
Selesai salat, Aina dan Mas Hisyam menuju ruang makan. Amih dan Abi sudah ada di sana, akhirnya mereka semua makan bersama sambil berbincang masalah rumah baru, apakah Aina sudah kerasan tinggal di sana dan menanyakan bagaimana para tetangga di sana.
Aina selama hidup berdua dengan Mas Hisyam tidak ada masalah, semuanya berjalan dengan semestinya, Mas Hisyam memperlakukannya dengan sangat baik.
"Hisyam, Aina melayani kamu dengan baik kan?" tanya Abi. Mas Hisyam manggut-manggut, lalu menceritakan hal-hal yang selama ini Aina lakukan pada Mas Hisyam. Aina tidak menyangka jika selama ini ternyata Mas Hisyam sebegitu detail memperhatikan sikapnya.
Abi langsung tersenyum senang mendengar putrinya mendapat nilai plus dari menantunya. Abi mengacungkan jempol pada Aina, Aina hanya membalas Abinya dengan senyuman.
"Kami para orangtua hanya percaya ikatan pernikahan yang halal akan mengantarkan kalian pada keberkahan hidup. Ada Allah yang maha membolak-balikkan hati, kami percaya suatu saat kalian akan saling mencintai, Hisyam faham agama, begitu juga Aina, jika saat kalian menjalani mahligai rumah tangga sesuai tuntunan agama, pasti semuanya akan menjadi berkah dan mudah Nak, selebihnya serahkan pada Allah," ucap Abi. Abi memang sering menyemangati putra putrinya dalam hal berumah tangga. Bahkan Abi sering sekali bercerita tentang kehidupan rumah tangganya dengan Amih.
Abi pernah mengatakan cintailah pasangan yang bisa membawamu bisa menjadi lebih baik, bukan malah sebaliknya. Pernikahan adalah langkah awal membangun rumah tangga. Dalam suatu pernikahan tentunya ada hal-hal yang harus dipenuhi. Jika pernikahan yang dilangsungkan adalah untuk mendapatkan ridha Allah SWT maka pernikahan tersebut dapat menjadi pondasi dari rumah tangga islami yang harmonis.
Rumah tangga yang islami adalah rumah tangga yang didalamnya ada suami dan istri yang saling mendukung dan tolong menolong dalam hal beribadah dan berbuat kebaikan. Rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warahmah adalah rumah tangga yang dipenuhi cinta dan kasih sayang . Tidak hanya itu, rumah tangga yang islami juga diliputi dengan kesabaran dan kelembutan diantara pasangan suami istri.
Tiba-tiba tangan Mas Hisyam mengelus paha Aina yang terbalut rok panjang. Aina melirik suaminya. Hisyam mengerlingkan matanya, Aina tersenyum. Ah pasangan pengantin yang baru buka segel ini memang terlihat manis sekali, mereka kini bagaikan magnet kutub utara dan kutub selatan yang saling bertemu, pengennya nempel.🤭
"Bi, Mih, nanti habis makan kita pulang nggak apa-apa yah, nggak bisa nginep, rumah nggak ada yang jaga soalnya." ucap Mas Hisyam. Aina langsung melirik suaminya lagi, padahal Aina ingin sekali menginap di kamarnya.
"Iya nggak apa-apa, nanti Amih sama Abi juga insyaallah akan sering berkunjung," jawab Abi Aina.
Selesai makan, Amih langsung ke dapur, menyiapkan makanan untuk bekal Aina di rumah. Begitulah kasih sayang seorang ibu. Aina dan Hisyam kembali lagi ke kamar untuk mengambil tas.
Sesampainya di kamar, Aina langsung duduk di tepi ranjang, "Mas, padahal aku pengen banget nginep."
Mas Hisyam menghampiri Aina lalu duduk juga di sebelah Aina. Mas Hisyam menautkan jemarinya di jemari tangan Aina. Aina menatap suaminya. Aina merasa sangat deg-degan. Ah padahal sudah merasakan yang lebih dari sekedar menautkan tangan, tapi rasanya masih tetap deg-degan.
__ADS_1
"Sayang, Mas mau menikmati masa-masa berdua, hanya berdua, kalau di rumah kan lebih leluasa, kita bisa sepuasnya nanti." Mas Hisyam mencolek dagu Aina. Sekalinya merasakan nikmatnya surga dunia, langsung ketagihan kan.
"Tapi lain kali nginep di sini ya Mas?" rengek Aina. Mas Hisyam langsung mengangguk. Untuk saat ini Mas Hisyam ingin menikmati hanya berdua saja dengan Aina.
