
Ada dua cara perempuan menghadapi situasi diabaikan oleh pasangannya. Pertama dia marah-marah dan selalu bertanya "Apa yang salah". Jika demikian dia sedang menyelamatkan hubungannya.
Kedua dia berusaha abai dan diam. Hatinya lelah, dia sedang menyelamatkan kewarasannya.
Hati Arga semakin teriris perih mendengarnya. Ia tidak menyangka jika hati istrinya akan sesakit ini. Ia ingat kala itu, dimana yang hanya dipikirannya hanya mantan kekasihnya saja, hanya memikirkan sakit hatinya ditinggal oleh wanita yang kita cintai.
Sampai dimana suatu hal bodoh yang pernah Arga lakukan. Ia sekarang bertanya pada dirinya, "Kenapa dulu dia bisa sebenci itu hanya karena Aruni mencintainya? Padahal dulu kami sangat akrab bahagikan lem tikus", Arga baru menyadari bahwa dicintai oleh seseorang itu benar-benar luar biasa daripada mencintai. Kini hanya tinggal penyesalan dan hanya satu untuk bisa menyelesaikannya, yaitu dengan meminta maaf dan berjanji untuk tak mengulanginya lagi.
Aruni mengusap air yang terus membanjiri pipinya. "Bangun Ga!" Perintah Aruni yang merasa sangat berdosa saat suaminya masih saja berlutut padanya.
Arga tetap menggeleng, ia belum puas melakukan ini. Kesalahannya sudha terlalu banyak, ditambah ia meninggalkan Aruni seorang diri enam tahun ini, tidak hanya itu, ia juga ternyata meninggalkan anak yang seharusnya dibesarkan secara bersama-sama justru Arga meninggalkannya. Ada rasa menyesal saat dia tidak melihat bagaimana proses Aruni saat hamil tanpanya, melahirkan tanpa ada disamping Aruni, serta mendidik tanpa ada didamping oleh dirinya.
Melihat Arga yang bergeming dan tidak mau berdiri, akhirnya Aruni pun jadi ikut duduk dilantai.
"Aruni bangun! Biarin aku terus disini sampai aku puas..!" Ucap Arga yang malah semakin menangis.
__ADS_1
Aruni menggeleng. "Aku enggak mau.. Aku istri kamu, enggak seharusnya kamu kaya gini"
Mereka kini sama-sama menangis dengan terisak. Mengingat kejadian dimasa lalu yang menurut mereka adalah kejadian buruk yang tidak ingin terulang lagi. Mengingat kesalahan yang besar yang pernah dilakukan, perlakuan serta perilaku yang seharusnya mungkin jika bisa diulang dia tidak akan melakukannya, hingga seseorang akan berkata "Seharusnya aku dulu tidak begini, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini"
Suatu ilmuan pernah berkata. 'Penyesalan hanya akan datang di akhir, kalau di awal namanya pendaftaran'
Arga lalu beringsut maju untuk mendekati Aruni. Jarak diantara mereka sangat begitu dekat, Arga ssnagja tidak ingin menyisihkan jarak walau hanya satu centi saja. Kali ini dia benar-benar serius dengan perasaannya, ia yakin sebesar-besarnya bahwa sekarang hatinya hanya milik sang wanita yang cantiknya sederhana dengan tahi lalat dipinggir hidungnya.
Arga menatap lekat wajah Aruni yang memerah, serta isakan yang masih terdengar dari bibir ranum itu.
Perlahan, satu tangan Arga terangkat dengan memegangi tengkuk Aruni. Ia majukan wajahnya agar seimbang dengan Aruni. Kemudian...
"Aku pengen mulai dari awal lagi, apa Aruni Aisha siap untuk memulainya lagi bersama Arga Mahasura? Laki-laki yang penuh dengan dosa ini" Tanya Arga .
"Setiap manusia pasti punya dosa, setiap manusia pasti punya kesalahan. Kita bukan tuhan, yang apa-apa harus sempurna. Kita bukan orang suci yang enggak pernah melakukan dosa, kita manusia kita pendosa. Maka dari itu, Aku...Aruni Aisha mau untuk memulai hidup bersama kamu Arga Mahasura"
__ADS_1
Tanpa menunggu lagi, Arga langsung menc_ium bibir wanitanya dengan penuh semangat seakan-akan ini adalah bentuk dari rasa bahagianya karena Aruni mau memaafkan semua kesalahannya.
Aruni yang diam sembari menikmati semuanya. Ia tidak menyangka jika hatinya akan merasa sebahagia ini saat mau dengan lapang hati memaafkan Arga dan memulainya dari awal.
Percayalah, ciu_man yang awalnya hanya menempel saja kini lama-kelamaan jadi menggebu dan ingin lebih. Arga menggigit kecil bibir Aruni agar mau terbuka.
Aruni pun dengan reflek membuka mulutnya karena merasakan seperti digigit oleh semut dan kaget.
Arga semakin bersemangat dan muslim menelusuri bagian dalam rongga mulut Aruni itu. Tak hentinya ia mengh_isap, melilitkan lidahnya dengan lidah Aruni, mengobrak Abrik isi didalamnya, walaupun Aruni tidak membalasnya sama sekali.
Aruni hanya diam saja, karena jujur dia tidak handal soal ini. baru beberapa saat ia pun mendorong kasar tubuh Arga agar menjauh, "Sesek Ga...!" Aruni mengatur nafasnya agar kembali normal lagi, ia tidak bisa bernafas karena semuanya ditutup, ingin bernafas namun ditahan karena takut bau.
"Kamu kenapa enggak bales? Seharusnya enggak akan sesak kalo kamu handal, lagian bisa nafas lewat hidung"
"Kamu ngerendahin aku karena aku enggak bisa itu?! Kamu pikir aku enggak bisa hah?!" Tanya Aruni dengan marah. Kemudian Aruni kembali merubah tampilan wajahnya jadi sangat menyedihkan, "Iya..Aku emang enggak jago... Aku enggak kaya perempuan diluar sana"
__ADS_1
Arga sekuat tenaga menahan tawanya. Ia juga tau pasti Aruni tidak handal soal ini, karena yang Arga tau Aruni sedari dulu tidak pernah neko-neko, bahkan untuk dekat dengan laki-laki saja tidak pernah kecuali dirinya, Tama dan Bagas.