Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 6. Dimana Aruni?!


__ADS_3

Arga mengalihkan pandangannya. Sungguh, ternyata semarah apapun dia pada Vio tapi Arga ternyata tetap tidak bisa untuk tidak kasihan saat Vio menangis. "Oke, cuma 5 menit" Jawab Arga kemudian. Ia merasa tidak nyaman dan tangannya juga ingin sekali untuk mengusap air mata milik Vio.


Vio tersenyum mendengarnya. "Makasih"


Sementara Aruni, dibalik pohon itu ia menundukkan pandangannya saat melihat percakapan diantara keduanya. Benar ternyata, Arga akan cepat luluh jika dengan Vio. Lihatlah, Aruni sangat tau betul jika Arga terlihat kasihan pada Vio saat Vio menangis.


"Kenapa mereka lama ngobrolnya? Kak Aruni, awas ya kalau sampe Arga ngajak balikan!" Pinta Mars yang merasa cemburu saat istrinya mengobrol dengan Arga. Ia saat ini juga bersembunyi dibalik pohon dibelakang Aruni.


"Enggak tau juga Mar, tapi kalo Arga ngajak balikan enggak papa kan?" Tanya Aruni yang dadanya mulai terasa sakit saat mereka sudah mulai bercakap.


"Saya gorok leher kamu kalo sampe itu terjadi" Gerutu Mars. Benci kali dia pada Aruni, dia juga menyesal membolehkan istrinya untuk bertemu dengan mantan pacar.


*


"Kita duduk ya"


"Gak perlu! Ngomong sekarang atau gue cabut" Arga tetap mau berdiri ditempatnya dan matanya memandang yang lain. Ia tidak mau jika berpandangan dengan Vio, istri orang itu.


Vio menghela nafasnya. "Ga, pertama gue mau minta maaf sama Lo. I'm sorry yang sebesar-besarnya, gue tau gue salah, gue perempuan yang mengingkari janji, gue perempuan penghianat bagi Lo, gue juga munafik..." Vio menatap langit-langit malam itu. Ternyata tidak segampang itu untuk meminta maaf pada orang yang dulunya sangat spesial dimata Vio.


"Tapi, Lo percaya sama takdir kan?" Tanya Vio kemudian.

__ADS_1


Arga hanya diam tak menjawab.


"Lo emang enggak ditakdirkan buat gue, gue juga enggak tau kenapa pernikahan ini bisa dilakukan. Yang jelas ya pasti karena takdir Allah Ga... Dan gue juga mencintai suami gue karena Allah dan memang hati gue udah sepenuhnya milik suami. Gue yakin Lo bakal dapet pengganti yang lebih baik dari gue, Lo bisa kan lupain gue? Ubah sikap buruk Lo demi keluarga dan orang tersayang Lo. Jangan jadi anak nakal yang durhaka sama orang tua. Harusnya Lo tunjukin ke gue kalo misalkan Lo bisa hidup tanpa gue, harusnya Lo sukses, terus kesuksesan Lo pamerin ke gue"


"Siapa yang nyuruh Lo kaya gini?!!" Pinta Arga dengan amarah yang mulai membara. Tangannya sudah terkepal erat sedari tadi. Ia yakin jika yang merencanakan ini pasti adalah Aruni, perempuan yang juga paling dia benci. "Aruni kan? Mana dia?!" Mata Arga kini menyeluruh menatap taman untuk mencari keberadaan Aruni.


Vio menggeleng "Enggak ada yang suruh gue buat ngomong kaya gini"


"Bohong!" Arga lalu berjalan pergi meninggalkan Vio untuk mencari perempuan itu.


Vio yang melihatnya pun menjadi panik karena takut Aruni akan diapa-apakan oleh Arga. "Arga, Aruni enggak ada disini" Ucap Vio yang kini mengejar Arga untuk menghalangi Arga yang ingin mencari keberadaan Aruni. Vio takut kejadian buruk terjadi pada Aruni.


"Arga!" Vio segera mencekal tangan Arga agar berhenti.


Melihat tangannya yang disentuh, Arga pun segera menghempasnya kasar. "Jangan pernah sentuh gue!"


Sementara itu, Aruni membalikkan badannya tidak menatap mereka berdua lagi. Begitupun dengan Mars.


"Sebaiknya kamu segera pergi dari sini" Pinta Mars kemudian. Perasaan nya benar-benar tidak enak sekarang, terlebih saat melihat kemarahan Arga pada sosok Aruni, sang perempuan yang mencintai laki-lakinya lebih dari sepuluh tahun lamanya.


Bukannya mendengar, Aruni justru menatap kosong kedepan. Apakah sebegitu bencinya Arga padanya? Apakah mencintai itu salah bagi perempuan? Apakah mencintai laki-lakinya secara diam-diam tanpa ada niat untuk merebut juga salah?

__ADS_1


Hingga tiba-tiba lamunan Aruni buyar saat tangannya yang ditarik kasar oleh Arga. Aruni pun menjadi panik dan memberontak "Arga lepasin!" Titah Aruni yang tangannya terasa sakit dengan tarikan kasar itu.


"Perempuan bre ngsek Lo! Bod*h, to*ol dan g*la!" Sambung Arga dengan kata-kata pedas yang mampu membuat hati Aruni tergores. "Ikut gue sekarang!" Perintah Arga dengan terus menarik tangan Aruni.


Sementara Vio, ia berniat untuk mengejar Arga yang semakin jauh membawa Aruni "Argaaa!!!!" Teriak Vio namun segera dihalanginya oleh suami. "Sayang, dia dibawa sama Arga, aku takut Aruni diapa-apakan sama Arga" Vio benar-benar panik dan khawatir melihat Aruni yang ditarik aksar seperti itu.


"Jangan ikut campur. Tugas kita selesai sampai disini, ini biar jadi urusan mereka" Jawab Mars yang tidak mau istrinya terjerat masalah.


"Tap-"


"Dirumah anak kita sedang menunggu. Dia butuh as i mu" Mars segera menarik tangan istrinya. Mengajak untuk segera pulang.


Vio hanya bisa berdoa semoga Aruni tidak diapa-apakan oleh Arga. Terlebih Vio sangat tau bahwa Aruni adalah tipe perempuan yang lemah lembut dan gampang terluka hatinya. Bahkan perkataan Arga barusan Vio sangat yakin bahwa itu sudah sangat membuat Aruni terluka.


*


"Arga, ini sakit!"


Sampai dimotornya Arga menghempas kasar tangan Aruni hingga hampir saja Aruni jatuh karena tidak seimbang.


"Apa si mau Lo hah?! Berani banget Lo sama gue?!"

__ADS_1


__ADS_2