
Truk yang sebelumnya akan menabrak mobil Aruni itupun seketika berhenti saat melihat mobil itu menabrak pohon dan mengeluarkan asap. Sopir dengan usia 40 tahunan itupun turun bersama temannya.
"Gimana ini bon" Ucap Sapri saat melihat mobil korban mengeluarkan asap.
"Kita tolongin lah Sap, ayo sebelum telat"
Sapri pun mengangguk. Mereka berdua kemudian berlari mendekati mobil yang Aruni tunggangi dan melihat korbannya apakah laki-laki atau perempuan.
"Perempuan Bon!" Seru Sapri saat melihatnya dari kaca mobil. Dengan cepat Sapri pun membuka pintu mobilnya yang untungnya tidak dikunci.
"Kita bawa kerumah sakit" Ucap Sapri kemudian saat melihat darah yang mengalir dikening gadis cantik berambut pendek itu.
Karbon pun mengangguk setuju. Saat Aruni sudah diangkat menuju mobil truknya, tiba-tiba Karbon menemukan handphone yang masih terhubung dengan panggilan seseorang yang bertuliskan bunda.
*
*
Sementara ditempat acara ijab qobul akan dilaksanakan antara Arga dan Ghina, bunda Irana justru dibuat panik saat tiba-tiba tidak terdengar suara putrinya lagi.
"Aruni?! Apa yang terjadi nak" Tanya bunda panik, berulang kali bunda Irana berteriak memanggil nama sang putri namun tidak dijawabnya. Saat ini bunda Irana tengah berpindah dikamar mandi agar suara teriakan nya tidak terdengar.
"Maaf, apa ini keluarga nya?"
Bunda Irana pun dibuat bingung saat tiba-tiba teleponnya menjadi suara seorang laki-laki "Siapa kamu? Dimana anak saya?"
"Maaf buk, anak gadisnya kecelakaan. Sekarang saya dan teman saya lagi bawa anaknya kerumah sakit, tadi mobilnya salah alur jadi mungkin kaget pas ada mobil saya" Ucap Karbon yang saat ini sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Badan bunda Irana seakan lemas mendengar ucapan seseorang diteleponnya. Bunda Irana meneteskan air mata mendengar kabar itu. Dengan wajah gemetar bunda Irana berlari keluar dari kamar mandi untuk memberitahu suaminya bahwa Aruni kecelakaan.
__ADS_1
"Ayah!" Panggilan bunda Irana dengan sedikit kencang, disertai dengan air mata yang tak berhenti menderas.
Hal itu mampu membuat semua yang hadir pun menatap sang bunda Irana. Termasuk Arga yang sudah berjabat tangan dengan penghulu.
"Ada apa bun?" Tanya Ayah Damar saat melihat istrinya yang menangis. Ia pun berdiri mendekati sang istri.
"Aruni Yah his..."
"Aruni kenapa bun?" Ayah Damar yang sebelumnya terlihat tenang pun menjadi panik mendengar nama anaknya disebut.
Arga yang mendengar nama Aruni pun seketika memasang telinganya baik-baik saat melihat ayah dan bunda terlihat sangat panik. Arga yakin telah terjadi sesuatu pada Aruni.
"Aruni kecelakaan Yah...dia dibawa kerumah sakit sama orang tadi" Lanjut bunda Irana dengan gemetar sembari memegangi tangan sang suami.
Ucapan bunda Irana mampu membuat Arga melepas jabatan tangannya pada pak penghulu. Tidak tau kenapa detak jantungnya terasa ingin berhenti mendengar nya, seperti ada rasa khawatir yang tidak bisa dijelaskan, padahal dia tidak mencintai Aruni sama sekali, apa mungkin hanya karena dulunya Arga pernah akrab dan menganggap Aruni adiknya?
Begitupun dengan mama Reni yang penasaran dan ingin ikut, namun ijab qobul anaknya jauh lebih dipentingkan terlebih dahulu. Mama Reni pun memiliki untuk tetap duduk tenang.
