Cinta Pertama Di Jabal Rahmah

Cinta Pertama Di Jabal Rahmah
Mennyatakan cinta


__ADS_3

Setelah melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri, Aina dan Hisyam akhirnya tertidur. Tertidur sejenak hingga Adzan Ashar berkumandang, Amih mengetuk pintu kamar Aina, memberi tahu Aina agar salat Ashar lalu makan bersama.


Aina menggeliat, ia langsung mengiyakan perintah Amihnya tanpa membuka pintunya. Amih juga pernah muda, pasti tahulah hal-hal yang dilakukan suami istri saat mengunci pintu di dalam kamar.🤭


Aina menarik selimutnya sampai sebatas leher, ia menatap suaminya yang masih tertidur lelap. Aina tersenyum, baru kali ini Aina memandangi wajah suaminya dengan jelas. Hidung suaminya mancung bak orang timur tengah, kulitnya pun kuning langsat bersih, ada sedikit berewok di dagunya. Bulu matanya lentik walaupun Mas Hisyam lelaki.


Puas memandangi suaminya, Aina turun dari ranjang hendak mandi, ada rasa nyeri dibawah sana, walaupun rasanya sakit, tapi Aina bangga, ia bisa memberikan kesuciannya untuk suaminya.


Aina selalu ingat pesan dari Abi bahwa wanita muslimah itu adalah kunci kebaikan suatu umat. Karena wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.


Aina perlahan masuk ke dalam kamar mandi. Mas Hisyam terbangun ketika mendengar percikan air dari dalam kamar mandi. Mas Hisyam menengok ke arah samping, Aina sudah tidak ada, berarti Aina yang ada di dalam kamar mandi sana.


Mas Hisyam tersenyum puas, ia begitu bahagia setelah mendapatkan mahkota berharga dari istrinya. Umi tidak salah pilih menantu. Hisyam yang selalu menjaga diri, mendapatkan yang sama-sama menjaga kesucian pula. Walaupun sebenarnya tidak masalah perawan atau tidak perawan, karena kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari masalalunya.


Tapi Islam telah mengatur cara memilih atau kriteria pasangan yang baik sebelum melewati jenjang pernikahan. Selain tentunya memprioritaskan sosok yang punya kesungguhan dan konsistensi dalam beragama, Islam juga menganjurkan untuk menikahi perempuan yang perawan.


Keperawanan adalah sesuatu yang paling berharga bagi seorang perempuan. Karenanya, menjaga keperawanan adalah keniscayaan, dan tak bisa ditawar lagi. Bahkan dalam salah satu sabdanya Rasulullah saw menganjurkan untuk menikah dengan perempuan yang masih perawan.


Hendaklah kalian menikah dengan gadis karena mereka lebih segar baunya, lebih banyak anaknya (subur), dan lebih rela dengan yang sedikit.


Walaupun tidak ada larangan dalam Islam jika seseorang telah menambatkan hatinya kepada orang yang sudah duda ataupun janda. Hanya saja, lebih diutamakan untuk menikahi yang perawan atau perjaka.

__ADS_1


Aina keluar dari kamar mandi sudah menggunakan daster rumahan, rambutnya yang setengah basah tergerai panjang. Hisyam yang melihatnya seketika merasa menginginkan Aina lagi. Sedangkan Aina malah terlihat malu-malu saat ditatap suaminya. Ini pertama kalinya, seluruh tubuhnya dilihat oleh Mas Hisyam. Halal sih, cuma masih malu.


Aina teringat nasihat dari Muhammad Al-Baqir kepada kaum wanita. Beliau mengatakan, “Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian lagi." Aina masih butuh waktu untuk berdaptasi.


"Na, sini..." Mas Hisyam melambaikan tangan, agar Aina mau menghampirinya. Aina perlahan menghampiri Mas Hisyam, saat sudah sampai di depan Mas Hisyam, Mas Hisyam langsung menarik tangan Aina hingga Aina terjerembab kedalam pelukan Mas Hisyam.


"Hemm, istri Mas udah wangi banget." Mas Hisyam mulai mengendus-endus di rambut dan leher Aina. Hal itu membuat Aina langsung merinding.


"Mas, Aina sudah wudhu lhoo padahal," ucap Aina.


"Nggak apa-apa, nanti wudhu lagi, atau mandi lagi?" Mas Hisyam mengerlingkan sebelah matanya.


"Mas tadi sudah dipanggil Amih, suruh makan, buruan gih Mas mandi terus salat." Mas Hisyam mengerucutkan bibirnya. Aina sangat faham jika suaminya menginginkannya lagi, walaupun salat dan melayani suami adalah kewajiban, tetap harus memilih mendahulukan kewajiban kepada Allah terlebih dahulu.


