
Selesai salat, Hisyam langsung ke ruang keluarga, di sana ketiga kakak iparnya sedang berkumpul. Hisyam langsung menghampiri kakak iparnya lalu meminta maaf karena tertidur terlalu lama. Semalam ia baru pulang kantor jam 3 dini hari. Semua kakak iparnya mengerti.
Selanjutnya Hisyam dan ketiga kakaknya membahas tentang pengajian yang akan dilakukan nanti malam untuk mendoakan Almarhum abi Abdullah.
Aina yang juga sudah keluar dari kamarnya namun tidak menuju ruang keluarga melainkan menuju kamar Amih untuk memastikan Amih sudah makan atau belum siang ini.
Sebelum masuk kamar Amih, Aina mengetuk pintu terlebih dahulu, namun karena tidak ada jawaban dari Amih, Aina langsung masuk ke dalam. Terlihat Amih sedang memanjatkan doa selesai salat Dzuhur.
"Ya Allah, ampunilah dosa suamiku. Lapangkan dan terangilah tempat tinggalnya. Terimalah segala amal ibadahnya. Tempatkan dia ke dalam surga-Mu. Aamiin.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakan lah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya di dunia dengan rumah yang lebih baik di akhirat, serta gantilah keluarganya di dunia dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkan lah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka." Amih mengusap wajahnya dengan telapak tangannya sambil menutup doanya dengan kata aamiin.
Mendengar Amih melafazkan doa untuk Abi, hati Aina seketika langsung mengharu biru. Antara Amih dan Abi, hanya raga mereka yang terpisah, tapi tidak dengan cinta mereka berdua.
Amih melipat mukenahnya lalu menoleh ke arah Aina, Amih tahu ada yang datang ke kamarnya. Aina langsung menghampiri Amih lalu mengajak Amih untuk makan siang terlebih dahulu.
Amih tersenyum lalu mengangguk, Aina amat senang melihat Amih sudah kembali tersenyum, walaupun matanya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, hal itu jelas manusiawi karena Amih baru saja ditinggal orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Aina memeluk lengan Amih, "Amih, jangan sedih lagi, ada Aina, dan mamas serta cucu Amih, kita akan jaga Amih."
Amih kembali tersenyum lalu mengusap lengan Aina, "Kematian merupakan fase hidup, Na. Banyak yang terlalu cinta, ketika ditinggal pasangan ia merasa tidak berdaya dan akhirnya malah memutuskan menyusul pasangannya. Pemikiran seperti itu jelaslah keliru. Sebagai seseorang yang masih diberi waktu, inilah kesempatan yang seharusnya kita gunakan sebagai ungkapan rasa cinta kita pada pasangan. Yakni mendoakan selalu pasangan kita. Bagi Amih, maut pun tidak bisa memisahkan Amih dan Abi. Amih mencintai Abi karena Allah, Abi pasti menunggu Amih di sana." Mendengar perkataan Amih, Aina langsung mengeratkan pelukannya. Cinta Amih dan Abi begitu istimewa. Aina lalu mengajak Amih menuju ruang makan. Aina juga merasa lapar karena pagi tadi belum makan.
__ADS_1
***
Di ruang keluarga kini hanya ada Ardan dan Hisyam, yang lainnya sedang belanja untuk keperluan pengajian malam nanti. Hisyam menggunakan kesempatan ini untuk meminta pendapat pada Ardan. Ardan pasti lebih faham tentang sifat Aina.
"Mas, aku mau cerita boleh? ada sesuatu yang mau aku tanyakan," ucap Hisyam. Ardan langsung terkekeh lalu mempersilahkan Hisyam untuk bercerita. Akhirnya Hisyam mulai bercerita mengenai permasalahannya dengan Aina.
Ardan tampak terkejut mendengar cerita Hisyam. Ternyata Aina dan Hisyam sedang tidak baik-baik saja. Ardan mencerna baik-baik setiap cerita Hisyam. Sebagai kakak yang baik, Ardan harus adil dalam membantu menyelesaikan masalah adiknya. Ardan mengambil kesimpulan bahwa permasalahan keduanya hanya karena kurangnya komunikasi dengan baik.
Ardan sangat menyadari adiknya yang masih sangat muda, harus dijodohkan dan bersanding dengan Hisyam yang sudah dewasa, pasti Aina tidak mudah untuk menyesuaikan diri dengan Hisyam.
