Cinta Pertama Di Jabal Rahmah

Cinta Pertama Di Jabal Rahmah
Memaafkan


__ADS_3

"Allah mengabulkan doamu Aina, istriku." Air mata keluar begitu saja dari sudut mata Mas Hisyam.


Aina menatap suaminya, "Maksudnya apa Mas?" Aina masih belum faham dengan apa yang diucapkan oleh suaminya perihal percakapan dengan nada khas anak kecil itu.


"Kamu yang mengharapkan kita bertemu lagi kelak kita dewasa, tapi malah kamu melupakannya, eh justru aku yang kepincut pesona menggemaskannya kamu saat kecil," ucap Hisyam sambil senyam senyum.


Hisyam akhirnya menceritakan kembali awal bertemu Aina di Jabal Rahmah dulu. Hisyam tidak akan pernah lupa karena itu merupakan kenangan terindah yang selama ini ia cari sosoknya.


Hisyam begitu takjub dengan takdir Allah yang mempertemukan dirinya dengan Aina dengan jalan perjodohan yang berujung pernikahan, walaupun sebelumnya sempat menolak.


Hisyam teringat akan firman Allah, Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.


Di antara kesedihan yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Banyak orang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya dan mengorbankan apapun yang ia miliki demi terwujudnya impian itu. Tetapi tanpa disadari hal itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika hal seperti ini terjadi, tak sedikit orang yang menyalahkan pihak lain, bahkan Allah, Rabb yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya pun tak luput untuk disalahkan. Hisyam pernah di posisi itu, bertanya-tanya mengapa harus dijodohkan dengan Aina.


Tapi kejadian ini membuat Hisyam belajar bahwa segala sesuatu yang terjadi pada seorang muslim dan hal tersebut tidak sesuai dari apa yang diharapkannya adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya. Ujian itu hadir dengan tujuan menuntut mereka menuju kesempurnaan diri dan kesempurnaan kenikmatan-Nya.


Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.


Aina menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Aina mulai sedikit mengingat kejadian 20 tahun silam saat dirinya pertama kali bertemu di Jabal Rahmah dengan Hisyam yang kini sudah menjadi suaminya.


"Jadi, yang selama ini Mas cari..." Mata Aina berkaca-kaca. Aina juga begitu terkejut, ternyata wanita yang selama ini suaminya cari adalah dirinya. Tapi kenapa harus ada Anggita diantara mereka.

__ADS_1


Mas Hisyam mengangguk lalu menggenggam jemari-jemari lentik Aina, mengecupnya dengan lembut.


"Lalu Anggita?" tanya Aina. Hisyam mengendikan bahunya, ia juga bingung, berarti informasi dari Bayu salah selama ini.


"Tapi tunggu, kamu tahu ini semua dari mana Mas?" Aina penasaran, kenapa Mas Hisyam bisa mengetahui kalau ternyata cinta masa kecilnya mas Hisyam adalah dirinya.


Mas Hisyam menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan. Mas Hisyam menceritakan kejadian tadi pagi saat menemukan foto kecil Aina di dompet Aina. Mas Hisyam menceritakan secara detail pada Aina.


"Apa kamu ingin kembali sama aku karena aku adalah gadis yang kamu cari selama ini Mas?" tanya Aina.


Hisyam secepatnya menggeleng, "Sekalipun gadis kecil itu bukan kamu, Mas akan tetap inginnya menua bersamamu Aina, kamu yang sudah membuat Mas move on dari kisah masa kecil Mas, tapi Mas tambah bahagia ketika tahu ternyata kamulah orangnya Na, percayalah."


"Beri Mas kesempatan untuk menebus semua kesalahan Mas, beri Mas kesempatan Na." Aina begitu terharu melihat permohonan Mas Hisyam yang benar-benar menginginkannya memberikan kesempatan kedua.


Aina mengangguk perlahan, Aina teringat nasehat mas Ardan, Aina menyadari selama ini mas Hisyam begitu baik padanya, kesalahan kemarin adalah yang pertama. Aina yang masih muda merasa harus belajar lagi untuk menghadapi ujian-ujian rumah tangga kedepannya.