Aina masih melongo diperlakukan Mas Hisyam demikian, Aina pernah mendengar ceramahannya Dr. Aisyah Dahlan, suami akan menunjukan rasa cintanya lebih dalam saat hasrat seksualnya sudah terpenuhi. Saat melakukan jima' ada yang terjadi pada otak sehingga segala sesuatu akan terasa lebih intim, dekat dan indah.


Jima' mampu melepaskan oksitosin atau 'love hormone'. Pelepasan hormon ini berkaitan dengan rasa dekat dan intim, merasa lebih baik. Oksitosin berhubungan dengan fungsi sosial positif dan dikaitkan dengan ikatan, kepercayaan dan loyalitas. Jadi, suatu hal yang wajar jika mengasosiasikan perasaan positif itu dengan suami atau istri yang berbagi momen tersebut.


Selesai mandi, Aina kembali masuk ke kamar mandi, mengulangi wudhu nya, setelah itu mereka berdua salat berjamaah di dalam kamar.


Selesai salat dan doa bersama, Mas Hisyam lalu mengulurkan tangannya agar di kecup oleh Aina, Aina menerima uluran tangan Mas Hisyam. Mas Hisyam juga mengecup kening Aina beberapa detik. Entahlah, Aina begitu menikmati momen ini.

__ADS_1


"Ya Allah, jadikanlah mawaddah dan rahmah antara aku dan istriku yang terbaik. Jadikanlah kelembutan dan kesabaran (antara aku dan istriku) yang paling sempurna. Ya Allah, bahagiakan ia bersamaku dan bahagiakan aku bersamanya, janganlah Kau haramkan aku dari keberadaanya di dunia dan di surga abadi. Dan tunjukkan kami untuk menepati setiap yang Engkau cintai dan diridhai, ya Allah Yang Maha Mulia." Mas Hisyam sambil mengecup sambil mendoakan Aina dalam hati.


Mas Hisyam melepaskan kecupannya, ia lalu menatap istrinya lekat-lekat. Sosok yang dulu sempat ia tolak, tidak terbesit pun akan berusaha mencintai, tapi Kuasa Allah tidak bisa terkalahkan dengan rencana manusia. Hisyam kini mencintai gadis mungil yang ada di depannya.


Entah dari mana awalnya bisa mencintai Aina. Hisyam dan Aina dulu ibarat langit dan bumi yah sangat sulit jika di bayangkan untuk menjalin kedekatan. Skenario Tuhan memang Indah Dia memerintahkan sang semesta untuk mengatur kehalalan ini.


"Sayang ..." Ada senyuman disudut bibir Mas Hisyam. Dipanggil sayang saja Aina sudah dag dig dug tidak karuan.


"Hemm, kenapa Mas?"


"Na, saat Mas melihatmu, Mas seperti melihat sisa hidup Mas di depan mata Mas. Na, Mas ingin menjadi orang yang bisa membuat kamu tertawa dan tersenyum setiap hari," ucap Mas Hisyam. Aina tidak bisa berkata-kata lagi. Ia hanya mampu mengangguk-angguk.


"Meskipun Mas memiliki banyak hal untuk dikatakan, tetapi kata-kata Mas seolah-olah bersembunyi dan Mas tidak bisa mengungkapkannya. Hal sederhana yang ingin Mas katakan adalah Mas mencintaimu hari ini dan selalu." Aina begitu terkejut mendengar pengakuan cinta Mas Hisyam, Aina langsung menatap Mas Hisyam, tidak ada kebohongan yang tersirat di mata suaminya. 


Aina sangat bahagia akhirnya Mas Hisyam bisa mencintainya. Aina langsung memeluk Mas Hisyam dengan erat.


"Aina juga cinta sama Mas." Aina juga akhirnya memberanikan diri mengungkapkan cintanya. Mas Hisyam melepaskan pelukan Aina, ia lalu memegangi dagu Aina, menariknya dengan lembut agar mendekat padanya. Saat bibir mereka akan menempel, suara ketukan pintu kamar mengangetkan keduanya.


"Na, Hisyam, makan  dulu," ucap Amih dari balik pintu. Hisyam memegangi dadanya karena terkejut, sedangkan Aina langsung berlari membuka pintu untuk menjawab perintah Amihnya.


☘️ Bersambung ☘️

__ADS_1


(penuhilah perut dan bawah perut suami, gitu tips dari dr. Aisyah dahlan🤭)


__ADS_2