Cinta Pertama Di Jabal Rahmah

Cinta Pertama Di Jabal Rahmah
Menemukan Foto di Dompet


__ADS_3

Setelah semuanya pulang dari pemakaman, Aina membawa Amih ke kamar agar Amih istirahat. Amih terus saja terdiam, tubuhnya mulai lemas. Aina memapah Amih menuju kamar lalu membaringkan Amih di tempat tidur. Walaupun ini pasti menyakitkan untuk Amih karena sudah tidak ada lagi teman saat tidur, tapi Amih harus istirahat demi kesehatannya.


Amih terbaring, mencoba memejamkan matanya. Aina memijit betis Amih. Amih melirik Aina.


"Na, lebih baik kamu temani Hisyam saja, kasihan dia Na, Amih tidak apa-apa," ucap Amih dengan suara yang sedikit parau.


Aina menggeleng, "Aina mau nemenin Amih tidur di sini." Jujur hati Aina masih sangat sakit dengan perkataan-perkataan mas Hisyam sebelumnya.


Kini giliran Amih yang menggeleng, "Amih ingin sendiri, kamu harus belajar memprioritaskan suami Na, kamu sudah menjadi milik Hisyam, surgamu ada padanya. Gunakan waktu sebaik mungkin dengannya selagi kalian berdua masih hidup, kalau sudah terpisah dunia seperti ini, tidak akan bisa semanis seperti saat berduaan Na."


Aina mengangguk, Aina menuruti perkataan Amihnya karena tidak ingin Amihnya banyak berfikir. Aina akan memendam rasa kecewa ini sendiri.


Aina lalu keluar dari kamar Amih. Ia bergegas menuju kamarnya sendiri. Aina juga lelah ingin beristirahat. Sesampainya di kamarnya ternyata sudah ada Mas Hisyam di dalam kamar. Aina yang melihat Mas Hisyam ada di dalam kamar langsung balik badan hendak keluar lagi, tapi mas Hisyam langsung berlari menghampiri Aina.


Mas Hisyam langsung menutup kamar Aina dan menguncinya karena kebetulan kuncinya tergantung. Aina terdiam, mas Hisyam tiba-tiba langsung memeluk Aina dari belakang. Pelukan mas Hisyam begitu erat seolah-olah tidak ingin melepaskan Aina kemanapun.


"Maafkan Mas Na, maafkan Mas." Mas Hisyam terisak  dalam keadaan masih memeluk Aina. Mas Hisyam lalu menjelaskan bahwa dirinya saat ini sedang kacau hingga melampiaskan kekacauan ya pada Aina. Mas Hisyam sangat menyesal.


"Na, tolong jangan diam." Mas Hisyam membalikan tubuh Aina hingga mereka kini saling berhadapan.


"Na, maafkan Mas, kamu boleh hukum Mas dengan caramu, tapi jangan diam Na, mas ingin tau jawaban kamu, kamu maafin Mas kan sayang." Aina masih saja terdiam.


Mas Hisyam lalu berlutut di depan Aina, hal itu membuat risih Aina. Aina mundur beberapa langkah.


"Cukup Mas, jangan seperti ini." Aina kembali mundur, tapi mas Hisyam malah memeluk kaki Aina.


"Maafin Mas." Mas Hisyam semakin terisak. Aina dilema, disatu sisi ia masih merasa sakit hati, disisi lain, ia kasihan melihat mas Hisyam sampai berlutut seperti ini.


Aina masih saja terdiam, ingin rasanya menangis tapi air matanya rasanya sudah terkuras habis karena begitu kehilangan Abinya. Entahlah, yang jelas Aina masih belum bisa melupakan perkataan suaminya yang menyakitkan semalam.

__ADS_1


Benar kata pepatah biasanya orang yang membuat sakit hati dan kecewa adalah justru orang yang penting bagi hidup kita. Iya, kan? Seperti ungkapan, 'Orang yang memiliki peluang paling besar untuk menyakiti kita adalah orang yang paling kita sayangi.


Berinteraksi dengan mas Hisyam setiap hari, membuka diri, dan melihat sifat-sifat baiknya membuat Aina percaya dan menaruh harapan padanya. Mas Hisyam menjadi sosok yang ideal untuk diinvestasikan.


Namun, dalam perjalanan tidak dalam segala kesempatan mas Hisyam bisa memenuhi ekspektasi Aina. Karena itu, sering kali Aina jadi kecewa dengan mas Hisyam.


Aina merasa bersalah juga pada dirinya sendiri karena terlalu mengagungkan mas Hisyam. Namun akhirnya, pil pahit kekecewaan tertelan juga.


Biasanya memang kekecewaan terjadi karena apa yang terjadi berbeda dengan yang muncul di masa sekarang. Kekecewaan datang dengan finalitas pengakuan bahwa kita tidak memiliki, tidak mendapatkan, atau tidak akan pernah mencapai apa pun yang kita inginkan. Itulah yang sedang Aina rasakan.


"Na." Suara mas Hisyam mulai parau.


"Aku terlalu kecewa untuk bertahan, tapi terlalu cinta untuk melepaskan," ucap Aina dalam hati. Mulutnya masih susah sekali dibuka untuk berbicara dengan suaminya.


Hisyam teringat akan cerita Uminya jika seorang istri itu bisa jadi dia sanggup melaksanakan banyak pekerjaan rumah tangga di satu waktu.


