Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 19. Banyak maunya


__ADS_3

Sampai dipekarangan rumah milik Arga, Aruni pun berniat untuk turun, namun ditahannya oleh Arga.


"Jangan. Biar aku gendong kaya tadi" Ucap Arga karena takut akan dimarahi oleh mama jika tau Aruni jalan sendiri.


"Gausah ngerepotin, aku berat soalnya" Ucap Aruni ketus.


"Emang" Ceplos Arga kemudian, yang dimana membuat Aruni melototkan matanya.


"Oh, jadi kamu enggak ikhlas tadi ngegendong aku?!" Timpal Aruni sewot dan tidak terima dibilang iya ngerepotin dan gendut. "Ya udah, biar aku bilangin mama sekarang!"


Arga pun jadi panik sendiri mendengarnya. Dia merutuki dirinya sendiri yang keceplosan mengucapkannya, "Eh, jangan lah, di geprek gue sama mama"


"Bodo amat!" Aruni pun kembali berniat membuka pintu mobilnya, namun dengan cepat Arga menarik tangan Aruni hingga berhadapan dengannya. "Mau apa sih!" Bentak Aruni dengan menghempaskan tangannya.


"Dibilang jangan dibuka malah ngeyel. Tunggu, aku keluar dulu" Dengan gerakan cepat Arga segera turun dari mobilnya dan berlari kearah pintu mobil Aruni lalu membukanya.


"Dasar jailangkung!" Gerutu Aruni dengan kesal.


Aruni hanya bisa pasrah saat dirinya digendong lagi ala bridal style oleh Arga. Ia hanya bisa menikmatinya saja tanpa melihat Arga akan membawanya kemana. Aruni juga baru menyadari, ternyata digendong seperti ini sangat menyenangkan, walaupun mines nya dia sama sekali tidak peduli jika Arga akan keberatan dengan tubuhnya yang ideal tapi sedikit gemuk itu.


"Jangan liatin gue mulu! Sumpek tau gak diliatin! Mual gue" Timpal Arga yang sedari tadi melihat Aruni terus memperhatikan wajahnya.


Aruni mengerucutkan bibirnya seperti seekor bebek mendengar Arga mengucapkan itu padanya. "Ini maunya bayi tau gak!" Ucap Aruni beralasan. Padahal dia juga enggak tau ini maunya bayi atau bukan. Tapi Aruni pernah baca bahwa ibu hamil pasti akan ngidam, jadi Aruni akan mengategorikan ini sebagai alasan mengidam.


"Alesan" Sambung Arga singkat. Dia tau jika Aruni sedang berbohong sekarang. "Gayanya sebulan menghindar dari gue, tapi giliran dinikahin malah ngeliatin terus" Ketus Arga yang membuat Aruni tertusuk.

__ADS_1


Benar, kenapa dia jadi plin plan? Bukankah misinya adalah melupakan Arga dan membuang jauh-jauh perasaan ini. Harusnya Aruni sedih karena dia hanyalah jadi yang kedua disini. Harusnya dia merasa bersalah pada istri pertama Arga yang baru dinikahi sudah menikah lagi dengannya.


"Eh, mau bawa aku kemana?" Aruni panik saat Arga sudah mau membuka pintu kamarnya.


"Ke kamar kita lah"


"Whatt?!! Kamar kita?" Pekik Aruni yang tak percaya. Kamar Arga menjadi kamar kita?


"Bisa enggak sih jangan buat kuping gue berdengung? Mama yang suruh tadi" Segera Arga menurunkan Aruni diatas ranjangnya dengan pelan-pelan agar tidak sakit.


"Bau rokok" Celetuk Aruni saat baru memasuki kamar ini dan bau rokok menyengat di indra penciumannya.


"Nanti suruh orang buat bersihin kamer gue biar enggak bau rokok lagi" Ucap Arga yang tau bahwa ibu hamil akan berbahaya bagi janin dan ibunya jika menghirup aroma rokok.


"Mau mandi" Pinta Aruni yang merasa dirinya sudah sangat bau.


