Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 33. Berita Paling MENYAKITKAN


__ADS_3

#POV Arga


Sedikit rasa terkejut saat tiba-tiba didepan terdapat mobil truk yang muncul di depanku. Aku yang sedang berfokus untuk menjauhi dan menghindari Malik agar aku tidak tertangkap olehnya. Hingga aku tidak mengindahkan akan kehadiran mobil itu.


Dengan penuh keterkejutan, aku menekan rem motor yang kupakai, tapi nyatanya semua sia-sia karena dengan awal aku sudah menambah kecepatan penuh, akupun berinisiatif untuk membelokkan setir motornya kearah kanan yang dimana ada jurang dalam disitu. Aku pasrah dengan semuanya, kendaraan yang ku pakai kini sudah mengeluarkan asap karena gesekan antara ban dengan jalanan.


Aku menutup mataku seorang sudah benar-benar tau akan apa yang terjadi. "Aruni Aisha, anakku...aku meminta maaf padamu..." Batin Arga saat motor serta dirinya kini sudah terjatuh kedalam jurang.


#POV Arga Selesai


*


*


Niu....Niu...Niu...Niu...


Suara mobil ambulans dan polisi kini semakin terdengar dekat ditelinga sang pengendara yang baru saja melewati jalan yang awalnya sepi kini menjadi ramai.


Malam itu, adalah malam paling mengenaskan karena kedua pemuda dengan umur yang tak jauh menjadi korban kecelakaan dan dua-duanya sama-sama terjatuh kedalam jurang.


Beberapa polisi juga kini tengah disibukkan dengan tugasnya untuk mencari sang korban yang hilang. Jurang itu bukanlah jurang biasa, tapi kedalaman nya mencapai Seribu meter, kemungkinan jika selamat mungkin hanya sepuluh persen saja.


Ya, kedua pemuda itu adalah Arga Mahasura dan juga Malik Graham yang sama-sama memasuki jurang paling dalam. Malik yang juga ikut kaget karena didepannya ada mobil truk ikut-ikutan membelokkan setir motornya ke arah kanan mengikuti Arga, namun tanpa diduga ternyata itu adalah jurang, matanya sedikit sulit melihat karena asap motor yang Arga timbulkan.

__ADS_1


*


*


Keesokan harinya, seorang perempuan dengan paras wajah cantik itu kini tengah menatap gelisah jam di dinding itu, lalu tatapannya kembali terarah pada jendela yang sudah dibuka.


"Kamu kemana Arga? Kenapa kamu bohong? Kamu bilang akan pulang" Lirih Aruni saat melihat langit diluar sudah mulai menunjukkan matahari yang akan ketengah-tengah.


Tok!


Tok!


Tok!


Ceklek...


Aruni justru bergeming saat mama Reni menyebabkan nama Arga. Pikirannya jadi tidak karuan, dia takut terjadi sesuatu pada Arga.


"Sayang, kenapa diam? Ayo panggil Arga. Entah kenapa mama tiba-tiba pengen liat muka Arga yang pagi ini belum juga muncul, tadi malem soalnya mama mimpi buruk tentang Arga..." Ucap mama Reni jujur. Sejak tadi pagi dia juga sudah khawatir akan mimpinya semalam, ia ingin menemui Arga dan memastikan bahwa anaknya baik-baik saja, namun diurungkannya saat melihat pintu kamar anaknya yang tertutup rapat karena takut mengganggu.


"Ma...Arga s-semalam-"


Drtttt!

__ADS_1


Drttt!


Aruni menghentikan pembicaranya dan melihat ke kamarnya dimana ponsel miliknya berdering. "Sebentar ma.." Aruni kemudian berjalan pelan-pelan menuju meja yang dimana ia meletakkan ponselnya.


"Selamat pagi, apakah benar dengan ibu Aruni istri dari pak Arga,?"


Alis Aruni berkerut mendengar pertanyaan yang terlontar dibalik panggilan ini, apalagi saat menyebutkan nama suaminya, hatinya semakin tidak tenang. "I-iya" Jawab Aruni ragu.


"...."


Aruni menjatuhkan ponselnya saat mendengar kabar dari seorang pihak rumah sakit yang memberitahu bahwa saat ini Arga sedang dalam keadaan mengenaskan akibat kecelakaan yang dialaminya.


Tubuh wanita itu seakan ingin jatuh karena tidak kuat dengan apa yang didengarnya.


Sementara mama Reni yang melihat Aruni yang mau jatuh kini segera berlari memasuki kamar. "Aruni, ada apa" Tanya mama Reni yang kini sudah memegangi pundak Aruni.


"Arga ma..." Aruni justru menangis dan tidak mampu lagi untuk mengeluarkan suaranya. Ia kini memegangi perutnya yang masih rata itu untuk menunjukkan pada anaknya betapa terpukulnya dirinya atas kejadian yang menimpa Arga.


"Arga kenapa sayang? Dia ada dimana, jangan membuat Mama panik sekarang..." Entah kenapa mama Reni saat ini jadi menangis juga melihat Aruni menangis.


"Arga kecelakaan motor dan masuk jurang bersama Malik, pihak rumah sakit bilang kondisi keduanya cukup parah karena darah yang mereka keluarkan sangat banyak" Dengan penuh keterpaksaan dan sambil menangis Aruni menjelaskannya pada mama Reni.


Ibu dengan satu anak itu kini berganti menangis tanpa berhenti saat mendengar anaknya yang kecelakaan. Mama Reni sekuat tenaga mengangkat tubuhnya yang terasa berat, sebelum ia keduamu sakit untuk melihat kondisi sang anak, mama Reni mendudukkan tubuhnya diatas ranjang untuk merilekskan sejenak agar tubuhnya tidak jatuh.

__ADS_1


"Arga...Ya Allah..." Ucap mama Reni dengan suara bergetar.


"Bohong! Kamu bohong Ga! Kamu bilang kamu bakal pulang dengan selamat hiks..."


__ADS_2