Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 13. Kalo aku bisa milih


__ADS_3

Tiga hari kemudian, pernikahan itu benar terlaksana.


Kini Ayah dan bunda Aruni ikut serta dalam mengantarkan Arga menuju rumah calon istrinya untuk melakukan ijab qobul disana.


Walaupun sakit, tapi setidaknya Aruni akan belajar untuk legowo. Ia juga memikirkan bagaimana kondisi sang ibu dan anak jika tanpa kehadiran seorang ayah kandung.


Aruni yang saat ini sedang bersiap-siap dengan menggunakan baju gamis panjang untuk ikut serta dalam melihat proses ijab qobul laki-laki yang seharusnya ia lupakan.


Tok!


Tok!


Tok!


Pandangan Aruni teralihkan pada pintu balkonnya yang diketuk seseorang. Tapi siapa? Tidak mungkin jika itu ayah atau bunda, apalagi Arga. Dengan penasaran Aruni pun memberanikan diri untuk membuka pintu balkonnya, toh tidak mungkin juga jika setan, secara ini sudah pagi hari.


"Aruni..." Panggil Arga saat pintu balkon itu dibuka. Laki-laki yang sudah siap dengan pakaian jas hitam rapi itu berdiri dihadapan Aruni, tidak lupa dengan peci yang menambah ketampanan laki-laki tersebut.


Aruni menatapnya sejenak, "Ngapain kamu kesini?!" Tanya Aruni dengan marah. Apalagi saat melihat ada tangga yang menyembul dipagar balkon itu. Aruni sangat yakin bahwa Arga naik kemari menggunakan tangga yang terbuat dari bambu itu.


"Gue cuman mau Lo percaya Run, gue enggak pernah lakuin itu sama perempuan itu..." Pinta Arga dengan menatap dalam Aruni.


"Ya terus? Hubungannya sama aku apa? Yang aku tau bukti itu udah ada didepan mata, dan beberapa jam lagi kamu akan berucap janji, turun dan pergi dari sini!" Jawab Aruni tegas. Dia tidak mau terus-terusan berbicara dengan laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi milik orang lain itu.


"Percaya sama gue Run..."


Tidak mau mendengar kan penjelasan apapun dari Arga, Aruni pun kemudian kembali menutup pintu balkonnya dan membiarkan Arga yang masih diluar.


Arga menggedor lagi pintu balkon itu, "Aruni! Kalo bisa gue lebih milih buat tanggung jawab sama Lo Run! Asal Lo tau, cuman Lo perempuan pertama yang gue sentuh" Arga terus menggedor pintu balkon itu dan mencoba untuk menjelaskannya. Kini laki-laki itu hanya bisa pasrah dengan semuanya, ia hanya bisa menurut dengan Mamanya untuk menikah dan bertanggung jawab dengan apa yang tidak pernah Arga lakukan sama sekali. Seharusnya dia menikah dengan Aruni, bukan dengan perempuan itu. Karena yang menjadi korbannya hanyalah Aruni saja, tidak ada yang lain. Arga tau pasti Aruni sangat terpukul dan kecewa padanya.

__ADS_1


"Maafin gue..." Ucap Arga pelan sebelum benar-benar akan turun kebawah lagi.


Sementara Aruni, dia menangis lagi didalam kamarnya. Make-up yang sebelumnya hampir siap itu kini kembali luntur karena terkena air mata miliknya.


Tok


Tok


Tok


"Run, ayo. Ayah udah siap dibawah" Ucap Bunda Irana pada sang putri.


Aruni segera menghapus air matanya, kemudian secara perlahan mendekati pintu dan membukanya.


"Loh, kenapa make-up nya hilang Run? Kamu belum make-up?" Tanya bunda Irana saat melihat anaknya yang masih polos tanpa polesan.


"Lah, terus gimana? Arga baru aja berangkat, kita ketinggalan"


"Bunda duluan aja ya, nanti Aruni nyusul pake mobil" Usul Aruni, daripada bundanya telat. Sebenarnya juga Aruni sedikit kurang yakin bahwa dia akan kuat jika melihat ijab qobul antara Arga dan perempuan itu, namun dengan berdoa semoga ia bisa kuat jika sampai sana.


"Benar enggak papa?" Tanya Bunda Irana yang ragu-ragu jika anaknya sendirian kesana.


Aruni tersenyum mengangguk, "Iya, bunda sama ayah duluan ya."


Bunda Irana pun mengangguk. "Yasudah, kamu hati-hati nyetir mobilnya ya, katanya arah kesana banyak tingungan tajam dan jalanan yang lumayan sepi, jangan ngebut-ngebut" Sambung bunda Irana yang menasehati anaknya. Entahlah, kenapa tiba-tiba perasaan seorang ibu ini tidak enak pada Aruni.


Dengan segera Aruni mengangguk lagi, "Iya bun."


"Nanti bunda serlok ya,"

__ADS_1


Setelah bundanya pergi, Aruni kembali masuk kedalam kamarnya untuk memulai lagi make-up yang sebelumnya sudah luntur itu.


Lama sekitar lima belas menitan, Aruni pun sudah selesai dengan make-up yang tidak terlalu menonjol itu. Aruni pun melirik jam yang terpasang di dinding kamarnya.


Dengan gerakan cepat, Aruni pun segera mengambil tas nya dan segera keluar dari kamarnya untuk pergi ke acara ijab qobul itu.


Aruni menambah kecepatan mobilnya saat melihat pesan dari sang bunda bahwa ijab qobul akan dilakukan 5 menit lagi. Jantungnya berdebar kencang mendengar berita itu, yang artinya bahwa sebentar lagi Arga, sang cintanya akan menjadi milik orang lain.


Aruni menyetir dengan air mata yang terus mengalir deras. Percuma sudah make-up nya, karena lagi dan lagi make-up itu luntur terkena air mata miliknya.


Dijalankan yang cukup sepi itu, Aruni semakin menambah kecepatan laju mobilnya. Ia bahkan lupa akan pesan bunda bahwa dirinya harus berhati-hati berkendara dijalanan sepi ini.


Drrtttt....


Ddrrrttt....


Aruni melirik ponsel yang ia letakkan didepan gigi mobil itu. Kemudian dengan gerakan cepat sembari matanya terus melihat jalanan, Aruni pun mengangkat telepon dari sang bunda.


"Halo bun"


"Hallo, Run ijab qobul nya sudah mau mulai ini" Ucap bunda Irana yang sedari tadi menunggu sang putri namun tidak muncul-muncul.


"Iya bun, ini sebentar lag- Arrgghhh!!" Aruni terpekik kaget saat tiba-tiba didepannya ada mobil truk, dengan redflag Aruni pun membanting stir berlawanan dengan mobil truk itu.


Dugh!


Mobil yang Aruni tunggangi itu menabrak sebuah pohon besar. Aruni pingsan dengan darah yang mengalir dikepalanya akibat benturan yang ditimbulkan oleh stir mobilnya.


Hp yang sebelumnya ia pegang itu telah terjatuh kebawah dengan telepon yang masih menyala.

__ADS_1


__ADS_2