CINTA SEBELUM PERJODOHAN.

CINTA SEBELUM PERJODOHAN.
Pendekatan pada keluarga suami.


__ADS_3

Hari ini dita akan berangkat ke kota kelahiran dion, sebagai mana permintaan sangat kakek pada givan kemaren pas dihari pernikahan mereka, kakek dion mencintai agar dion membawa dita kekota nya, untuk nginap disana dan untuk perkenalan dita kepada seluruh keluarga dion.


"Mas aku sudah siap,apa kita akan berangkat sekarang,tanya dita pada dion.


"Iya agar kita tidak terlalu siang sampai di kota kakek,jawab dion.


"Ya udah kita pamit dulu sama ayah dan ibu,ucap dita.


"Baik lah,kamu pergilah duluan pamit pada ayah dan ibu, aku akan membawa barang-barang ini ke mobil dahulu,ucap dion santai.


"Baiklah mas,aku cari ibu dulu ya, ucap dita pada givan tampa ada yang berlebihan dengan sikap nya, dita hanya tampak biasa-biasa saja saat ini.


Dion hanya bisa memandang dita pergi dari hadapan ny, dion membuang nafas nya panjang nya, dia berdiri untuk membawa koper milik nya dan juga milik dita kemobilnya yang ada dihalaman rumah dita.


Siap memasukan barang nya dion masuk menyusul dita ke dalam untuk pamit kepada mertua nya saat ini sedang menunggu nya dimeja makan untuk sarapan pagi hari ini.


"maaf ayah aku agak lambat membuat ayah dan ibu menunggu,ucap dion masih tegak disamping dita duduk.


" Duduk nak, tidak masalah itu nak, apa sudah siap meremas barang nya nak?


"Sudah yah,baru saja siap. ucap dion seadanya.


"kamu hati bawak mobil nak jangan terburu-buru kali,biar pelan asal selamat sampai tujuan.


"iya yah aku akan pelan-pelan saja bawak mobil nya.


"Ayok sarapan dulu nak,ucap pak wahyudi.


Mereka sarapan dengan hening tampa ada pembicaraan diantara mereka. siap sarapan dion pamit pada kedua orang tua nya saat ini.


"Ayah ibu dita pamit ya,dita akan ikut dengan mas dion sehabis kita dari rumah kakek dan kembali lagi ketempat kami bekerja ayah. ucap dita, mulai meneteskanair matanya pada ayah nya.


"Kamu jaga diri baik-baik lakukan tugasmu nak sebagai seorang istri dan menurut lah pada suamimu.


"Ya yah,Ucap dita disalah isak tagis nya.

__ADS_1


"Ayah aku juga pamit untuk membawa dita bersama ku,aku akan memperlakukan nya dengan baik yah.ucap dion saat ini.


"Ayah percaya pada kamu nak, berangkat lah, ayah melepas dita padamu nak.ucap pak wahyudi.


Dion dan dita berangkat menuju kota kelahiran dion,dita hanya diam didalam mobil, dion heran dengan sikap dita saat ini yang biasa nya setiap mereka sudah bertemu pasti akan bertukar, namun lain hal nya sekarang dita lebih banyak diam kepada dion,karena dita tidak mau bayak berharap pada dion walau sekarang dia sudah menjadi istri nya dion.


Dion benar- benar merasa merasa kehilangan dita yang dulu yang selalu dia rindu selama satu minggu ini sebelum mereka menikah.


Dion melihat dita yang duduk di samping nya,dita terlihat cantik dalam tidurnya, dion tersenyum melihat gadis bar-bar yang biasa dia pangil pada dita,es balok yang sering diucapkan di setiap mereka bertemu.


Aku merindukan kan kata-kata itu dari kamu ta,kenapa kita sudah menikah sikapmu yang biasa galak dan cerewet itu tak pernah aku lihat dan aku dengar lagi dari mulut kamu yang bar-bar itu.ucap dion dikala sunyi menemani nya dalam mengendarai mobil nya.


Tak butuh waktu lama mereka tempuh memakan 3 jam saja dari kampung dita, mereka berdua sudah memasuki perkarangan rumah besar itu,dita terbangun dari tidur nya.


"Ayok kita turun, kakek dan bibik sudah menunggu didalam.ucap dion mulai sikap dingin nya lagi.


"Ya mas,balas dita singkat. dion yang masuk terlebih dahulu,meningalkan dita sendiri dalam mobil, dion tidak menunggu dita untuk masuk,Dita yang bigung dengan sikap dion saat ini,Dita kecewa pada dion yang masi sama sikap nya seprti biasa mereka bertemu, dion tak pernah melihat dia ada, walau sudah menjadi istri nya.itulah yang ada dipikiran Dita saat ini.


