Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 21. Cemburu


__ADS_3

"Makan, jangan sampai bayi kita kenapa-kenapa" Pinta Arga dengan perhatian pada anak yang ada dalam kandungan istrinya.


Aruni menerima makanan nya dengan baik, ia meletakkan nampan berisi makanan itu dipangkuannya. Aruni kemudian hanya mengangguk mendengar ucapan Arga.


Perlahan namun pasti, Aruni mulai mekanan makan malamnya. Ia membelah telur rebus itu menjadi dua, namun tiba-tiba...


"Huek!", Arga menutup hidungnya saat mencium aroma telur rebus itu.


"Kenapa?" Tanya Aruni saat melihat Arga yang mual-mual.


"Gue~ Huek..., Huek..." Arga dengan gerakan cepat berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan seluruh isi dalam perutnya.


Aruni yang khawatir pun segera meletakkan nampan diatas kasur dan segera menyusul Arga kekamar mandi.


"Arga, kamu enggak papa?"


Arga mengisyaratkan dengan tangannya bahwa dia tidak apa-apa. Setelah dirasa sudah tidak mual lagi, Arga pun membasuh mulut serta tangannya.


"Kamu kenapa?" Tanya Aruni dengan khawatir.


"Bau telur" Jawab Arga jujur. Entah sejak kapan dia jadi sensitif jika mencium aroma yang berbau telur. Entah itu telur rebus, dadar atau telur yang dibikin kue, yang jelas akhir-akhir ini Arga sangat tidak suka bau telur.


"Biar aku taro kebawah kalo gitu telornya"


"Enggak usah! Biar gue aja yang taro, gue ganti yang gak pake telor enggak papa kan?"


Aruni mengangguk, "Gak papa" Jawabnya.


_


Aruni kembali duduk diatas ranjang melihat kepergian Arga. Dia baru teringat dengan Ghina, istri pertama Arga. "Dia tinggal dimana?" Gumam Aruni yang tiba-tiba memikirkan Ghina. Apa mungkin dia ada dirumah ini juga tapi sedang berada dikamar tamu?


Drrtttt!


Drrtttt!


Aruni melirik ponsel milik Arga yang berdering diatas ranjang dan tak jauh darinya. Dengan mata was-was Aruni melihat siapa yang menelepon Arga.


"Ghina" Gumam Aruni saat membaca na yang tertera dilayar ponsel milik Arga. Entah kenapa ada rasa sakit hati saat melihat istri pertama Arga menelepon, dan saat Arga ternyata menyimpan nomor istri pertamanya. Aneh memang, padahal seharusnya sekarang yang benar adalah Arga bersama istri pertama nya, bukan bersamanya, tapi baru di telepon saja Aruni sudah sangat cemburu.

__ADS_1


Ceklek!


Mendengar pintu yang akan dibuka, Aruni dengan segera memposisikan duduknya seperti semula.


Arga berjalan dengan membawa nampan dan makan yang sudah berganti tanpa mengandung telur lagi. "Siapa?" Tanya Arga kemudian setelah memberikan nampan berisi makan malam pada Aruni.


"Apanya?" Tanya Aruni balik dengan berpura-pura tidak tau.


"Tadi gue liat ada suara telepon"


Aruni mengangkat bahunya tidak tau "Gak tau, aku orangnya enggak kepo an" Jawab Aruni yang sebenarnya berbanding balik dengan apa yang dia ucapkan. Padahal Aruni sangat penasaran kenapa istri pertama Arga menelepon.


Mendengar jawaban Aruni yang tidak tau, Arga segera mengambil ponselnya yang berada diatas kasur. Ia melihat panggilan tak terjawab dengan nama Ghina yang tertera dilayar ponselnya, dengan cepat Arga pun memasukkan ponselnya dikantong. "Lanjutin makannya, gue mau ke balkon dulu" Ucap Arga.


Aruni yakin bahwa sebenarnya Arga akan menelepon Ghina. Ia begitu cemburu melihatnya. Baru juga Aruni melihat Arga yang akan menelepon istri pertamanya tapi Aruni sudah cemburu, bagaimana kalau mendengar percakapan keduanya, apa mungkin perasaan Arga sudah berpindah pada Ghina?