"Ya udah, ayo bawa tasnya." Aina mengangguk, ia mengambil tasnya lalu berjalan di belakang Mas Hisyam. Mereka lalu menghampiri kedua orangtua Aina untuk meminta izin pulang.
"Na, ini buat makan nanti, biar nggak usah masak hari ini." Amih memberikan kantong yang berisi makanan. Aina langsung menerimanya.
"Makasih ya Mih." Amih mengangguk, Aina mencium tangan Amihnya setelah itu memeluk dengan erat. Lalu bergantian mencium tangan Abi dan memeluknya juga.
"Hati-hati di jalan yah, kalau sudah sampai, kabari yah." Abi dan Amih mengantarkan Aina sampai depan gerbang. Aina dan Mas Hisyam masuk ke dalam mobil lalu melambaikan tangannya pada Amih dan Abi.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsallam," jawab Amih dan Abi.
Kebahagiaan jatuh cinta tidak seperti yang lain. Lonjakan, getaran, dan sensasinya adalah satu di antara perasaan terbesar di dunia. (Ea...Ea slebewww)
"Amih tau banget ya, bawain bekel segala, nanti kita di kamar aja yah, makan di kamar nonton di kamar, nggak usah belajar dulu," ucap Hisyam. Aina melirik suaminya sambil melongo, suaminya ini sedang kenapa, permintaannya sangat aneh.
"Kenapa mesti begitu sih Mas?"
"Ya Mas mau kita berduaan terus di kamar, sayang masa kamu nggak ngerti sih," ucap Mas Hisyam dengan manja. Aina sedang menerka-nerka kenapa suaminya menjadi bucin seperti ini.
"Inget kata Abi, harus nurut sama suami, apalagi yang baik-baik." Senjata pamungkas digunakan. Mas Hisyam memang paling bisa.
__ADS_1
"Iya iya." Mendengar jawaban Iya dari Aina membuat Hisyam senang bukan kepalang. Benar kata Adrian, ternyata jika saling menerima pasangan, rumah tangga akan menjadi menyenangkan. Hisyam sedikit menyesal kenapa tidak sedari awal meminta haknya pada Aina, tapi awal-awal juga memang dirinya belum tertarik pada Aina, jadi bagaimana akan melakukannya.
Sesampainya di rumah, Mas Hisyam menggandeng Aina masuk ke dalam kamar, tidak lupa mengunci semua pintu pagar dan pintu rumah.
"Na, nonton yuk," ajak Mas Hisyam. Aina mengerutkan dahinya. Pikirannya sudah macam-macam entah kemana. Aina menepuk dada suaminya.
"Jorok ih," celetuk Aina. Mas Hisyam bingung, apanya yang jorok.
"Jorok apanya?"
"Nggak mau Mas nonton begituan," jawab Aina. Mas Hisyam mengusap wajahnya dengan kasar.
"Astagfirullah, ini ya isi kepala perlu di kasih tawas nih biar jernih, sembarangan, masa Mas mau kasih unjuk ke kamu punya orang, nggak bakalan lah." Wajah Aina langsung memerah, Arggh ... malu sekali rasanya salah sangka.
"Terus nonton apa dong?"
"Ya nonton film biasa." Aina mengangguk mengerti. Aina meminta izin dulu ke toilet untuk bersih-bersih. Sebelum masuk toilet, Aina mengambil baju 'dinas' khusus istri untuk memberikan kejutan pada Mas Hisyam. Aina mengambil warna merah menyala, mini dan juga transparan.
Aina pernah membaca buku pengetahuan tentang rumah tangga. Dianjurkan istri menggunakan pakaian sexy hanya untuk suaminya, karena terkadang fantasi laki-laki itu liar. Sebagai istri harus meluangkan waktu untuk memberikan pelayanan sesuai dengan fantasi suami, agar hubungan suami istri semakin harmonis dan bisa menghindari godaan perselingkuhan.
Aina keluar dari kamar mandi dengan ragu, langkahnya sangat pelan, pandangannya menunduk ke bawah. Mas Hisyam yang kala itu tengah sibuk mencari film yang cocok tiba-tiba melirik Aina. Mas Hisyam meneguk salivanya. Mas Hisyam lalu secepatnya menghampiri Aina.
"Na, kayaknya nggak usah nonton aja deh, kamu ... kamu ..." Hisyam langsung menggendong Aina lalu meletakannya di atas ranjang. Saat itu terjadilah kembali serangan-serangan yang hanya suami istri saja yang tahu.🤭
☘️ Bersambung ☘️
__ADS_1
(Serangan apa mak? hayo bikin istilah aneh di kolom komentar🤣)