Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 31. Percaya bahwa aku pulang


__ADS_3

Setelah kepulangannya dari restoran, Arga pun segera kembali menjalankan mobilnya untuk pulang.


Drrtttt!


Arga melihat sejenak ponselnya yang berbunyi sembari terus fokus juga pada jalanan yang sudah gelap.


Ga, Malik udah balik kesini, dia lagi dimarkas sekarang


^^^Otw kesana~balas Arga^^^


Setelah membalas pesan tersebut, Arga pun langsung mematikan ponselnya dan melirik Aruni yang sedang tertidur, mungkin ini efek setelah makan memang biasanya mengantuk.


Selang beberapa menit berlalu, mobil yang Arga tumpangi kini telah sampai didepan rumahnya. Arga pun kembali menggendong Aruni dengan sangat hati-hati karena takut bumil itu terbangun.


Tok!


Tok!

__ADS_1


Tok!


Arga mengetuk pintunya dengan susah payah karena dikunci, ia yakin jika dikunci seperti ini biasanya mama sudah pulang dari kantor.


"Darimana aja Ga? Kenapa Ghina tadi sendiri dirumah?"


Arga langsung mengisyaratkan mama untuk berhenti berbicara agar Aruni tidak terbangun. "Enggak papa" Jawab Arga pelan.


Mama Reni tetap menghalangi jalan anaknya. "Kamu bohong sama mama? Aruni enggak apa-apa kan? Ghina bilang tadi Aruni pulang sendiri dirumah sakit karena kamu lebih peduli sama Ghina. Mama tau Ghina sakit, mama juga kasihan, tapi mama enggak pernah minta supaya kamu lalai sama istri kamu, dimana-mana istri dulu yang paling utama baru yang lain" mama Reni kini beralih jadi menasehati anaknya panjang lebar kali tinggi tanpa memperdulikan Arga yang sedang menahan Aruni agar tidak jatuh dari gendongan nya.


"I-iya ma maaf, Aruni enggak papa, sekarang kasih Arga jalan lewat, mama enggak mau kan kalo Aruni jatuh?" Arga sengaja tidak memberitahu mama nya, ia tau ia salah karena yang menyebabkan Aruni pendarahan adalah dirinya, namun cukup dirinya saja yang tau. Arga berjanji tidak akan seperti itu kembali pada Aruni.


Ia segera merebahkan Aruni di kasurnya. Sesaat mata Arga memandangi wajah Aruni yang sedang tidur, terlihat sangat polos karena tanpa make-up pun wajah Aruni sudah cerah dan seperti bayi. Tunggu, kenapa dari dulu baru sekarang Arga menyadarinya? Kenapa semenjak bersahabat dulu dengan Aruni baru kali ini Arga menatap wajah intens Aruni, apa karena dia sudah bisa membuka hatinya untuk perempuan lagi? Atau hanya karena kasihan pada Aruni saja?


Arga segera menjauhkan wajahnya sebelum Aruni tersadar bahwa dirinya sedang memandangi. Ia harus segera ke markas untuk menemui Malik dan meminta pertanggung jawaban atas apa yang terjadi pada Ghina.


Baru satu langkah Arga akan pergi, tangannya tiba-tiba dicekal oleh Aruni.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" Tanya Aruni dengan suara sedikit serak.


"Aku mau ke markas" Jawab Arga yang kemudian tangannya memegang tangan Aruni agar terlepas dari lengannya.


Aruni langsung memaksa matanya untuk terbuka lebar. "Ngapain? Kamu mau balapan lagi?!" Padahal baru saja ia bahagia dengan Arga, tapi kenapa dia sudah kembali dibuat kecewa, ia pikir sikap bad boy Arga sudah berubah.


"Aku enggak balapan Run, aku mau ketemu sama Malik sekarang" Ucap Arga dengan menghaluskan suaranya supaya Aruni tidak kembali emosi.


"Malik? Kamu gila ? Terus setelah ketemu sama Malik kamu mau ngapain? Kamu tau kan Malik itu ketua geng nya, yang artinya dia paling kuat disitu, kamu tau seberapa besar kekuatan Malik? Keluarganya aja bukan keluarga main-main Ga...disini aja" Aruni kembali menarik tangan Arga untuk menghalangi Arga pergi, ia kemudian berusaha untuk duduk. "Disini aja" Aruni meneteskan air matanya melarang Arga untuk pergi, ia tau betul sebahaya apa jika berani melawan Malik, memang Malik adalah tipe orang yang kalau belum marah tidak akan berbuat kekerasan , tapi jangan ditanya jika pria bernama Malik itu sudah benar-benar emosi, siapa saja akan dibunuh olehnya.


Arga menghela nafasnya. "Aku tau Malik, dia tipe santai tapi berbahaya. Aku yang lebih kenal Malik, hampir satu tahun aku masuk ke geng nya, kamu percaya sama aku bahwa aku akan baik-baik aja...kamu disini baik-baik, jaga anak kita dan istirahat yang cukup ok."


Aruni menggeleng. "Ga, untuk kali ini jangan egois, jangan coba-coba untuk lawan Malik"


"Aku enggak ngelawan, aku cuman mau ngomong sama dia untuk tanggung jawab" Jelas Arga. Ia kemudian dengan paksaan melepas tangan Aruni "Percaya, aku akan pulang dengan selamat kesini, aku cuman pengen nolong Ghina..." Arga tersenyum manis, kemudian mengecup singkat kening Aruni, entah kenapa Arga melakukan itu, tapi ia merasa ingin saja untuk mengecupnya.


Aruni terisak melihat kepergian Arga, perasaannya menjadi tidak tenang, khawatir dengan Arga pasti iya, walaupun tau bahwa Arga sekarang sudah menjadi bagian dari Pemuda Tikus.

__ADS_1


"Ya tuhan tolong beri keselamatan buat Arga"


__ADS_2