Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 7. Semoga kamu bahagia


__ADS_3

"Lo mau bikin malu gue hah?!" Teriak Arga didepan wajah Aruni.


Aruni hanya bisa menutup matanya takut melihat kemarahan yang Arga lontarkan. "Ga...g-gue"


"Apa?!!" Bentak Arga dengan emosi yang semakin meluap-luap. "Lo maunya apa sih? Kenapa selalu ikut campur urusan gue. Sodara bukan, adek bukan, pacar bukan, orang spesial gue juga bukan, tapi kenapa selalu ikut campur terus. Muak tau gak liat Lo dimana-mana!"


Nafas Aruni semakin nik turun dibuatnya. Dia adalah perempuan yang dibesarkan dengan cara lemah lembut tanpa ada kekerasan bahkan kekasaran sama sekali. Sekali dibentak maka hatinya langsung teriris dan terluka.


Karena melihat Aruni yang justru hanya menangis dan menangis saja, Arga pun menarik lagi tangan Aruni dan menyuruhnya menaiki motor miliknya "Naik sekarang!" Perintah Arga setelah ia lebih dulu menaiki motornya.


Aruni disamping Arga menggeleng takut.


"Lo mau gue bunuh disini sekarang juga" Ancam Arga pada Aruni, yang dimana dia tau betul Aruni adalah sosok perempuan penakut.


Dengan cepat Aruni pun menuruti perintah Arga untuk menaiki motor balap tersebut.


Arga pun mulai menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan Aruni yang sedang ketakutan dan kedinginan dibelakang.


"Arga, mau bawa aku kemana" Tanya Aruni dengan takut sembari tangannya berpegangan dipinggang Arga karena takut jatuh.


Arga tak menjawabnya. Ia justru semakin menambah kecepatan motornya menuju salah satu club' malam. Dimana itu adalah tempat yang sudah gagal ia b*oking tadi.


Selang beberapa menit berlalu, motor yang Arga tumpangi telah berhenti didepan club' itu. "Turun!" Perintah Arga saat merasakan Aruni yang masih stay duduk dibelakang motornya.

__ADS_1


Aruni yang sedari tadi terus memejamkan matanya, kini secara perlahan membuka. Ia kemudian turun dari motor Arga "Ini dimana Ga?" Tanya Aruni takut saat melihat sekeliling lingkungan ini. Dimana banyak orang yang keluar masuk dengan pakaian tak sopan. Terlebih banyaknya perempuan yang hanya menggunakan pakaian mi ni dan hampir terlihat tub uh inda hnya. Aruni juga dapat mendengar suara musik yang lumayan keras dari dalam.


"Club'. Kampungan banget Lo baru tau tempat kaya gini" Ucap Arga meremehkan Aruni.


Aruni melotot mendengarnya. Ini club'? Tempat paling Aruni hindari selama hidupnya karena didalamnya terdapat suatu pezina kelas atas, yang pastinya Allah sangat murka dengan isinya.


"Arga! Apa-apaan kamu. Bawa aku pergi Ga hiks...hiks..." Aruni menarik tangan Arga agar cepat pergi dari sini. Ini adalah tempat paling kotor menurutnya.


"Sok suci! Masuk dan temenin gue minum" Timpal Arga yang kini bergantian menarik Aruni untuk masuk kedalamnya. Tentu saja Aruni akan kalah dengan tenaga Arga yang seolah laki-laki itu.


Aruni terus menangis dan memberontak saat Arga terus menariknya masuk kedalam tempat haram itu. "Arga plise...jangan bawa aku ketempat ini Ga!" Teriak Aruni yang sama sekali tak dihiraukan oleh Arga.


Namun, sekuat apapun Aruni memberontak dan berteriak, ia tetaplah masuk kedalam tempat haram itu.


Pekerjaan di club malam itupun segera menyerahkan kunci ruangan yang Arga minta dengan nomor kamar 67.


Dengan cepat Arga menerima kunci ruangan VIP nya dan memasukannya kedalam kantong jaketnya.


Ia pun kembali menarik Aruni menuju ruangan 67.


