam itu, Aruni habiskan waktunya untuk bersedih hati hingga dirinya puas dan tertidur sendiri diranjang itu.