Mas Hisyam langsung tersenyum ketika Aina mengangguk, Mas Hisyam lalu memeluk Aina begitu antusias, mas Hisyam sudah sangat merindukan Aina. Begitu pun juga Aina.


"Makasih banget sayang, Mas bahagia banget kamu udah maafin Mas, Mas janji nggak akan sia-siakan kesempatan ini." Aina mengangguk sambil tersenyum, Aina berharap mas Hisyam menepati janjinya.


"Kita harus saling membahagiakan ya Mas, sebelum maut memisahkan," ucap Aina. Hisyam mengangguk, "Walaupun maut memisahkan, kita harus tetap memberi kebahagiaan dengan mendoakan Na."

__ADS_1


"Iya benar Mas, seperti saat ini, aku kagum sekali dengan kisah cinta Abi dan Amih," ucap Aina


Saat asyik berbincang tiba-tiba ponsel Hisyam berdering, Hisyam segera merogoh saku celananya lalu melihat siapa yang meneleponnya. Ternyata ada panggilan masuk dari Adrian.


Hisyam langsung mengangkatnya, Adrian memberikan informasi jika pelaku penggelapan uang perusahaan sudah ditemukan, namun Adrian meminta agar secepatnya Hisyam ke kantor untuk ikut melihat langsung siapa otak licik dibalik penggelapan uang 100 Milyar itu.


Hisyam melirik Aina, saat itu panggilan telfonnya sengaja Hisyam load speaker agar Aina juga ikut mendengarkannya. Aina mengangguk dan mempersilahkan mas Hisyam pergi ke kantornya. Setelah berbincang beberapa menit dengan Adrian, sambungan telfon akhirnya berakhir.


Mas Hisyam langsung menatap Aina lalu kembali menceritakan kembali tentang kasus korupsi di kantornya walaupun Aina sudah mendengarkannya.


"Pergi saja Mas, kamu harus selesaikan semuanya, aku nggak apa-apa, di sini kan ada banyak orang, kamu juga harus menyelamatkan perusahaan demi menyelamatkan karyawan juga, aku ngerti kok Mas," ucap Aina sambil mengelus lengan suaminya. Aina ingin memberikan sedikit ketenangan pada suaminya.


Mas Hisyam mengangguk, "Makasih ya, Mas pasti bakal cepat balik lagi, doakan Mas yah."


Aina mengangguk, Aina dan Hisyam menuju kamar, Hisyam lalu berpamitan ke kantor dengan baju seadanya karena memang semalam tidak membawa baju ganti. Aina jadi merasa bersalah karena menambah beban pikiran mas Hisyam karena dirinya begitu mudahnya merajuk.


Aina juga sadar jika mas Hisyam pasti tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, melainkan nasib karyawan-karyawannya juga.


Aina terdiam duduk di tepi ranjang seraya memanjatkan doa dalam hati. Ya Allah, mudahkanlah dan lancarkanlah rezeki suamiku hari ini, jika rezeki itu jauh dekatkanlah, jika dekat, rapatkanlah, jika masih tergantung di langit, turunkanlah, jika tersembunyi dalam perut bumi, keluarkanlah, jika sedikit, banyakkanlah, jika caranya susah untuk sampai kepada kami maka mudahkanlah. Sesungguhnya hanya Engkaulah yang Maha Memberi Rezeki, Maha Mengetahui dan Maha Sayang pada hamba-hambaNya. Ya Allah Tuhanku Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji, Tuhan Yang Menakdirkan dan Yang Mengembalikan, Yang Maha kasih dan Maha Kasih Sayang. Semoga urusan mas Hisyam segera terselesaikan.


☘️ Bersambung ☘️

__ADS_1


(Nggak ada intermezzoo ah, emak lagi cibuk jualan skincare say, mampir dong ke fb emak, santy isnawan🤭 nanti emak spil rahasia cantik paripurna 🤣😁)


__ADS_2