Cinta Pertama Di Jabal Rahmah

Cinta Pertama Di Jabal Rahmah
Rasyid


__ADS_3

Pagi ini Alaina sudah berada di kampus. Ia dan ketiga sahabatnya yaitu Sheila, Febri dan juga Ayu tengah berjalan menuju kelas. 


"Eh eh Na, itu ada Kak Rasyid lhoo, lagi mau kesini juga," Celetuk Ayu yang tengah menunjuk ke arah Rasyid.


"Cie, cie." Febri dan Sheila menggoda Aina, karena mereka tahu pasti Rasyid ingin menemui Aina. Dan benar saja, saat mereka berpapasan, Rasyid menghentikan langkahnya, ia tersenyum manis pada Aina. Febri, Ayu dan Sheila langsung mengerti, mereka bertiga berpamitan menuju kelas terlebih dahulu.


"Assalamualaikum Na, cantik banget pagi ini," sapa Rasyid yang membuat pusar Aina berputar-putar. Aina pagi ini menggunakan kaos panjang dengan setelan rok levis panjang, jilbab segi empat warna hijau, begitu meneduhkan mata. Dipuji, dipagi hari oleh laki-laki paling populer di kampus ini, siapa sih yang nggak klenger. Untung Aina tadi sudah sarapan, jadi lumayan kuatlah menghadapi Rasyid yang pesonanya begitu membahana.


"Waalaikumsallam Kak, hehe makasih,"ucap Aina sok kalem, padahal aslinya, MasyaAllah aktifnya, tapi di depan laki-laki yang ia taksir harus jaim dong, alias jaga image, harusnya jaga pandangan juga sih, tapi sulit, Rasyid ini ibarat pemandangan indah gratis yang sayang bila dilewatkan. Amih anaknya nih Mih, mulai aktif.😆


"Sudah sarapan?" Tanya Rasyid yang langsung dijawab Aina dengan anggukan.


"Semalam kenapa tidak diangkat telfon Kaka?"


Aina menunduk, Aina sebenarnya sedang gelisah galau merana. Perjodohan itu begitu menyita pikiran Aina. Sang pujaan hati sudah di depan mata, tapi takdir jodoh melesat begitu jauh membuat hati merana.

__ADS_1


"Kenapa? Mau cerita nggak sama Kakak?" Rasyid menawarkan bahunya untuk bersandar, eh maksudnya telinganya untuk mendengarkan keluahan Aina.


Rasyid dan Aina sudah menjalin hubungan baik sejak Aina menjadi mahasiswa baru, kebetulan Rasyid yang menjadi kakak pembimbing ospek waktu itu, hanya saja mereka tidak pacaran karena Amih memang melarang, yah pokoknya teman tapi mesra lah. Dasar Aina bandel.


Aina melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangannya, masih ada waktu 30 menit untuk bercerita dengan Rasyid, siapa tahu akan mendapatkan solusi.


Mereka duduk disalah satu bangku panjang di depan kelas. Aina mulai bercerita jika dirinya akan dijodohkan, hal ini langsung membuat Rasyid terkejut. Rasyid begitu menyayangi Aina.


"Kakak, kalau Kakak mau menemui Amih dan Abi ke rumah, perjodohan ini akan batal, tolong Aina Kak." Aina mulai merengek pada Rasyid.


"Tapi kakak tidak memiliki bekal apa-apa Na, Kakak belum bekerja." Rasyid juga menimbang-nimbang lagi jika dirinya bertemu dengan Abi Aina, apa yang bisa ia katakan, ia pun bingung.


Rasyid menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Kapan kakak harus ke rumah kamu?" 


Wajah Aina langsung berseri-seri, ia begitu senang karena Rasyid memiliki niatan berkunjung ke rumahnya.

__ADS_1


"Nanti malam Kak, tolong kan luangkan waktu yah, Abi Bilang jika ada yang Aina suka dan menyukai Aina juga, Abi minta laki-laki itu datang ke rumah, setelah Abi bertemu kakak, Abi akan menimbang-nimbang lagi untuk membatalkan perjodohan ini." Rasyid mengangguk, ia mengiyakan keinginan Aina, gadis yang sudah mencuri hatinya sejak Aina menjadi mahasiwa baru.


Aina tersenyum sumringah, "Makasih banyak ya Kak, makasih banget, Aina janji akan jaga hati Aina buat kakak." Rasyid juga ikut tersenyum, semoga saja ia bisa membatalkan perjodohan Aina.


☘️ Bersambung ☘️


.


.


.


.


Intermezzoo :

__ADS_1


Seandainya kalian jadi Aina yang memiliki pilihan sendiri, namun belum mapan, sedangkan ada seseorang yang melamar sudah mapan dan siap mencukupi kalian, pilih yang mana? hati apa logika?🤭


Kalau emak otor mah pilih yang mapan sih, yang duitnya melimpah ruah🤭 percaya nggak, klo banyak duit tuh, sekalipun bnyk masalah juga nggak bakalan bisa nangis🤣🤣🤣 ya beginilah kacamata emak-emak mata duitan🤭


__ADS_2