
Aruni mengerjapkan matanya pelan saat merasakan dirinya ada yang memperhatikan. Kemudian tatapannya melotot saat melihat Arga yang sedang menjambak rambutnya didepannya. Ingatannya kembali terulang saat melihat Arga yang tanpa baju itu.
"Aruni...Gue...," Arga menunduk merasa bersalah.
Aruni kini melihat tubuhnya yang juga tanpa apapun. Ia bangun dan mendorong tubuh Arga dengan sekuat tenaga "GUE BENCI SAMA LOO!!! HIKS...HIKS... LAKI-LAKI BIAD*B!!!" Teriak Aruni yang memenuhi seluruh ruangan itu. Aruni kemudian memukul tubuh Arga dengan tangannya dan melemparnya dengan bantal dan guling.
"Gue tanggung jawab" Ucap Arga kemudian yang mampu membuat Aruni berhenti menyakiti Arga.
Aruni menatap Arga yang tidak berani menatapnya. Justru Arga menundukkan kepalanya agar tidak melihat tubuh Aruni yang telan*ang.
"Cih, gak perlu!" Aruni tersenyum miring. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa ia mengeluarkan setetes air mata, tapi dengan cepat Aruni hapus sebelum Arga tau. "Lupain semuanya, aku jij"k! Walaupun aku cinta sama kamu, tapi rasa cinta ku kayaknya udah mulai jadi benci deh....Makasih loh buat semuanya" Dengan segera Aruni turun dari ranjang dan mengambil semua pakaiannya yang berserakan dilantai karena semalam. Dan dengan gerakan cepat ia memakai semua pakaiannya, untunglah tidak sampai robek-robek.
"Aruni! Biar gue anterin pulang" Teriak Arga tapi sayangnya Aruni sudah keluar lebih dulu dari kamar ini.
_
Dengan air mata yang terus membanjiri setiap langkah ia berjalan, Aruni terus menatap sekeliling club'yang sudah sepi itu, karena club'ramai jika malam hari.
__ADS_1
Aruni terus melihat kanan dan kiri untuk mencari kendaraan umum agar ia bisa pulang kerumahnya. Aruni tidak sabar untuk segera mandi dan membersihkan semua sisa-sisa percintaan ini. Yang pastinya setelah ini Aruni akan terus merasa berdosa pada semua orang karena dirinya sudah berbuat zina.
"Ayah...bunda....maafin Aruni hiks...hiks..." Batik Vio yang kini memikirkan perasaan ayah dan ibunya jika tau dirinya malam ini telah berzina. Sekalipun itu dengan laki-laki yang ia sukai dan cintai, tetap saja tidak terbesit rasa bangga pada dirinya. Rasanya Aruni ingin mengakhiri hidupnya saja jika bunuh diri bukan termasuk dosa juga.
Aruni melambaikan tangannya saat melihat ada sebuah angkot yang akan melewatinya, dengan segera ia menaikinya setelah angkot itu berhenti didepannya.
*
Sampai didepan rumahnya yang cukup besar, Aruni segera turun dan tidak lupa membayar ongkosnya. Dengan takut jika bertemu dengan bunda atau ayah, Aruni berjalan menuju rumahnya.
Tok!
Tok!
Tok!
Sekuat tenaga Aruni paksakan untuk tersenyum didepan bundanya dan tidak menunjukkan bahwa dirinya sedang sedih. "Nginep dirumah Mia Bun" Jawab Aruni dengan berbohong.
__ADS_1
"Mia?" Tanya Bunda Irana yang tau bahwa Mia adalah sahabat baik anaknya.
Aruni mengangguk, "Aruni ke kamar ya Bun, Aruni capek" Aruni pun segera masuk kedalam rumah dengan melewati bundanya, lalu pergi keatas untuk ke kamar miliknya.
Walaupun bunda Irana masih agak ragu dengan jawaban putrinya tapi sekuat tenaga ia harus menjadi orang tua yang selalu berfikir positif pada sang anak. Bunda Inara pun menutup pintunya.
Aruni berjalan menuju kamarnya dengan tatapan kosong. Ia benar-benar merasa berdosa pada semua orang, terlebih pada bunda yang baru saja Aruni bohongi tadi. Hidupnya kini hancur hanya karena terlalu mencintai seorang Arga. Coba saja jika Aruni tidak secinta ini dan mengurusi urusan Arga, pasti hidupnya akan baik-baik saja sekarang.
Sampai dikamarnya, Aruni segera pergi menuju kamar mandi untuk menghilangkan bekas-bekas tadi malam yang pastinya akan membutuhkan waktu berjam-jam agar bekas serta baunya hilang. Sungguh sangat menggelikan bagi Aruni. Coba jika ia melakukan hubungan itu dengan status sah suami istri, pasti Aruni akan senang, bukan malah berdosa seperti ini.
Ia mulai menyalakan shower hingga kini air itu mengenai bagain kepalanya. Aruni lagi dan lagi menangis saat mengingat kejadian itu, dimana Arga yang selalu menyebutkan nama Vio disetiap gerakannya.
"Ah...Vio..ah...ini sangat nik mat...ahh..."
Aruni semakin terisak. Sebenarnya jika dia mau juga agar Arga bertanggungjawab atas semuanya. Tapi, Aruni menolak itu dan lebih memilih untuk menyuruh Arga melupakan semuanya karena Aruni tidak ingin menjadi korban pelampiasan Arga saja. Dia tidak ingin ikut serta dalam masa lalu Arga. Aruni pernah membaca sebuah tulisan, bahwa kamu jangan pernah hidup dengan pria yang belum selesai dengan masa lalunya, karena itu akan membuat kamu sakit hati.
Dan Aruni memilih untuk tidak ingin lebih sakit lagi. Aruni pokoknya mulai sekarang harus bisa move-on dari Arga. Pokoknya dia harus coba untuk berdekatan dengan pria lain selain Arga. Walaupun minusnya bahwa dirinya bukanlah perempuan sempurna yang sudah kehilangan mahkotanya, namun setidaknya Aruni melakukan itu bukan sukarela, namun karena paksaan dari satu pihak.
__ADS_1
Dalam bawah shower Aruni pun menyemangati dirinya sendiri "Semangat Aruni! Kamu pasti bisa move-on! Walaupun kamu bukan perempuan suci, tapi yakinlah jika diluar sana banyak laki-laki yang mau menerima dengan lapang dada" Aruni mengucapkan itu dengan semangat 45.
Sekitar satu jam Aruni mandi, akhirnya dia pun selesai. Dengan segera Aruni memakai handuknya yang bergambar dorami berwarna kuning.