"Kalau maku tidak mengizinkan pernikahan ini mas,untuk apa kamu Terima perjodohan kita, aku mencintaimu, tapi apa yang kamu lakukan padaku,teganya kamu meningalkan aku sendirian tampa menungguin aku mas, kamu masuk dengan enaknya sendiri masuk,tampa melihat aku ada, tagisnya Dita pecah dia menundukkan kepala nya kebawah.


"Nak apa yang kamu lakukan disini, ayok masuk,ucap kakek dion.


"kakek,maaf dita kek dita tak sadar kakek ada disini.ucap dita membersikan air mata nya.


"kamu menangis nak,maaf nak membuat kamu terpaksa menikah dengan dion,kamu harus sabar dengan sikap nya.


"Iya kek,ucap dita sedikit terseyum pada kakek darma.


" Mari kita masuk nak.


Dita dan kakek masuk kedalam dengan dita saat ini mata nya agak sembam abis menagis.


Sampai didalam dita tidak melihat dion ada diruangan itu,sehingga dita kembali merasa sedih, dengan susah payah dita mengontrol emosi nya jangan sampai dia menumpahkan kekesalan nya saat ini dia hadapan keluarga dion, kerena dita masih menghormati kakek dan keluarga besar dion saat ini.


"Nak dita orang nya pendiam ya, gak bayak ngomong,kamu harus sabar dengan dion nak, dia itu memang dinggin,bersikap acuh nak.

__ADS_1


"iya bik, ucap dita pada bibik nya dion.


"Yah sudah nak,kamu pergrlah istirahat terlebih dahulu,pasti kamu merasa capek nak, biar bibik antar kekamar dion


"Terimakasih ya bik,aku jadi gak enak bik merepotkan babik.jawab dita singkat.


" Tak apa-apa nak,tidak merepotkan kok.


Dita sampai didepan pintu kamar dion saat ini yang diantar oleh bibik dion.dita dengan pelan membuka pintu itu dia takut akan menggangu dion didalam, namun orang yang dicari juga tidak ada dikamar itu. pikiran dita mulai tak keruan memikirkan dion kemana meningalkan nya saat dion sampai bersama nya.


Dita merebahkan tubuh nya diatas ranjang yang empuk itu,tak butuh lama dita tertidur kembali dialam mimpinya.


Tak berselang lama dion masuk kedalam kamar itu tampa dia sadar dita sudah tidur dikamar nya,dion hanya menghela nafas nya dia memandang wajah itu, dion mata itu masih basa dengan air mata,dion mulai sadar sudah meninggalkan dita sendiri dimobil tampa menunggu nya.


"Apa sikapku terlalu menyakit kamu ta sehinga mata mu tembam serti ini.maaf kan aku memang keterlaluan kepada mu.membuat kamu merasa sakit.


Tak lama dion ke luar lagi dari kamar itu dan meningalkan dita sendiri dikamar.dion pergi keluar untuk mencari udara segar disekitar tempat dia dilahirkan itu.dion berkeliling komplek disekitar rumah kakek dengan sepeda motor nya.


Namun tak sengaja dion bertemu dengan teman lama nya sewaktu kecil.


"Dion,kamu dion kan,taka seorang pemuda menyapa dion yang lagi duduk di sebuah kursi taman yang ada dikomlek itu,karna dion sudah lama tidak ke taman itu semenjak ibu nya meningalkan dion tidak pernah mengijakan kaki nya kekota ini.


"Kamu joni kan, ucap dion masih ingat itu teman masa kecil nya.


"Aku tidak menyangka bisa bertemu kamu dion, apa kabar pro,kamu sudah sukses saja sekarang dion,aku dengar kamu adalah orang kepercayaan orang yang terkaya dikota kamu berkerja saat ini.


"Mana ada Jon,aku berkerja sebagai pegawai biasa.ucap dion merendah.


"Mana ada orang kayak kamu mau bekerja seperti itu, aku tahu kamu dari kecil dion.


Kita jalan yok sudah lama kita gak minum. sekali- sakali kita habiskan malam dengan sedikit bersenang- senang.ucap joni pada dion.


Ok, aku lagi suntuk juga ni.balas dion pada teman nya itu.


dion mengikuti apa kata teman nya saat ini,tampa sadar dion meningalkan dita sendiri dari siang sampai malam sendirian.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2