
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya bahwa Arga yang akan menjadi seorang petani hari ini karena untuk memenuhi syarat dari ayah mertua.
"Nih pake topi nya" Perintah Aruni dengan menyerahkan topi pak petani agar nanti tidak kepanasan diladang sawah nanti.
visual topi/
(Mohon maaf Arga mahasura😠tapi jujur kayaknya kalo kamu pake topi ini makin ganteng deh ciuss hahaha..ðŸ˜)
Arga menatap topi yang terbuat dari bambu itu dengan heran, kemudian berganti menatap istrinya. "Enggak ada yang lebih keren gitu?" Tanya Arga. Karena menurutnya topi itu sangat aneh dimatanya.
Aruni menatap jengkel. "Kenapa? kamu mau tebar pesona emang di sana?! lagian ini memang topi petani, kamu mau pake topi pantai?!!"
Mendengar Aruni yang marah-marah tidak jelas akhirnya Arga pun dengan cepat mengambil topinya dari tangan Aruni. Padahal kan niatnya bukan ingin tebar pesona, hanya saja ia merasa ketampanannya akan turun drastis jika memakai topi ini. "Iya iya...jangan marah-marah dong my wife..." Gombal Arga dengan mentoel pipi Aruni dan sedikit menahan tawanya.
__ADS_1
Kesal plus menahan salting karena dibilang 'istriku' oleh Arga, Aruni pun menginjak kaki Arga lalu segera pergi keluar dengan membawa beberapa barang yang akan dibawa, termasuk bekal.
Sementara Arga meringis menatap kakinya yang di injak secara tiba-tiba. "Sial banget sumpah. ini kenapa sih, salah melulu dimata my wife" Gumam Arga, lalu segera memakai topinya. Tapi tunggu, sebelum menyusul Aruni, ia lebih dulu masuk ke kamar untuk melihat dirinya berkaca.
Arga menatap tubuhnya sendiri dengan perasaan aneh. Ya, aneh saja gitu saat dia memakai celana kolor panjang dengan baju kaos bergambar Megawati tidak lupa topi saya yang bundar menempel dikepalanya.
Mimin: ðŸ˜ðŸ˜ðŸ¤² Maap buk Mega, tapi Arga lagi memilihmu untuk menjadi presiden periode tahun 2024😂
"Tapi tetep tampan lah.." Ucap Arga kemudian pada dirinya sendiri. kemudian ia segera keluar dari kamarnya dan menyusul Aruni sebelum Aruni marah-marah tidak jelas lagi.
.
.
"Ya bener lah mas. Udah tinggal naik aja. Atau kamu enggak bisa bonceng aku?"
__ADS_1
"Bukan gitu Aruni my wife, aku bisa aja bawa sepeda dan bonceng kamu, kan kamu tau aku anak motor, ya pasti bisa. cuman...Arghh ya udah lah ayo..." Sangat sulit sekali Arga untuk menjelaskannya pada Aruni tentang bagaimana perasaannya. Tapi, mau bagaimana lagi? ya sudah lah dia nurut saja.
Aruni sekuat tenaga menahan senyumannya melihat kekesalan Arga. Setelah nya ia segera naik di tempat boncengan dibelakang Arga dengan posisi duduk miring. "Ayo, aku udah siap!!" Seru Aruni yang satu tangannya memegang barang satunya lagi berpegangan pada pinggang Arga.
"Biar aku taro disetir bawaannya" Arga pun mengambil barang yang Aruni bawa dan menyantolkannya disetir sepeda.
Dalam perjalanan menuju ladang ayah, entah kenapa Aruni merasa sangat bahagia hidup sederhana seperti ini, ia tak hentinya tersenyum sumringah melihat dirinya yang sednag di bonceng oleh Arga.
Sementara itu, berbanding balik dengan Arga yang disetiap perjalanan selalu menampakkan wajah datarnya. Sangat malu sekali melihat penampilannya yang seperti ini.
Tapi tatapan Aruni berubah jadi tatapan penuh judes bin kesal saat beberapa wanita muda yang lewat terus menatap suaminya. "Mas ...! kamu senyumin perempuan tadi ya!" Tuduh Aruni dibelakang. karena ia melihat para wanita centil itu tersenyum kesuaminya.
"Apaan, aku diem aja" Jawab Arga tak terima saat dirinya dituduh.
"Itu tadi kenapa banyak perempuan yang senyumin kamu? Enggak mungkin mereka senyum kalo kamu enggak senyum duluan!" Tukas Aruni ya menjiwit sedikit pinggang Arga.
__ADS_1
"Auh..! Apaan ya Allah. Aku diem dari tadi, mungkin karena aku....tampan dan rupawan Argh!! sakit Aruni!" Pekik Arga saat pinggangnya semakin dicubit oleh Aruni.
"Sok kegantengan" Sambung Aruni judes. "Ya emang ganteng" Batin Aruni yang kesal sendiri karena suaminya memang tampan.