Cinta Perempuan Terabaikan

Cinta Perempuan Terabaikan
Episode 41. Syarat dari Ayah


__ADS_3

"kenapa?" Tanya Arga yang kini sudah menggenggam tangan Aruni.


Berkata jujur saja jika saat ini tubuh Aruni bergemetar hebat karena genggaman itu.


Arga langsung saja memeluk Aruni rindu. Nyatanya, skenario yang sudah ia susun jauh-jauh hari akan gagal saat rasa rindu sudah mulai menjalar pada tubuhnya. Skenario yang sudah Arga susun kini telah gagal total hanya karena rasa rindunya pada Aruni. Ia memeluk Aruni dengan begitu erat seakan tidak mau lagi kehilangan wanita yang paling berharga saat ini bagi Arga.


Air mata Aruni sudah keluar kemana-mana membasahi pipinya. Bahkan beberapa sudah banyak yang jatuh kelantai.


"Aku rindu..." Bisik Arga ditelinga Aruni dengan penuh keromantisan.


Deg...


Jantung Aruni jadi kembali tidak aman. Kata-kata rindu nyatanya bisa keluar juga dari bibir seorang Arga Mahasura?


Aruni kini memberanikan diri untuk melirik Arga yang saat ini dagunya sedang disandarkan pada pundak Aruni.


"Apa cinta kamu udah hilang sama Arga?" Tanya Arga kemudian dengan menghela nafasnya. Matanya bahkan jadi semakin berwarna merah saat air mata itu mengalir lagi.


Aruni dengan pelan menggeleng. "A-aku enggak pernah bilang kaya gitu"


"Terus? Kenapa kamu memilih untuk berpisah? Apa sampai sini aja perjuangan kamu? Ku pikir kamu wanita pantang menyerah yang bakal sabar menunggu aku. Tapi nyatanya kamu malah milih untuk berpisah dan menyerah sama semuanya" Titah Arga dengan suara serak karena ia sangat pelan berbicara. "Atau, kamu punya laki-laki lain ?" Arga kini melepas pelukannya. Lalu memegang kedua pundak Aruni dan mengarahkannya untuk berhadapan dengan dirinya.


"Jawab aku Aruni.." Ucap Arga dengan sedikit menggoyangkan pundak Aruni agar mau berbicara.

__ADS_1


Aruni bergeming menatap wajah itu lagi. Bagaimana dia bisa mencintai laki-laki lain? Sedangkan tuhan saja selalu mengirimkan mimpi Arga padanya setiap malam.


Dan apa kau tau Ga? Betapa aku suka sekali saat wajah kamu muncul dimimpi ku, apalagi saat dulu kamu masih dimiliki oleh Vio. Ya, karena didalam mimpi kamu adalah milik aku, dan tidak akan ada yang merebut kamu dari sisiku. Jika bisa memilih, aku rasanya enggak untuk beranjak bangun dari mimpi indah itu.


Aruni kemudian mengalihkan pandangannya tak berani menatap wajah itu. Lagi-lagi, teruntuk pemilik mata teduh yang tak pernah berani aku tatap secara utuh, terimakasih karena sorot mata itu telah berhasil membuat semuanya terasa lebih nyata bahwa aku masih menyukaimu.


Melihat Aruni yang mengalihkan pandangannya dan belum juga menjawab pertanyaannya, Arga dengan kesal menangkup kedua pipi Aruni dan memaksa mata Aruni untuk memandang wajahnya.


"Ga, lepasin!" Pinta Aruni saat pipinya dipegang oleh kedua tangan milik Arga.


"Jawab pertanyaan aku"


"Aku masih mencintai kamu! Apa kamu puas" Jawab Aruni dengan setengah kesal.


"Karena aku pikir kamu bakalan mati, tapi ternyata kamu hidup lagi, Yaudah aku batalin cerainya."


"Kamu doain aku mati? Itu artinya kamu mau bahagia diatas penderitaan aku" Tukas Arga tak terima. Jelas saja dia tidak akan mati sebelum dia mengungkapkan cintanya dan hehe.. mencicipi lagi rasa yang selama ini membuat Arga penasaran, yang katanya surga dunia itu. "Awas nanti malem aku yang akan buat kamu menderita dan aku yang senang diatas penderitaan yang kamu alami"


Aruni berkerut keran dengan wajah yang sedikit gelisah. Apa Arga bakal bunuh aku? Cekik atau banting aku?


"Masyallah, soswit kalian" ucap bunda Irana saat melihat anak dan menantunya nampak seperti sinetron yang ia tonton dimalam hari.


Arga segera melepas kedua tangannya yang sedang menangkup kedua pipi Aruni saat tiba-tiba Mama, bunda dan ayah datang. "Bun, ayah izinkan Arga untuk meminang Aruni sekali lagi..." Arga mengucapkan itu dengan nada sungguh-sungguh kemudian satu tangannya memeluk erat pinggul Aruni.

__ADS_1


Bunda Irana tersenyum tipis. "Bunda izinin"


"Ayah juga izinin. Asal jaga Aruni dengan baik, sebetulnya ayah kurang setuju waktu Aruni memutuskan untuk menjatuhkan cerai saat kamu cerai, tapi Aruni yang kekeh pada pendiriannya jadi ayah biarin" Jelas ayah Damar.


Wajah Aruni jadi semakin keringat dingin karena ucapan ayahnya yang terlalu jujur, apalagi saat tangan Arga yang sedikit menekan pinggulnya.


"Tapi, ayah ada syarat"


Semuanya menatap pada ayah Damar.


Ayah Damar kemudian mengkode dengan gerakan mata dan mulutnya yang menunjuk kesuatu arah.


Semua pun ikut melihat nya.


"Besok tolong kamu tanam semua padi itu ya. Supaya ayah hemat biaya" Setelahnya ayah Damar pun mengajak istrinya serta mama Reni untuk masuk lagi kedalam dan menikmati jamuan yang disediakan.


"Ma..!" Panggil Arga.


"Maaf Ga, mama kali ini enggak ikut-ikutan" Sambung mama Reni yang kembali masuk.


Arga kemudian melihat Aruni yang sedang berusaha menahan tawanya. "Awas kamu berani ketawa. Ingat, nanti malem kamu akan menderita!" Ancam Arga yang kembali mengingatkan Aruni. "Oh iya, anak kita kemana?"


Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2