Dengan kesal, Aruni tetap memakan makan malamnya karena memang sedang lapar berat.


*


*


Tut!


Tut!


Tut!


Panggil itupun terhubung. "Kenapa?"


"Kak, apa besok aku boleh kerumah kakak? Aku pengen ketemu sama ibu kakak, disini aku takut sama warga yang masih bully aku kak" Ucap Ghina diseberang telepon sana sembari sesekali terisak. Dia tidak bisa hidup dengan bully an seperti ini, rasanya dia butuh seseorang untuk menjadi tempatnya bersandar.


"Oh, terserah kamu kalo mau. Mama pasti seneng kalo kamu kesini" Jawab Arga dengan sedikit lembut. Ia sadar dan merasa iba melihat Ghina yang sangat menderita. Arga berjanji setelah ini akan mencari Malik sampai ketemu dan memberinya pelajaran yang setimpal karena telah membuat seorang wanita baik sengsara. Ini juga untuk menebus rasa bersalahnya karena tadi ia sudah membocorkan semuanya hingga pada tamu tau apa yang terjadi dengan Ghina sebenarnya.


"Makasih kak. Aku seneng ternyata kakak baik sama aku, maaf sebelumnya udah menuduh kakak waktu itu. Aku pikir kakak yang melakukannya"


"ITS ok, ya udah ya, kamu jaga diri baik-baik"


Ghina mengangguk "Kakak juga ya, semoga pernikahan kakak bahagia sama kak Aruni"

__ADS_1


"Kamu tau?" Tanya Arga yang tidak percaya bahwa Ghina tau tentang pernikahan nya dengan Aruni.


"Tante Reni tadi kasih tau aku" Jawab Ghina jujur. Ia bahkan tau kenapa pernikahan itu bisa terjadi. Terbesit rasa iri melihat kak Aruni yang langsung dinikahi setelah tau siapa ayahnya, sedangkan dirinya? Bahkan ayah dari bayi ini sama sekali tidak bertanggung jawab. Tapi Ghina senang melihat kak Arga yang telah menikah dengan kak Aruni. "Aku berharap kalian bahagia kak"


"Makasih doa nya. Sekarang kamu tidur, ini udah malem"


Setelah panggilan itu terputus, Arga pun berniat untuk segera masuk kedalam kamar dan mengambil rokoknya yang ia simpan dilemari. Rasanya sangat tidak enak sekali mulutnya karena belum merokok. Mungkin inilah yang disebut kecanduan.


Masuk kedalam kamarnya, Arga melihat Aruni baru saja selesai makan.


"Kamu mau kemana?" Tanya Aruni saat melihat Arga yang membuka lemarinya. Ia pikir Arga mau berganti baju lalu pergi menemui istri pertamanya.


"Ambil rokok"


"Terus?"


"Ya terus di his ap lah" Jawab Arga.


Aruni menundukkan kepalanya, ingin bertanya tapi dia sangat gengsi untuk menanganinya. Akhirnya dengan penuh semangat Aruni memberanikan diri untuk menanyakannya, "Arga" Panggil Aruni kemudian.


"Hmm" Jawab Arga yang masih mencari rokoknya yang ia sembunyikan disela-sela baju.


"Kamu enggak kemana-mana habis ini?"


Arga menatap Aruni heran setelah ia mendapatkan rokoknya. "Kemana?"


"Ya kemana gitu"


"Enggak"


"Yakin?"


"Apa sih Run? Yang jelas, Lo emang mikir gue mau kemana?" Tanya Arga yang tidak mudeng.


Mendengarnya Aruni menjadi kesal sendiri. Bukannya menjawab apa yang Arga tanyakan, Aruni justru lebih memilih untuk tiduran dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Gak jelas" Ucap Arga singkat. Ia lalu kembali berjalan menuju balkon.


Sedangkan didalam selimut itu, Aruni terus menggerutu kesal pada Arga yang tidak tau dengan pertanyaan nya. Dasar laki-laki buaya! Enggak peka! Apa dia enggak mikirin gimana perasaan aku?!! Apa yang dia obrolin sama Ghina, apa mereka sebenarnya janjian? Apa jangan-jangan mereka merencanakan sesuatu yang aku enggak tau?

__ADS_1


__ADS_2