Cinta Pertama Di Jabal Rahmah

Cinta Pertama Di Jabal Rahmah
Romantis di Kantor


__ADS_3

Ponsel Hisyam berbunyi lagi, Hisyam kembali ke meja kerjanya. Bayu mengirim pesan WhatsApp padanya. Mengirim identitas gadis kecil yang ditemukan oleh Bayu. Hisyam mengamati foto wanita yang dikirimkan bayu padanya. Tidak ada getaran di hatinya. Hisyam lalu membaca identitas wanita itu.


Anggita Pratama. Mahasiswi semester akhir. Hisyam membelalakan matanya karena Anggita kuliah di tempat yang sama dengan Aina.


Hisyam membaca lagi pesan dari Bayu. Bayu ternyata belum yakin 100% jika Anggita adalah gadis yang Hisyam cari. Namun Anggita dulu sempat melakukan umroh di waktu dan tanggal yang Hisyam beritahukan pada Bayu.


Hisyam ragu. Bayu memberi tahu lagi jika dirinya sudah mempunyai nomer ponsel Anggita, dan jika Hisyam ingin menemui langsung Anggita, Bayi bisa membantu mempertemukan mereka berdua agar lebih jelas, apakah benar gadis kecil yang dulu temui adalah Anggita.


Hisyam akhirnya mengajak Bayu untuk menemui Anggita berdua, agar bisa memastikan bersama apakah Anggita adalah orang yang selama ini Hisyam cari.


"Kamu yakin mau menemui gadis itu? nggak kasihan istrimu?" Celetuk Adrian. Adrian melihat Bosnya tampak gelisah.


"Aku kok nggak ada rasa deg-degan apa gimana ya, masih belum yakin dengan penemuan Bayu." Hisyam menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Terus tetep mau nemuin?" tanya Adrian. Hisyam mengangguk, "Aku kurang yakin, tapi aku cuma ingin tau aja."


"Terus kalau memang wanita itu benar-benar gadis kecilmu, bagaimana? Apa akan kamu bakal menceraikan istrimu?" tanya Adrian sedikit meledek Hisyam.


"Nggak akan,"jawab Hisyam dengannya tegas. Seketika lupa dengan perjanjian.


Adrian terkekeh, "Santuy Bos."


"Aina tetap akan jadi nomor satu di rumah," celetuk Hisyam.


"Berarti akan ada yang kedua dong?" ledek Adrian.


"Ah udah jangan dibahas lagi." Hisyam kembali fokus dengan pekerjaannya.


"Pesan aku, jangan sampai egois." Adrian hanya ingin Hisyam tidak neko-neko dengan rumah tangga. Adrian sudah merasakan manis asam nya rumah tangga. Hisyam tidak menjawab nasehat Adrian.


***


Sepanjang perkuliahan hari ini Aina tampak diam membisu, hal ini membuat ketiga sahabatnya merasa bingung dengan tingkah Aina yang tidak biasanya.


"Na, kamu kenapa sih? sakit?" tanya Ayu yang duduk persis di depan Aina.


Aina menggeleng, "Pusing."


Ayu mengernyitkan dahinya, "Uang belanja kurang, lakik mu tajir, ganteng, bingung deh apanya yang dipusingin."


Aina menggeleng,"Nanti deh ceritanya, di kantin ya." Aina ingin membagi kesedihannya dengan sahabatnya. Melelahkan memendam semuanya sendiri.


Selesai jam perkuliahan, tepatnya jeda salat Dzuhur, Aina dan sahabat-sahabatnya menuju mushola kampus terlebih dahulu, lalu makan siang di kantin.


"Na, suami kamu nggak jemput?" tanya Sheila. Aina menggeleng, "Nggak lah, kan kita masih ada satu mata kuliah lagi.


"Na katanya tadi mau cerita." Ayu benar-benar menagih Aina untuk bercerita. Aina terdiam sesaat, lalu menghirup nafas dalam-dalam.


Aina mulai bercerita dari awal mula dijodohkan hingga terbuatlah perjanjian dirinya dengan Hisyam, lalu janjinya ju miga dengan Rasyid, tapi kini semuanya sepertinya akan berantakan.

__ADS_1


Ayu, Febri dan Sheila melongo mendengarkan cerita Aina. Mereka tidak menyangka jika Kisah cinta Aina ternyata serumit itu.


"Tapi, Mas Hisyam baik kan Na?" tanya Sheila. Aina mengangguk, "Baik banget."


"Ya udah sih, menurut aku nih, mulai sekarang kamu fokus aja sama Mas Hisyam, kamu kan istri sah, jadi sebelum Mas Hisyam bertemu dengan wanitanya itu, kamu harus lebih dulu rebut hati Mas Hisyam,"ucap Sheila memberi usulan.


"Bener banget tuh, udah lupain Rasyid, jangan berharap sama yang belum tentu, apalagi berharapnya sama manusia, jatuhnya sakit." Kini gantian Ayu yang menasehati. Punya sahabat seperti mereka itu benar-benar multifungsi, bisa diajak baik, bisa diajak bobrok juga.


"Aku nggak ngerti cara taklukin laki-laki dewasa Shel." Aina menunduk, biasanya ia yang disukai laki-laki terlebih dahulu, jadi Aina tidak begitu mengerti perihal gaet menggaet laki-laki, apalagi Mas Hisyam kan laki-laki dewasa.