"Arga...hiks..." Vio bahkan merasa sangat mual saat melihat para pela cur melewatinya dengan tidak menggunakan paka ian apapun.


Ceklek!

__ADS_1


Ruangan itu terbuka setelah baru saja Arga membukanya. Ia kembali menghempaskan tangan Aruni untuk masuk hingga Aruni terjatuh kelantai keramik itu. Setelahnya Arga kembali menutup pintunya dan mengunci lagi.


Aruni dengan sambil terisak-isak pun berusaha untuk bangun dan memohon lagi untuk mengeluarkannya dari tempat seperti ini. "Ga...Bunda bisa marah sama aku" mohon Aruni yang dihiraukan oleh Arga. Arga justru berjalan menuju sofa panjang berwarna merah setelah mengunci pintunya. Dan disana sudah tersedia banyak sekali minuman yang pastinya minuman itu dilarang dalam agama.


"Ini kan yang Lo mau? Ngikutin dan liatin apa yang gue lakuin setiap hari di club' malam. Jadi liatin dan nikmati aja" Arga kini beralih mengambil satu botol minuman favoritnya satu tahun terakhir ini. Lalu dengan santai dia meminum langsung dari botolnya tanpa ada gelas. Sungguh, kenikmatan yang luar biasa meminum minuman yang mampu membuat otaknya berhenti melupakan masalahnya.


Sedangkan Aruni hanya mempu melihat dari kejauhan dimana Arga yang gila itu sedang meneguk minuman didepannya. "Ga, jangan banyak-banyak!" Ucap Aruni saat melihat Arga yang sudah minum dua botol lebih, bahkan ia akan membuka satu botol lagi untuk diminumnya.


"Berisik!" Bentak Arga yang kembali meminumnya lagi.


Aruni kini hanya bisa berdiri mematung didekat pintu. Saat dimana Arga yang sudah mulai tak sadarkan diri itu, dengan berani Aruni mendekati nya. "Arga" Panggil Aruni yang melihat Arga tertidur disofa.


"Vio" Ucap Arga pelan. "Aku cinta sama kamu Vi....kenapa kamu tega sama aku" Arga kembali mengucapkan itu sambil menutup matanya. Dia kini sedang berada dialam bawah sadarnya alias mabuk.


Aruni yang sudah berdiri didekat Arga pun matanya berkaca-kaca mendengar ucapan Arga bahwa dia masih mencintai Vio. Beberapa orang bilang bahwa orang yang sedang mabuk akan berkata jujur dengan apa yang ada didalam isi hatinya.


"Sekarang gue tau, sedalam apa cinta Lo sama Vio" Aruni menghapus air matanya yang keluar. "Vio memang bener-bener spesial di hati Lo Ga...." Aruni menatap orang yang dia cintai itu.


"Aku....mulai sekarang aku nggak akan suka sama kamu, aku akan lupain semua perasaan aku Ga...Aku selalu doain semoga kamu bisa ketemu sama pengganti yang lebih dari apa yang kamu cintai sekarang. Makasih...makasih udah jadi laki-laki yang spesial dihati aku selama ini. Makasih untuk semuanya. Aku seneng setiap hari bisa liat kamu dari balkon, aku seneng liat cueknya kamu yang hampir dua tahun ini, padahal dulu kita akrab banget haha..." Aruni memang sedang tertawa sekarang. Tapi percayalah, jika ketawa namun matanya mengeluarkan air itu sangat sakit sekali.


"Aku pergi Ga...aku enggak akan peduli lagi sama kamu. Doain semoga move-on aku berhasil ya..." Jadi telunjuk Aruni bergerak mendekati hidung mancung Arga, kemudian mengelus hidung itu. "Salah satu bagian yang paling buat aku suka tapi kadang aku juga insinyur adalah hidung mancung kamu," Ucap Aruni.


Ia kemudian melirik meja yang dimana masih banyak sekali minuman. Mata Aruni terarah dengan kunci ruangan ini, dengan cepat ia pun mengambilnya.

__ADS_1


__ADS_2