Sungguh ketahanan fisik yang luar biasa. Akan tetapi, sekali bentakan suami yang dia dengar dan rasakan, semua tubuhnya tiba-tiba lemas dan tidak berdaya. Lalu dia pun hanya bisa menumpahkan air matanya di atas bantal, tidak membalas bentakan suaminya karena tingginya kedudukan suami di matanya.


Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berbuat kasar kepada perempuan. Seorang perempuan memiliki perasaan yang lembut dan sangat mudah tersentuh . Sedikit saja mereka disakiti maka mereka akan sakit hati. Maka itu, perempuan harus diperlakukan secara baik. Apabila perempuan melakukan kesalahan, jangan dihadapi dengan kemarahan yang keras. Percuma, perilaku itu tidak akan membuatnya patuh justru akan semakin memberontak dan sedih.


Hanya karena kedudukan suami sebagai kepala keluarga , bukan berarti ia bebas membentak dan memukul istrinya. Selama istrinya tidak melakukan dosa yang fatal, sebaiknya suami memaafkan. Karena bagaimanapun juga tidak ada manusia yang sempurna. Jangan hanya diingat buruk-nya saja. Ternyata apa yang dikatakan Umi benar, Aina sekarang benar-benar bersikap dingin padanya.


Hisyam akhirnya mengendurkan pelukannya, Hisyam berfikir mungkin Aina butuh waktu untuk istirahat terlebih dahulu untuk mengistirahatkan tubuhnya yang pastinya sangat lelah karena sebelumnya terus saja menangis.


Saat pelukan Hisyam mengendur, Aina bergegas menuju tempat tidur, ia mengistirahatkan tubuhnya di tempat tidur. Semalaman menangis membuatnya sangat lelah, hingga tak terasa matanya mulai terpejam lalu mulailah terbawa ke alam mimpi.


Melihat Aina sudah tertidur, Hisyam mendekati Aina, ia memperhatikan setiap inci wajah istrinya. Hisyam teringat akan pesan Abi Abdullah agar menjaga Aina dengan baik, tapi nyatanya, Hisyam malah menyakitinya.


"Maafkan Hisyam, Abi," gumam Hisyam lirih.

__ADS_1


Hisyam menggenggam tangan Aina, Aina sepertinya sangat lelah sehingga tidurnya begitu lelap. Hisyam sadar diri pasti ucapan maaf nya tak dapat menyembuhkan kesakitan dalam hati Aina, tapi Hisyam hanya ingin Aina  tahu bahwa penyesalannya itu teramat dalam.


"Aina Mas memang bukan manusia yang sempurna, namun nyatanya dirimu menyempurnakan Mas. Maaf jika Mas menyakiti hatimu sebab kekhilafan Mas. Mencintaimu dan menjagamu adalah satu di antara prioritas utama Mas tapi nyatanya Mas malah membuatku kecewa," ucap Hisyam lirih. Hisyam takut Aina terbangun.


Hisyam mencium punggung tangan Aina, air matanya mengalir membasahi tangan Aina, tapi Aina tidak terbangun. Saat sedang menciumi tangan istrinya, ponsel Aina berdering begitu nyaring. Hisyam semula tidak menghiraukannya, namun karena terus berdering, akhirnya Hisyam mencari keberadaan ponsel Aina.


Sumber suara ternyata ada di dalam tas Aina yang biasa Aina gunakan untuk kuliah. Hisyam langsung membuka tas istrinya itu lalu mencari ponsel yang terus saja berdering.


Ponsel Aina ada di dalam dompet yang cukup besar yang bisa untuk meletakan uang dan ponsel juga. Hisyam lalu membuka dompet Aina. Saat ia ingin mengambil ponselnya, panggilan telfonnya ternyata sudah dimatikan.


Hisyam mendengus kesal, Hisyam hendak meletakan kembali ponsel Aina ke dalam dompet, namun Hisyam terkejut dengan sebuah foto berukuran kecil di dompet Aina. Hisyam merasa tidak asing dengan wajah gadis kecil yang ada di foto tersebut.


Hisyam akhirnya mengecek semua isi dompet Aina. Hisyam begitu tercengang ketika menemukan dua foto di dompet Aina, satu foto gadis kecil berseragam SD dan satu lagi gadis kecil memakai mukenah sedang berdiri di depan ka'bah.


☘️☘️ Bersambung ☘️☘️


.


.


.


.


.


.


Intermezzoo:

__ADS_1


(Yang kemarin ngomong cerai aja, kabur aja, minggat aja, emak san sentil nih🤣🤣 tapi memang begitulah perempuan yah, maka dari itu hukum Allah memberikan hak talak pada suami, coba kalau diberikan ke istri, haduh setahun bisa ganti suami 50x🤣🤣🤣


Selesai ijab kabul, itu tandanya kita sudah memasuki babak pertandingan, bertanding dengan setan dasim yang bisa menjelma jadi apa saja, bisa jadi watak suami/istri, bisa jadi duit, bisa juga jadi orang luar. Niatkan patuh krn Allah, bukan karena suami, biar nggak keciwi gaes. Selagi nggak selingkuh+kdrt, ah sudah telan saja, tapi kalau ada yg memaafkan walaupun sudah d selingkuhi/kdrt. haduh kalian wanita hebat berarti)


__ADS_2