
"Dia anakku!"
Bunda Irana dan Aruni mengalihkan pandangannya pada seseorang yang sedang berdiri diambang pintu. Ya, itu adalah Arga yang tiba-tiba datang dan masih menggunakan pakaian ijab qobul yang gagal itu. "Dia anakku bunda" lanjut Arga yang kemudian mendekati branker Aruni.
"Maksutnya apa?" Bunda Irana kini menatap anaknya dan juga Arga seolah minta penjelasan yang lebih jelas. "Jadi ayahnya Arga?!"
Mendengar itu Aruni segera menggelengkan kepalanya. "Bukan, ayahnya bukan dia bun" Elak Aruni. Dia tidak mau merusak rumah tangga orang lain dengan berkata yang sebenarnya.
"Maksut Lo apa? Kita ngel-"
"Kita enggak pernah ngelakuin itu!" Potong Aruni segera.
"Bohong Bun, kita ngelakuin itu"
"Enggak!" Bantah Aruni.
"Iya"
"Aku bilang enggak ya enggak!"
"Bun nikahin kita" Usul Arga kemudian.
"Jangan bun! Ini bukan anaknya "
"Bunda panggil penghulu sekarang! Aku mau nikah"
__ADS_1
"Nikah sama siapa?!" Tanya Aruni.
"Sama Lo lah"
"Og-"
"SSTOOPPP!!!!" Pekik bunda Irana yang sedari tadi melihat pertengkaran keduanya. Ibu dengan dua anak itu terlihat sangat pusing sekarang. "Jangan ada yang berani bicara selain bunda! Ini masalah bukan masalah sepele! Ini tentang kehamilan diluar nikah! Apa kalian enggak mikirin seberapa besar dosa yang sudah diperbuat!"
Bunda Irana mengatur nafasnya yang sudah naik turun tak beraturan. Dia yakin jika suaminya disini pasti Aruni sudah kena tabok ayahnya. "Jadi, siapa ayahnya?! Salah satu yang tau itu yang menjawab!"
Aruni melirik Arga dengan tatapan penuh ancaman. Ia kemudian menggelengkan kepalanya pada Arga supaya jangan membocorkan semuanya.
Namun, Arga justru tak mendengarkan ucapan Aruni dan memilih untuk berkata jujur saja pada semuanya.
"Ayahnya aku bun" Jawab Arga dengan menundukkan kepalanya.
"Siapa? Siapa yang telah membuat putriku hamil?!!" Ya, dia adalah ayah Damar yang sudah pulih dari sesak nafasnya karena terkejut.
"Yah..." Aruni kembali menangis melihat ayahnya yang pastinya sudah sangat marah. Dia juga takut jika nanti Arga akan dibunuh oleh ayahnya setelah tau bahwa Arga yang telah melakukan itu.
"Aku Yah" Jawab Arga dengan begitu berani. Dia bahkan mengangkat tangannya keatas. Ia pasrah jika memang setelah ini hidupnya akan tidak baik-baik saja. "A..ar...arga yang udah maksa Aruni untuk ngelakuin itu yah..."
"KURANG AJAR!" Dengan segera ayah Damar mendekati Arga dan menarik jas hitam yang masih menempel ditubuh milik Arga.
"Ayah!" Pekik Aruni saat melihat ayahnya yang membawa Arga pergi dari ruangan ini. Aruni pun berniat untuk menyusul ayahnya, namun terurung saat tiba-tiba kepalanya yang terasa sangat sakit.
__ADS_1
Bunda Irana yang sudah sangat kecewa hanya bisa terdiam saat Arga dibawa pergi. Dia memilih untuk duduk disofa tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Aruni. Bunda Irana sesekali hanya bisa terisak karena merasa gagal menjadi seorang ibu yang mendidik anaknya.
*
Sementara itu, Arga terus dibawa pergi menuju taman rumah sakit untuk diberikan pelajaran yang setimpal.
Ayah Damar segera menghempaskan tubuh Arga hingga hampir saja terjatuh karena tidak seimbang.
"Yah..yah..Ayah tenang dulu.." Arga sekuat tenaga menahan segala ketakutannya saat melihat wajah ayah Damar yang sudah memerah bak iblis. Ia juga jadi ikut panik saat melihat tangan ayah Damar yang sudah mengepal erat dan siap untuk memukulnya. "Glek.." Arga menelan ludahnya sendiri dengan susah payah. Perlahan dia semakin memundurkan langkahnya untuk menjauh dari ayah Damar.
Namun, Arga mundur ayah Damar pun semakin maju. "Berani kamu nodai anak gadisku?!!"
Bugh!
Ayah Damar memukul wajah Arga hingga mengeluarkan cairan merah yang mengalir dibibirnya.
Dengan cepat Arga pun duduk dan bersujud pada ayah Damar agar tidak melanjutkannya lagi. Arga tau seberapa kuat ayah Damar dalam membunuh seseorang hanya dengan hitungan detik saja. Ia memikirkan bagaimana dengan kondisi anaknya yang masih kecil.
"Yah, Arga minta maaf hiks...Arga tanggung jawab sama Aruni...Arga janji akan menikahi Aruni...tolong jangan bunuh Arga hiks...Arga sayang sama anak Arga yah..." Arga terus menangis dengan tangannya yang tak lepas memegangi kedua kaki ayah Damar.
Ayah Damar mencoba mengatur nafasnya yang kini naik turun karena tersalut emosi pada laki-laki yang sudah berani menyentuh anaknya. "Lalu, kamu mau menjadikan anak saya istri kedua? Begitu maksud kamu hah?!", Bentak ayah Damar. Karena dia pikir laki-laki muda didepannya ini sudah berhasil ijab qobul tadi.
Dengan gerakan cepat Arga menggeleng "Enggak Yah...aku menikahi Aruni dan akan menjadikan Aruni satu-satunya istriku..."
"Cih..! Lalu dengan istrimu?! Dasar laki-laki breng*ek! Kamu sebenarnya sudah menghamili berapa perempuan hah?!" Ayah Damar berusaha agar pegangan tangan Arga terlepas dari kakinya. Namun karena Arga yang memegangnya begitu kuat, jadi sulit untuk melepasnya.
__ADS_1
"Arga enggak nikah sama perempuan itu Ayah, dia bukan anak Arga hiks...teman Arga yang sudah menghamili bukan Arga...sumpah demi apapun cuman Aruni yang udah Arga sentuh, enggak ada yang lain..." Arga terus berusaha menjelaskan dengan isakan tangis yang terus keluar dari mulut laki-laki itu.
Ayah Damar pun berfikir sejenak untuk merilekskan otaknya. Dia benar-benar marah sebenarnya dan ingin membunuh laki-laki ini. Namun karena ingat bahwa Arga adalah anak Reni ia jadi harus berfikir lebih jernih lagi.