"Apa? Kita kerumah sakit sekarang Bun...ayah takut terjadi sesuatu sama Aruni" Ucap Ayah Damar yang ikutan khawatir juga. Ia memapah istrinya yang sudah tidak berdaya, sebelum pergi ia membungkukkan badannya pada semua orang yang tengah memperhatikannya dan tidak lupa meminta maaf karena sudah membuat gaduh acara ijab qobul "Maaf semuanya, ijab qobul silahkan dilanjutkan. Kami izin..."
"Aruni Yah..."
"Iya, kita susul bun" Ucap ayah Damar yang berusaha menenangkan sang istri.
"Baik, pak Arga bisa kita mulai acara ijab qobul nya?" Ucap pak penghulu kemudian pada Arga.
Suara bunda Irana masih terdengar begitu jelas ditelinga Arga. Tidak, dia tidak bisa melanjutkan ijab qobul ini, dia harus ikut untuk melihat kondisi Aruni. Rasa khawatirnya melebihi apapun, terlebih rasa bersalahnya pada Aruni yang satu bulan lalu telah merenggut mahkota paling berharga bagi Aruni. Arga pun berdiri dan berniat untuk menyusul ayah dan bunda.
Kain putih yang sebelumnya diletakkan untuk calon mempelai kini telah jatuh saat Arga berdiri. Hal itu dilihat oleh mama Reni dan Ghina selaku calon istri.
__ADS_1
"Arga kamu mau kemana?" Tanya mama Reni saat anaknya justru berdiri dan mau meninggalkan acara yang belum selesai.
"Aku mau susul Aruni kerumah sakit ma..." Jawab Arga.
Ghina yang mendengarnya segera berdiri dengan memegangi perutnya yang terasa kram. "Kamu enggak boleh pergi sebelum ucap janji suci! Kamu mau tinggalin acara ini?" Ghina kini memegangi tangan Arga agar tidak pergi dari tempatnya.
Dengan kasar Arga menghempaskan tangan perempuan yang bernama Ghina itu. "Enggak ada yang perlu dilanjutin! Ini bukan salah gue, yang perk*sa Lo bukan gue! Tapi Malik, ketua dari Pemuda Tikus! Lo minta pertanggung jawaban sama dia" Dengan rasa tak punya hati pada seorang gadis malang berusia 18 tahun itu, Arga pergi meninggalkan acaranya begitu saja tanpa mengucapkan kata lagi.
"Arga!!" Panggil Ghina saat melihat laki-laki itu pergi.
Mama Reni yang sebelumnya masih duduk kini perlahan berdiri dan menyusul anaknya untuk berbicara.
Berbagai comohan yang warga lontarkan kini perlahan mulai masuk ke indra pendengaran Ghina serta keluarganya karena tau bahwa pernikahan ini akibat Ghina hamil diperkaos oleh seorang yang tidak dikenal. Dan ternyata yang disuruh bertanggung jawab juga adalah lelaki yang tidak bersalah.
Ghina tak mampu menahan tubuhnya lagi mendengar semua bully an itu. Ia pun ambruk seketika dengan kondisi tubuh yang memang sebelumnya tidak baik-baik saja.
*
"Arga!" Panggil mama Reni saat Arga sudah membuka pintu mobil.
"Apa lagi ma?"
"Jangan coba-coba buat pergi dari sini"
"Untuk apa? Mama masih enggak percaya kalo aku enggak ngelakuin itu sama perempuan yang bernama Ghina itu? Biar Arga kirim rekamannya kalo memang iya mama masih enggak percaya!" Lanjut Arga. Dia kemudian segera memasuki mobilnya dan memicu kendaraan menjauh dari rumah itu. Meninggalkan mamanya seorang diri.
Tring!
Mama Reni pun melihat ponselnya yang membunyikan notifikasi bahwa ada pesan masuk. Ia segera membukanya dan melohat video yang dikirimkan oleh Arga.
__ADS_1