Tapi ya itulah proses pendewasaan diri, harus berani melangkah dan belajar. Setiap masalah yang dilalui pasti ada pembelajaran hidup di dalamnya.
Ardan menepuk bahu Hisyam, "Walaupun berbuat baik tidak menjadikanmu sebagai malaikat di dunia, tetaplah hidup dalam kebaikan demi kebaikan itu sendiri. Walaupun hanya karena satu kesalahan kamu dianggap tiada beda dengan penjahat, janganlah kecewa dan hendak membalas. Lupakan dan tidak perlu sakit hati, tapi jadikan sebagai kesempatan untuk mengkoreksi diri dan berhati-hati dikemudian hari. Jadikan sebagai vitamin lebih untuk menyehatkan jiwamu. Ada pepatah mengatakan satu kesalahan diingat terus, sementara seribu kebaikan terlupakan, itu manusiawi, apalagi wanita, hatinya sensitif Syam, sabar, bujuk terus, Aina pasti akan memaafkan."
Ardan tersenyum, "Hal yang kontras lebih tertanam dalam pikiran manusia. Contoh Dalam sebuah lembar kertas yang putih terdapat sebuah titik hitam. Apa yang menjadi titik perhatian pertama kita? titik hitam tersebut! Bukankah ini yang umum terjadi dalam kehidupan kita. Lantas, apakah hal ini wajar? ya tentu. Apakah ini seharusnya? tentu tidak! Apalagi menghadapi wanita ngambek, wanita itu gampang tersentuh hatinya. Aina itu suka sekali dimanja, coba bujuk rayu terus sampai luluh, jangan mudah menyerah Syam." Hisyam mengangguk dan akan berusaha melakukan apa yang Ardan katakan.
Saat Hisyam dan Ardan sedang asyik mengobrol tiba-tiba Aina dan Amih menghampiri keduanya di ruang keluarga. Amih duduk di sebelah menantunya. Amih merindukan Hisyam karena sudah jarang sekali bertemu.
Ardan meminta tolong pada Aina untuk membuatkan kopi untuknya juga untuk Hisyam. Aina langsung bergegas ke dapur. Ardan menyusul Aina, lalu membisikan sesuatu di telinga Aina yang tengah membuat kopi.
"Terkadang Na, Karena terlalu banyak perbuatan baik yang kita terima dari seseorang, cenderung membuat kita kemudian menganggap perbuatan baiknya bukan sebagai perbuatan baik di kemudiannya. Perbuatan baik yang banyak lalu berubah menjadi hal yang biasa, tidak dihitung lagi sebagai suatu perbuatan yang baik. Kenapa? karena cenderung menuntutnya. Kita menuntut orang tersebut untuk terus berbuat baik, meski kita menganggap perbuatannya itu hal yang biasa. Ketika ada kesalahan atau perbuatan buruk yang terjadi, lantas langsung menutupi kebaikan yang sudah-sudah. Mas rasa hal ini perlu disadari sedini mungkin ketika kita merasakan fenomena ini terhadap orang lain, terlebih orang terdekat kita. Jangan sampai kita terfokus dan tenggelam memperhatikan satu titik hitam pada selembar kertas putih," ucap Mas Ardan lirih. Aina langsung melirik kakaknya.
__ADS_1
"Mas lagi nyindir aku?"'
☘️ Bersambung ☘️
.
.
.
.
Intermezzoo: (Hahaha kangen intermezzoo emak yah)
Dialog terakhir,
"Mas nyindir aku?"
Bukan cuma Aina doang yg tersindir, emak san juga tersindir.
Salah satu penyebab banyaknya wanita yang masuk neraka itu bukan karena ibadahnya yang kurang, melainkan karena kufur nikmat terhadap suami🤭 Salah sedikit ngambek, salah banyak apalagi bawaannya pengen minta cerai. Suami bikin kesalahan hari ini, istri bisa ungkit lagi kesalahan 3 tahun yg lalu😁 itulah gaes yg berpotensi bikin qt bertemu dengan malaikat Malik🤭
__ADS_1
Lelaki dimata kita banyak nyebelinnya, sebaliknya juga sebenarnya, kita di mata lelaki juga banyak nyebelinnya🤣
Eh, btw, selamat tahun baru 2023