"Ya maap, namanya juga udah ngerasa bau ya mandi lah"


"Ya udah, dimana tempat baju-bajunya" Ucap Arga kemudian yang akhirnya tetap menuruti kemauan Aruni.


"Dilemari lah"


"Anu nya juga?" Tanya Arga yang kalo ngomong setengah-setengah.


"Anu?" Aruni mengerutkan keningnya tidak mengerti.

__ADS_1


"Ck. B H sama C D mu Lo! Gitu aja harus diperjelas!" Tukas Arga yang sudah sangat kesal.


Aruni yang mendengarnya pun menjadi malu, bahkan wajahnya sudah memerah sekarang.


*


Arga melangkahkan kakinya menuruni tangga menuju rumah Aruni yang hanya sepuluh langkah dari rumahnya itu.


"Mau kemana lagi kamu Arga?!" Ucap mama Reni yang sudah marah lebih dulu pada anaknya. Karena dia pikir Arga mau keluar dan balapan lagi, ya walaupun ia melihat anaknya yang masih memakai jas akad tadi.


Arga menghela nafasnya melihat mamanya yang marah-marah. "Mau kerumah istri ma..." Jawab Arga malas.


"Ngapain"


"Ambil baju Aruni. Dia mau mandi" Jawab Arga lagi.


Mendengar itupun mama Reni mengangguk percaya. "Oke, jangan lama-lama. Oh iya, kalo bisa kamu mandiin Aruni aja, kasihan kalo sendiri, lukanya nanti sakit"


Arga jadi salah tingkah disuruh seperti itu oleh mamanya. Dengan memasang wajah sok cool Arga pun segera pergi meninggalkan mamanya yang masih belum selesai berbicara.


"Arga!" Teriak mama Reni. Melihat anaknya yang sudah tidak terlihat, mama Reni hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Semoga dengan kamu menikah sama Aruni, kamu berubah menjadi anak yang baik lagi anak kesayangan mama..." Batin mama Reni yang galau. Gawat, mama Reni jadi ingin curhat pada almarhum suaminya, mama Reni pun berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan melakukan sholat lalu baru dia curhat pada suaminya lewat doa.


Arga segera membuka pintu utama rumah Aruni. Jika kalian bertanya darimana Arga mendapatkan kuncinya, jawaban nya saat ijab qobul dirumah sakit ia merasakan bahwa ayah Damar memasukkan sesuatu kedalam kantong jas nya, dan itu adalah kunci rumah ini.


Memasuki rumah itu, ingatan Arga menjadi dejavu sekarang. Sudah lama Arga tidak memasuki rumah ini, kurang lebih dua tahunan Arga tidak pernah main lagi kesini. Alasan nya simpel, dia sangat membenci Aruni saat tau bahwa Aruni mencintainya, laki-laki jahat bukan? Iya, Arga rela menjauhi Aruni hanya demi tidak ingin Vio berfikir negatif padanya. Dia juga tidak mau jika cinta Aruni semakin dalam padanya, ia bahkan berharap dengan cara ia menjauhi Aruni, Aruni akan membencinya dan melupakannya.

__ADS_1


Arga jadi teringat dimana dua tahun lalu ia dan Aruni seperti seorang adik kakak yang selalu bersama. Ya, dulu Arga hanya menganggap Aruni sebagai adiknya saja sebelum dia tau bahwa Aruni ternyata jatuh cinta padanya. Setiap kali Arga selalu bermain dengan Aruni dan bercerita tentang masa depan, tidak peduli walaupun umur sudah tua tapi sifat masih seperti anak-anak. Sungguh masa-masa yang paling bahagia. Dimana Arga juga selalu bercerita pada Aruni bahwa dia sangat menyukai Vio sedari dulu, namun wajah Aruni menunjukkan bahwa dia juga setuju.


"Huft.." Tidak ingin terus memikirkan masa lalu, Arga pun kembali melangkahkan kakinya menaiki tapak tangga menuju kamar Aruni untuk mengambil baju ganti.


__ADS_2