"Tenang, kita carikan solusinya." Febri mengerlingkan matanya.


"Mbah jambrong, tunjukan kehebatan mu." Febri mengetik sesuatu di ponselnya. Febri lalu membacakan hasil dari pencarian cara menaklukan laki-laki dewasa.



Tunjukkan perhatian padanya.



Perhatian juga dapat Anda lakukan dengan memasakkan makanan favoritnya atau membelikan dia oleh-oleh sederhana ketika Anda selesai kunjungan kerja ke luar kota. .


2. Jadilah wanita dewasa.


Wanita yang sudah berpikiran matang tidak akan terlalu peduli dengan pikiran negatif dari orang lain. Mereka yang sudah dewasa juga akan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang telah diambil. Selain itu, mereka juga selalu berpikiran positif dan menjaga diri sendiri dari hal-hal negatif.




Sudah menjadi kecenderungan bahwa sebagian besar pria menyukai wanita yang lemah lembut. Wanita yang lemah lembut secara tidak sadar akan selalu memberikan ketenangan di manapun ia berada. Pria juga sangat suka dengan wanita yang ucapannya dapat menyejukkan hati.



Tidak mudah mengeluh.


Menjadi diri sendiri.


Rapi dan Wangi.


Ramah.



"Stop... itu ada didiri aku semua kayaknya," ucap Aina dengan percaya diri. Ayu langsung menepuk lengan Aina.


"Pede sekebon, dengerin dulu sampai selesai," ucap Ayu. mereka itu bagaikan sedang melakukan misi penting. Misi menaklukan Mas Hisyam.


Saat sedang berdiskusi masalah cinta, ponsel Aina berdering, Aina mengambil ponsel yang ada di sakunya. Ada pesan masuk dari Mas Hisyam. Aina disuruh ke kantornya lagi setelah jam kuliah selesai. Mas Hisyam tidak tega jika Aina harus berdiam sendiri di rumah.

__ADS_1


Kali ini Mas Hisyam tidak menjemput karena di kantornya sedang banyak pekerjaan, jadi Aina menggunakan babang gocek untuk mengantarkannya menuju kantor Mas Hisyam.


Jam 2 siang selesai kuliah, Aina bergegas menuju kantor suaminya. Sahabatnya memberi semangat pada Aina, agar Aina mempraktekkan misi yang tadi mereka bicarakan.


Sesampainya di kantor Aina langsung menuju ruangan Hisyam. Aina mengetuk pintu ruangan terlebih dahulu sebelum masuk.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsallam, masuk Na." Mas Hisyam sudah sangat hafal dengan suara gadis kecilnya itu.


Aina lalu membuka pintunya sambil menyunggingkan senyumnya. Senyuman termanis yang ia punya. Kata Ayu kan harus seramah mungkin pada Mas Hisyam. Mas Hisyam membalas senyuman Aina. Aina lalu meletakan tasnya di atas sofa. Aina melihat meja kerja Mas Adrian tampak kosong. Sepertinya Mas Adrian ada tugas keluar kantor.


Aina menghampiri Mas Hisyam, "Mas kelihatannya cape banget."


Hisyam memijat pelipisnya, " Iya, banyak kerjaan Na."


"Mau Aina buatin kopi Mas?" tanya Aina. Hisyam menatap Aina sekilas, tumben gadis kecilnya bersuara manja-manja mendayu-dayu.


"Boleh." Aina lalu mengacungkan jempolnya. Ia meracik kopi tidak jauh dari meja kerja suaminya. Di sana sudah lengkap semua perlengkapannya seperti dispenser dan beberapa kopi instan.


Selesai menyeduh kopi. Aina lalu meletakannya di meja kerja Mas Hisyam. Aina menghampiri Mas Hisyam. Menawarkan memijat bahu dan kepala suaminya. Dengan senang hati Mas Hisyam membiarkan Aina memijat bahunya.


"Enak Na, pinter mijit juga ternyata,"ucap Mas Hisyam sambil terkekeh.


Aina tersenyum, "Mas jangan sampai sakit dong."


"Memangnya kenapa kalau sakit? kamu perhatian banget sama Mas, jadi terharu deh," ledek Mas Hisyam.


"Yee, kalau Mas sakit, nanti siapa yang cari uang." Aina terkikik.


Mas Hisyam memutar kursi kerjanya. Kini ia sudah berhadap-hadapan dengan Aina. Mas Hisyam lalu menarik lengan Aina hingga Aina terjatuh di atas tubuhnya. Aina terlihat begitu gugup.


"Mulai nakal nih istri Mas." Hisyam menatap manik mata Aina dengan penuh harap. Berharap kejadian tadi pagi terulang lagi.


Aina teringat perkataan sahabatnya jika ia harus bersikap perhatian dan lemah lembut. Kali ini Aina tidak menolak. Ia malah melingkarkan tangannya di leher suaminya. Hisyam sontak terkejut karena tumben sekali Aina melakukan hal demikian.


" Na ..."


"Mas..."


Manik mata mereka saling bertemu.


☘️Bersambung☘️


.


.


.

__ADS_1


.


(Nanggung thor, nanggung🤣 Yah lanjutannya bisa di bayangkan masing-masing 🤣)


__ADS_2