
Karena gemas, Arga pun mengacak rambut Aruni yang sekarang sudah panjang, tidak lagi seperti dulu yajgbmasih pendeknya sebahu.
"Rambut aku berantakan Ga...!" Titah Aruni kesal, lalu Kemudian menyingkirkan tangan Arga dari atas kepalanya. Ia pun membenahi lagi rambutnya agar kembali rapi.
"Haha...maaf, habisnya aku gemes si sama kamu..Aku juga tau kok kamu belum jago soal ini, jnagan sok lagi mau ngambek, kalo kenyataan memang enggak bisa"
Aruni cemberut. Terbesit dalam pikirannya kenapa dulu ia tidak mau diajak nonton ehem..ehem...dengan Mia sahabatnya. Jadi gini deh akibatnya, usia sudah tua tapi tidak berpengalaman sama sekali.
"Udah tenang aja, jangan dipikirin, kamu mau jago kan? Yaudah, yuk belajar sama aku"
Aruni hanya bisa bengong saat satu tangannya ditarik oleh Arga dan menaiki kasu
__ADS_1
"Ayo, kita lakuin kaya tadi. Tapi sebelum itu aku mau kasih tau sama kamu supaya enggak kehabisan nafas lagi dan kamu juga ikut menikmatinya. Pertama kamu harus tenang dan santai, kedua kamu enggak boleh panik, dan yang paling terahir supaya kamu juga bisa menikmatinya, yaitu dengan cara kamu samain gerakannya kaya aku. Jadi...em..apa ya?" Arga kembali berpikir untuk mencari kata-kata yang tepat untuk dijelaskan pada Aruni. "Nah, ibaratkan kaya kita lagi berantem dan berebut, pokoknya samain gerakannya kaya aku.." Lanjut Arga kemudian.
Aruni yang sedari tadi sangat memperhatikan dan mendengarkan dengan detail pun lalu mengangguk mengerti. Ia kemudian sedikit tersenyum, "Se-detail itu ya Ga kalo soal ini? Coba kalo fisika Ga?"
Arga hanya bisa menyengir dengan menggaruk kepalanya yang tidka gatal. "Jadi?"
Aruni mengangguk. "Yaudah, ayo coba lagi"
Mereka pun kemudian mencobanya lagi untuk melakukan itu.
Suara decapan kini terdengar jelas dikamar Aruni sedari tadi. Mereka bahkan tidak memikirkan, apakah suara mereka akan terdengar dari luar atau tidak.
__ADS_1
Memang awalnya Aruni sangat menikmati kegiatan itu. Namun, entah kenapa tiba-tiba otak dan pikirannya justru memunculkan suatu kejadian yang dimana hal itu dapat membuat dirinya dan Arga menikah.
Bukan, bukan karena Aruni menyesal menikah dengan Arga. Tapi karena ia mengingat saat ia melakukan hubungan itu dengan Arga tapi Arga justru menyebut nama perempuan dari masa lalunya.
Kejadian itu masih Aruni ingat jelas sampai sekarang. Bahkan karena itu dapat membuatnya menjadi trauma dan sakit hati. Walaupun ia sudah memaafkan semua kesalahan Arga, namun bukankah suatu trauma akan sulit untuk disembuhkan dan butuh waktu serta proses yang cukup lama?
Tanpa banyak kata lagi, Aruni dengan reflek mendorong tubuh Arga agar menjauhi nya. "Ga, maaf tapi aku enggak bisa ngelanjutin ini" Ucap Aruni yang berusaha untuk menahan rasa sedih dan traumanya secara bersamaan. "Aku tidur sekarang ya, sekali lagi aku minta maaf" Lanjut Aruni kemudian. Ia pun lalu segera merebahkan dirinya serta menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, tidak lupa membelakangi Arga karena tidak mau menampakkan kesedihannya.
"Kamu kenapa Aruni?" Tanya Arga sedikit terkejut dan heran saat tiba-tiba sikap Aruni yang berubah drastis padanya.
Aruni memilih untuk memjamkan matanya dan berpura-pura tidur agar ia tidak menjawab pertanyaan itu. Aruni tidak mau menjawabnya karena dia takut tidak akan kuat dan malah sakit hati jika mengingatnya lagi.
__ADS_1
Melihat Aruni yang hanya diam saja, Arga pun meringsut maju untuk menengok, dan ternyata Aruni sudah memejamkan matanya.
Arga menghela nafas panjangnya. Ia yakin pasti ada suatu yang sedang Aruni pikirkan dan sembunyikan darinya. Tapi apa? Bukankah Aruni sudah memaafkannya? Apa mungkin Aruni masih ssdikit teringat perlakuannya dulu?